
"Kisah ku dulu tidak seperti itu sayang, di saat orang - orang menganggap kami seperti keluarga dan pasangan yang sempurna padahal kenyataannya tidak seperti itu" ucap Devan
"Maksud mas ?" tanya Anin heran.
"Jadi dulu itu....."
Flashback On :
"Aurel, jaga kandungan kamu sayang jangan terus - menerus pergi party yang tidak jelas. apalagi kalau sampai kamu minum - minum, aku gak mau itu" kata Devan kala menatap sang istri yang telah bersiap dengan pakaian seksi nya untuk pergi ke salah satu klub malam.
"Aduh apaan sih kamu itu Dev, ngatur - ngatur aku terus hah ? harusnya tuh kamu bersyukur aku mau hamil anak kamu, karena apa ? aku Sama sekali gak mau punya anak, tetapi kamu dan orang tua mu terus saja mendesakku." Kata Aurel menaikkan volume suaranya.
Mendengar hal itu, Devan pun hanya menghela nafas perlahan. Sungguh ia pusing dan lelah jika menghadapi Aurel, sekali saja dia berucap pasti ujung-ujungnya akan mengarah pada pertengkaran.
Kapan sih pernikahan nya akan bahagia ?
"Terserah kamu, aku capek" kata Devan yang langsung pergi dan membantingkan pintu dengan kencang.
Melihat hal itu, Aurel pun hanya tersenyum sinis, ia sama sekali tidak peduli ataupun merasa bersalah.
Iya, pernikahan antara Devan dan Aurel memang tidak pernah dihinggapi dengan kebahagiaan. Aurel yang merupakan seorang model majalah dewasa dengan pergaulan yang bebas selalu saja membantah Devan dan keluarganya.
Ia bahkan tidak pernah menghormati dan menghargai nya sebagai seorang suami. Namun orang-orang di luaran sana selalu saja menganggap bahwa mereka adalah pasangan idaman, padahal itu hanyalah kedok belaka di depan media.
Itulah mengapa sejak awal mengenal Aurel, tuan Artha Dan Bu Aulia tidak setuju devan menikah dengan nya. Tetapi sayang, waktu itu devan yang telah di butakan oleh cinta tidak mengindahkan nya, dan saat telah menikah barulah ada penyesalan di dalam dirinya.
Hingga saat Aurel kecelakaan karena habis mabuk, saat itu Devan berada di titik terendahnya. Sang bayi yang baru saja berusia 8 bulan harus sudah lahir dan Aurel pun kembali pulang ke yang maha kuasa.
Flashback Off
"Maafkan aku ya mas, yang sudah kembali membuka luka lama kamu" kata Anin sambil mengusap bahu Devan.
"Tak apa sayang, justru karena hal itu aku bersyukur" ucap Devan
"Bersyukur ? maksud mas apa ?"
__ADS_1
lantas, tanpa langsung menjawab Devan malah mengambil tangan Anin dan menggenggam nya erat.
"Aku bersyukur karena dari situ aku dapat mengambil pelajaran hidup. Pertama, Jangan terlalu buta oleh cinta hingga membuat mata hatimu tertutup.
Kedua, Penilaian orang tua tak akan pernah salah maka setelah kata hati, ikutilah kata - kata orang tuamu
Ketiga, jika dulu aku tidak bertemu dengan Aurel mungkin saat ini aku pun tidak akan pernah bertemu dan memiliki kamu, keenan serta calon anak ku yang lain di dalam perutmu" kata Devan menatap mata Anin intens
Lantas setelah itu, Devan pun memeluk Anin dan mengusap rambut nya perlahan.
.........
Sementara itu saat ini, di sebuah rumah mewah nan megah terlihat seorang wanita paruh baya tengah duduk melamun di atas kursi roda nya sambil menatap ke arah taman yang dipenuhi bunga - bunga. Sesekali ia tersenyum meskipun mata nya terus saja berkaca - kaca menahan kesedihan.
Hingga tak lama kemudian, suara seseorang mengalihkan perhatian nya.
"Selamat pagi nyonya, saya sudah siapkan air hangat nya"
"Sudah ? terimakasih ya bi sari. karena bibi mau membantu saya"
Iya, wanita paruh baya itu adalah Anita, Nyonya besar keluarga Adiwijaya.
Setelah mengalami kecelakaan satu Minggu yang lalu, Beliau di nyatakan oleh dokter divonis lumpuh untuk selama - selamanya karena akibat kecelakaan itu, seluruh urat - urat dalam kaki nya patah. Dan hal itu pun membuat nya sempat stress dan berteriak layaknya orang gila selama 2 hari. Tetapi atas dukungan, perhatian dan kasih sayang keluarga nya, ia pun dapat menerimanya.
Sementara itu di ruang makan. Milan, Kevin dan Angeline tengah duduk bersama menikmati sarapan pagi nya.
"Pah, mamah udah di kasih sarapan belum ?" tanya Kevin
"Belum, mamah mu lagi mandi dulu di bantu sama bi sari" jawab Milan
"Oh gitu, ya udah nanti bilangin sama pelayan yang lain menu sarapan mamah harus sama seperi yang sudah aku list. jangan sampai salah dan telat ngasih"
"Iya nanti papah beritahu" kata Milan sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
Sementara itu, Angeline hanya duduk diam menyimak pembicaraan ayah dan anak itu. Meskipun tanpa di ketahui orang, bahwa diam - diam ia melebarkan bibir nya.
__ADS_1
.........
Tepat pukul 9 pagi ini, Kevin pun memutuskan untuk segera pergi ke rumah sakit karena kurang lebih satu jam lagi ia ada operasi. sehingga ia pun buru - buru pergi.
Namun sayangnya, Kevin melupakan dompet yang ia tinggalkan di kamar dan mau tak mau ia pun harus kembali masuk ke rumah.
Sesampainya di depan kamar, samar - samar Kevin mendengar suara Angeline yang tengah bercengkrama dengan seseorang melalui telfon. Dan entah kenapa, Kevin pun merasa penasaran hingga ia pun akhirnya mengintip di balik selah pintu yang belum tertutup sempurna.
"Iya honey aku juga kangen tapi aku rasa saat ini kita belum bisa ketemu" kata Angeline
"Apa katanya honey ? kepada siapa dia memberikan panggilan mesra itu ? tidak mungkin kalau kepada perempuan" batin Kevin penuh tanda tanya.
"Oh iya honey, aku ada berita bagus untuk mu. Kau tahu ? karena rencana kita berdua akhirnya wanita tua itu sekarang menjadi lemah dan tak berdaya. Tetapi aku masih belum terlalu puas sih, karena dia ternyata masih hidup"
Lagi - lagi mendengar hal itu, kevin pun kembali terkejut.
Wanita tua ?
Rencana balas dendam ?
Tidak berdaya ?
Berharap kematian ?
"Teka teki apa yang sedang kau buat Angeline dan siapa orang yang berniat kau bunuh hanya untuk balas dendam ?" tanya kevin dalam hatinya.
"Aku harus menghubungi rehan dan mencari tahu semua jawaban atas keganjilan ini" kata Kevin, lantas setelah itu ia pun berbalik pergi tanpa kembali berniat untuk mengambil dompet.
.........
Hidup penuh teka - teki..
Hai readers, terus dukung karya author ini ya. jangan lupa like, komen & Vote.
Maaf bila author sempat up sekarang 🥺
__ADS_1