
berhari hari berlalu..sikap diam winda pun masih seperti dulu...winda seolah sedang ingin sendiri...
mereka memang jadi pindah rumah beberapa hari yang lalu..tapi situasi tetap dingin seperti di kutub selatan...
riyan yang berkali kali meminta maaf dan ingin mengajak winda untuk memperbaiki keadaan ini pun hanya di sambut dengan tatapan datar tanpa ekspresi...winda hanya diam tanpa sepatah katapun terucap dari mulutnya...
berhari hari tinggal dirumah baru...mereka tidak tidur satu kamar...winda memilih tidur dikamar tamu dari pada tidur bersama dengan riyan...
winda diam hanya ingin memastikan...apa perasaannya saat ini adalah rasa cemburu...atau hanya rasa tak suka jika riyan bersama dengan eva...
riyan yang frustasi karna berhari hari winda tak memperdulikannya pun seolah sudah kehabisan cara...
malam ini...riyan sampai jam 11 malam belum juga sampai di rumah..winda pun melihat kearah luar...dia tidak mendapati mobil riyan...
"oh jadi kamu belum pulang??jangan bilang kalo kamu sedang bersama eva...awaz aja..kalo dugaanku benar..."gumam winda yang saat ini sedang di teras depan rumahnya..
lalu winda masuk dan duduk di ruang tv...dia pun menyalakan tv tapi pikirannya tertuju kepada riyan dan dia selalu mengecek ke hp nya..siapa tau riyan menelfonnya...
waktu pun berlalu..winda sampe ketiduran di depan tv yang masih menyala...waktu sudah menunjukkan pukul stengah 2 dini hari tapi batang hidung riyan juga belum terlihat winda pun mencoba keluar untuk melihat apa mobil riyan sudah terparkir disana...tapi nyatanya masih kosong...
"dasar kurang ajar...awas kau ya riyan"....gerutu winda yang saat ini sedang emosi...
saat winda melangkah menuju ke arah pintu..terdengar suara klakson mobil riyan dan satpam pun berlari untuk membukakan pintu gerbang untuk majikannya yang baru saja datang...
__ADS_1
winda berdiri di depan pintu dengan menyilangkan tangannya di depan dada...emosinya saat ini benar benar sedang memuncak...dan dia dari tadi sudah sangat berusaha untuk menahan emosinya...
"bruak..."
pintu mobil ditutup dengan kasar oleh riyan...
riyan berjalan ke arah winda dengan keadaan yang sangat kacau...dasi yang melonggar....kancing kemeja yang terbuka..dan jas yang ditaruh di pundak riyan...riyan berjalan sempoyongan menghampiri winda...
winda menatap riyan datar...
"what????riyan mabuk????....."hanya kata itu yang ada di pikiran winda saat ini..
winda masih mematung menunggu riyan sampai kepadanya...sedangkan riyan berjalan sempoyongan seperti sangat kesusahan untuk supaya sampai di hadapan winda. ..
Riyan..."hai wind...kenapa ka mu be lum tidur???ucap riyan terbata bata sambil ceguk kan..."ha ha haa...kamu menunģgu siapa disini??nggak mungkin kan kamu lagi nungguin aku...kamu kan gak peduli sama aku???...lucu ya....seorang istri tidak perduli dengan suaminya...rumah tangga macam apa ini?? hahaha...
Riyan berjalan masuk duduk di depan tv..winda pun mengikutinya...sebenarnya winda tidak tega melihat keadaan riyan yang seperti ini. ..tapi emosi winda lebih besar dari pada rasa iba nya...
winda duduk di kursi single di depan riyan...
winda..."kamu dari mana riyan??...
Riyan.."aku hanya ingin menenangkan diri...
__ADS_1
winda..."apa dengan cara seperti ini??...apa harus mabuk seperti ini???....
Riyan..."aku hanya ingin menenangkan diri..pikiranku kacau...istriku tidak memperdulikanku lagi karna kesalapahaman itu...aku tidak tau kalo eva datang ke ruanganku..saat aku akan pulang karna waktu itu memang pekerjaanku sangat banyak dan memaksaku untuk lembur..dan bodohnya aku yang tidak langsung mengusir eva saat itu sampai istriku datang dan kesalapahaman itu pun terjadi...riyan menatap langit langit ruangan tv itu..air matanya tiba tiba lolos begitu saja...riyan menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya...
winda yang melihat pundak riyan bergetar merasa tidak tega...lalu dia menghampiri riyan dan memeluk riyan...mencoba memberikan ketenangan kepada riyan yang saat ini sedang menangis sesegukan seperti anak kecil...
"tenanglah riyan...aku minta maaf jika kau seperti ini karna sikapku....ucap winda sambil memeluk riyan...dan mengusap punggung riyan...
riyan terus menangis dan berkata..."aku tersiksa wind...aku tersiksa...aku gak kuat harus diabaikan seperti dulu lagi...aku benci keadaan ini...aku benci...hiks....hiks..hiks...
"aku minta maaf riyan..aku berjanji tidak akan bersikap seperti ini lagi padamu suamiku...ucap winda yang masih tetap memeluk riyan...
"percayalah padaku wind...eva hanya masalalu dan saat ini kamu lah masa depanku...tolong percaya pada ku...hiks hiks hiks....riyan masih trus menangis seperti anak kecil...
"iya iya...aku percaya riyan..aku mempercayaimu...sudah sudah jangan nangis lagi..oke...ucap winda sambil menangkup kedua pipi riyan...
winda mengusap air mata riyan dengan jari telunjuk miliknya. ..lalu winda mencium bibir riyan sekilas...
"muach..."
kita kembali memulai semuanya seperti awal...okey?...ucap winda
dan riyan pun mengangguk dan terus memeluk tubuh winda hingga riyan terlelap ...
__ADS_1
next...
hasil revisi bolak balik ni...karna kagak lulus paz di riview...sory ya....