
Di Depan Kamar Kevin, terlihat para Anggota keluarga Adiwijaya tengah harap - harap cemas. Bagaimana tidak ? Angeline yang selalu terlihat sehat tiba - tiba saja pingsan dan itu sungguh mengagetkan semua orang.
Mereka saat ini tengah menunggu dokter yang sedang memeriksa Angeline. Pertanyaan nya,
Kenapa bukan Kevin sendiri yang periksa Angeline padahal kan ia seorang dokter ?
Pertama, Kevin merasa sangat kalut melihat wanita yang dicintainya itu tergeletak tak berdaya. Kedua, ia takut salah mendiagnosa karena sejatinya kevin merupakan dokter spesialis bedah bukan dokter umum.
Ceklek, pintu kamar Kevin terbuka Menampilkan wajah sang dokter yang merupakan salah satu staf di rumah sakit Adiwijaya.
"Bagaimana keadaan menantu saya dok ?" tanya Anita
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, Justru saya mau mengucapkan selamat" jawab sang dokter yang diketahui bernama Robi
"Selamat ? maksud nya ?" ucap Kevin
"Selamat Dokter Kevin, Sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah. Dan istri anda sedang mengandung sekarang"
"Apa ? Anda tidak bercanda ?"
"Tidak, Dan untuk lebih lanjut silahkan dokter kevin menghubungi dokter Dani untuk pemeriksaan lebih lanjut"
Iya, dokter Dani merupakan salah satu dokter Obgyn terbaik yang dimiliki rumah sakit Adiwijaya.
Mendengar hal itu, lantas semua keluarga mengucapkan syukur atas berita kehamilan Angeline, bahkan mereka pun dengan antusias masuk ke kamar Kevin untuk menyapa sang calon bayi pewaris Adiwijaya.
Namun, di balik senyuman semua orang. Ada sebuah air mata yang di tampilkan sang ibu hamil lain, ialah Anin. Bukannya merasa tidak bahagia tetapi ia begitu takut, Saat ini saja ia dan calon anak nya terasingkan. Apalagi nanti setelah anak kevin dan Angeline lahir.
Di tengah lamunan nya, lantas bi sari menepuk pundak Anin hingga membuatnya berbalik. Dan dengan segera Anin memeluk erat bi sari hingga terdengar suara rintihan tangisnya yang menyesakkan.
.........
"Angeline sayang kamu tidak apa - apa nak ?" tanya Anita kepada Angeline yang saat ini telah sadar dan tengah duduk bersandar di kepala ranjang.
"Nggak mah, entah kenapa aku tiba - tiba bisa pingsan ya" kata Angeline heran.
Namun tiba - tiba ia dikagetkan dengan kevin yang memeluknya erat, bahkan ia dapat merasakan kalau sekarang Kevin tengah menangis.
"Honey kamu kenapa ?" tanya Angeline heran sambil menatap wajah Kevin erat.
"Terimakasih sayang terimakasih, kamu telah mewujudkan impian ku" ucap Kevin tersenyum
__ADS_1
"Terimakasih ? impian ? maksud mu apa honey aku sungguh tidak mengerti"
"Kamu hamil sayang, saat ini kamu sedang mengandung buah cinta kita"
"Apa ? aku gak salah dengar kan ? Astaga aku sangat bahagia honey pantas saat di Singapura kemarin aku merasa pusing dan mual aku kira karena masuk angin eh ternyata aku hamil" Kata Angeline yang memeluk Kevin erat.
Melihat hal itu Anita, Milan dan Valerie pun tersenyum bahagia melihat keromantisan Kevin dan Angeline.
"Angeline, mulai sekarang kamu jangan capek - capek ya jaga kesehatan. dan kalau bisa kamu jangan dulu kerja ya" kata Anita.
"Benar apa yang mamah katakan sayang, lebih baik kamu diam di rumah saja" ucap Kevin
"Hemm baiklah kalau begitu honey" jawab Angeline.
"Oh iya Kevin, kamu harus menjaga calon cucu papah jangan sampai kenapa - Napa karena dia calon pewaris Adiwijaya Corp" kata Milan tegas
"Iya pah pasti, aku akan selalu menjaga Angeline dan calon anak kami dengan segenap jiwa raga ku" ucap Kevin
Iya, saat ini mereka semua tengah diliputi kebahagiaan. canda tawa terdengar di kamar Kevin dan mereka seolah melupakan ada anggota keluarga lain nya yang tengah tersakiti.
.........
Namun anehnya, bukan mengidam makanan seperti rujak atau apapun. justru Angeline mengidam barang - barang mewah nan branded seperti tas, sepatu bahkan mobil sport. Namun demi sang calon buah hati Kevin pun membelikan semuanya.
Di tengah tengah kebahagiaan Kevin itu, Anin kerap kali menangis merasa kecewa sekaligus iri. Pernah satu hari ia meminta uang lebih kepada Kevin untuk membeli susu hamil dan perlengkapan untuk Keenan karena uang bulanan yang Kevin berikan semuanya habis.
Namun apa yang di dapatkan nya ? ia justru di bentak oleh Kevin dan dianggap sebagai wanita boros, Boros darimana nya ? cukupkah uang 500 ribu untuk kebutuhan nya ? Dan tak berselang lama Angeline meminta sebuah kalung berlian di depan Anin, dan detik itu juga kevin langsung menelfon Sang pemilik toko perhiasan untuk mengantar Kalung tersebut ke rumah.
.........
Saat ini, Entah kenapa, sejak kemarin Anin benar - benar ingin sekali merasakan pelukan dari Kevin. ia sudah berusaha menekan keinginan nya itu, tapi tetap saja ia tidak mampu.
"Nak, apakah kamu ingin dipeluk oleh papah ? sebenarnya mamah Ingin sekali mengabulkan keinginan kamu tetapi mamah tidak yakin papah mu akan menurutinya" kata Anin mengelus perut nya yang sudah menonjol.
Dan dengan tekad yang dimiliki nya, Anin pun memberanikan diri untuk menghampiri Kevin yang kebetulan malam ini tengah berada di taman belakang.
"Mas Kevin ?" kata Anin.
Merasa ada seseorang yang memanggilnya Kevin pun lantas berbalik dan ia sedikit terkejut melihat kedatangan Anin.
"Kau ? ada apa kau kesini ?" tanya Kevin dingin
__ADS_1
"Ehm mas sebenernya aku kesini karena ada sesuatu hal bisakah kau mengabulkannya"
"Sesuatu ? wah wah kau sudah berani ya meminta kepadaku sekarang, bagus juga nyali mu" kata Kevin.
"Aku tidak ingin meminta barang ataupun uang mu mas"
"Hah benarkah ? lantas apa yang kau mau ?" tanya Kevin menahan kesal.
"Aku ingin memelukmu sekali saja mas boleh ?" pinta Anin.
Mendengar hal itu, Kevin pun terkejut sungguh ini di luar dugaannya, Di saat Angeline sibuk meminta barang barang mewah darinya, berbeda dengan Anin yang hanya ingin pelukannya. sebenarnya apa yang difikirkan wanita ini ?
Melihat kevin yang termenung dan tak kunjung menjawab Anin pun lantas kembali bersuara.
"Maaf mas jika permintaan ku menyusahkan mu, tetapi entah kenapa sejak kemarin aku merasa ingin sekali kamu peluk Aku sudah berusaha menahannya tetapi tetap saja tidak bisa. Seperti nya bayi ini ingin merasakan pelukan papah nya" kata Anin yang membuat Kevin refleks mengalihkan pandangannya pada perut buncit Anin.
Kevin pun menghela nafas panjang, sebenarnya ia merasa ragu namun melihat wajah dan perut buncit Anin hatinya seolah tergerak.
"Hmm baiklah, 5 menit saja" kata Kevin.
mendengar hal itu Anin pun tersenyum lantas ia segera menghampiri Kevin dan memeluknya erat. Saat ini ia sungguh meresapi kehangatan tubuh sang suami yang tidak bisa di gapai nya itu.
Sama hal nya dengan Anin, saat ini kevin seolah olah tengah tersihir oleh pelukan hangat Anin dan juga aroma tubuh Anin yang membuat dirinya menjadi tenang. apalagi harum dari rambut Anin yang membuat nya betah berlama - lama hingga tanpa sadar Kevin pun membalas pelukan Anin dan mencium rambutnya.
Dan di bawah sinar rembulan ini, dua pasang insan itu tengah berpelukan mesra dalam keadaan sadar untuk pertama kali nya.
Di tengah - tengah ketenangan itu, Kevin merasakan kalau kaos yang dipakainya terasa basah lantas tak lama kemudian Anin pun melepaskan pelukan itu.
"Terimakasih banyak mas, kamu telah mengabulkan permintaan ku. Ini adalah lima menit terbaik dalam hidupku" kata Anin menatap Kevin sambil tersenyum
"ya Ampun sampai - sampai aku menangis terharu seperti ini. maaf ya mas baju mu jadi basah, ya sudah aku pergi ya mas. selamat malam semoga mas mimpi indah" kata Anin mengusap air mata nya lantas ia pun berbalik dan melangkah kan kaki nya meninggalkan Kevin yang tengah menatap nya intens.
"Kenapa aku begitu senang saat ia memeluk ku seperti tadi dan aku juga menikmatinya. Dan kenapa aku merasa sedih saat ia menangis seperti ini. Apa yang terjadi padaku ?" batin Kevin menatap punggung Anin yang perlahan menghilang.
Dan tanpa kevin sadari sebenarnya Nama Anin telah terukir dalam hatinya.
.........
Readers tenang saja, Anin akan segera mendapatkan kebahagiaan nya kok ♥️
Tunggu kejutan dari author ya di bab selanjutnya ya😘
__ADS_1