
Pranggg
Suara baki berisi enam buah gelas minuman untuk para tamu Seketika semuanya buyar terjatuh ke lantai Sehingga menimbulkan bunyi yang keras. Seketika Suara musik Berubah menjadi pelan dan kini perhatian terfokus pada Kejadian tak terduga ini.
"Arghh" Teriak Anin refleks karena kaget sekaligus merasa kebasahan karena minuman tersebut juga mengenai punggung nya dan sebagian gaunnya pun tampak kotor.
"Astaga ma maaf kan saya nona" kata pelayan itu terbata
"Nggak gak papa kok pak, saya juga minta maaf telah menghalangi jalan" kata Anin menangkupkan tangan nya.
Sungguh, ia yang sedang fokus membersihkan sepatunya Sehingga tidak menyadari kalau ternyata di belakang nya ada seseorang yang akan lewat. Dan salahnya juga, si pelayan itu Ketika berjalan tidak memperhatikan apa yang akan dilewati nya. Sehingga terjadilah hal sedemikan rupa.
Lantas pelayan itu pun kembali meminta maaf dan langsung membereskan kekacauan tersebut.
Sementara itu, tanpa disadari Sebagian para tamu undangan menyaksikan hal tersebut bahkan tak sedikit dari mereka yang berbisik - bisik melihat kejadian itu dan menatapnya sinis.
"Astaga, aku kira di pesta elite seperti ini tak ada kecerobohan"
"Dalam penglihatan ku ini adalah salah wanita Gaun putih itu"
"Hahaha, Topeng yang pakai nya menghalangi penglihatan nya"
"Kasihan sekali si pelayan"
"Iyuhh Gaun nya pasti lengket"
"Hei nona, lepas dong topeng nya Pengen lihat nih wajah cantiknya"
Iya begitulah kira - kira Sebagian dari komentar bernada julid yang dilontarkan para tamu undangan. Mereka seolah - olah menyalahkan Anin sepihak yang telah membuat kekacauan di pesta ini. Heran, Mereka para orang - orang kelas atas tetapi memiliki mulut yang begitu Rendah.
Di tengah - tengah kekacauan Itu, terlihat lah seorang pria dengan tatapan mata nya yang memerah, rahangnya mengeras dan Tangannya Mengepal dengan kuat sambil menatap objek yang sedang menjadi fokusnya.
.........
"Whattt, kok bisa ? Aku lagi gak salah denger kan mah ?" ucap Valerie
"Iya val, semuanya benar Kalau sekarang si Anin tengah hamil kembali anak kakak kamu" kata Anita
__ADS_1
"Tapi, yang bikin aku heran sekaligus kaget yaitu kok kak kevin Mau - mau nya sih sentuh si Anin bahkan sampai hamil. Bukan nya dia benci banget ya." Kata Valerie
"Nah itu, yang bikin mamah bingung val. Entah apa yang ada di Fikiran kakak kamu itu sampai melakukan tindakan di luar nalar seperti itu."
"Ehmm, apa jangan - jangan itu anak pria lain lagi mah" kata Valerie
"Kayaknya gak mungkin deh val, selama ini si Anin selalu ada di rumah dan tidak pernah bertindak macam - macam" ucap Anita.
"Iya juga sih mah dia kelihatan polos gitu jadi gak mungkin melakukan hal - hal aneh. Udah mendingan kita tunggu aja konfirmasi langsung dari kak Kevin"
"Iya, mamah juga lagi nunggu dia pulang. Udah gak sabar banget rasanya"
.........
Brakkk
Pintu kamar hotel dibuka dengan sangat kencang. Nampak lah di sana Kevin dan Anin yang berjalan terseok - Seok di belakangnya.
Terlihat pergelangan tangan Anin di genggam kuat oleh Kevin dan seketika ia pun di dorong dengan kencang Sehingga terjatuh di lantai, Untung saja Anin dengan sigap melindungi perut nya karena kalau tidak, sudah pasti perutnya itu akan membentur kaki ranjang.
Namun sayangnya, tanpa bisa dihindari pipi Anin dengan indah membentur ujung ranjang sehingga menimbulkan lebam.
"ti - tidak mas A aku tidak pernah ada niatan untuk membuatmu malu" jawab Anin terbata.
"Alah alasan" Kata Kevin yang langsung menampar pipi Anin hingga sudut bibir nya mengeluarkan darah.
"Dasar wanita murahan, Baru pertama aku ajak kau sudah berani mencoreng mukaku. Apakah kau senang bisa balas dendam dengan ku ? sungguh menyesal aku membawamu"
Anin pun menggelengkan kepalanya.
"Demi Allah mas, Aku tadi ingin membersihkan sepatuku Karena ada sesuatu yang masuk dan membuatku tidak nyaman. Namun tiba - tiba ada yang menabrak ku dari belakang" Jelas Anin memandang nanar ke arah sang suami
"Kau Fikir aku percaya pada dongeng mu ? Dengar ya wanita kampungan, jangan sekali kali lagi kau menunjukkan kelicikan dan tindakan b***h mu di hadapanku. Kalau tidak ? rasakan akibat yang akan kau terima" kata kevin menjambak rambut Anin dan melepaskannya dengan kasar.
Lantas setelah itu, kevin pun pergi meninggalkan Anin.
"Tidak bisakah sedikit saja kau mendengarkan dan mempercayai ucapanku ? Apakah kebencian membuat mu juga buta hati ?" kata Anin menangis Sambil mengelus perutnya yang terasa kencang.
__ADS_1
.........
Beberapa saat kemudian, di tengah - tengah tangisan nya itu Suara pintu kamar hotel yang diketuk Membuat Anin kaget dan dengan segera ia pun menghapus air mata nya dan mulai melangkah kaki untuk membuka pintu.
Ceklek, Pintu pun terbuka.
Nampaklah di sana, Keenan yang sedang tertidur di gendongan wanita yang dititipi nya tersebut. Melihat kehadiran sang Anin pun lantas menyunggingkan senyumnya.
Berbeda dengan Anin yang Nampak senang, justru wanita tersebut malah menatap Anin lekat. Ia memperhatikan penampilan Anin yang begitu berbeda dari terakhir kali di lihatnya.
Penampilan Anin kali ini sungguh di luar dugaan nya, Rambut yang acak acakan, Mata sembab yang masih terlihat ada lelehan air mata, hidung merah, Pipi yang lebam juga jangan lupakan sudut bibir yang mengeluarkan darah. Apakah telah terjadi sesuatu ? fikirnya. Namun dengan cepat ia menghilangkan rasa penasaran nya.
"Ehm mbak," kata Anin menegur wanita itu karena sedari tadi hanya menatap nya dalam
"Ah iya, maafkan saya nona. Saya kesini mu mengantar den Keenan"
"Baiklah terimakasih ya mbak sudah mau menjaganya. Oh iya apakah dia rewel ?"
"Tidak non, den keenan anteng - anteng saja" jawab wanita tersebut.
"Oh syukurlah kalau begitu" kata Anin
"Kalau begitu, saya permisi ya non tugas saya sudah selesai" pamit nya.
"baiklah terimakasih banyak ya mbak"
"Iya non sama - sama"
Setelah mengatakan hal itu, lantas wanita tersebut pun pergi meninggalkan Anin dan Keenan yang kini tengah menatap kepergian nya.
"Keenan sayang, mamah kangen nak padahal baru beberapa jam saja tidak bertemu" kata Anin mengecup dahi sang anak sambil meresapinya, sungguh di tengah keadaan dirinya yang begitu lemah dan tersakiti. kehadiran sang anak lah yang menjadi Obat sekaligus penolong nya.
Bahkan tanpa terasa Air mata Anin ikut menetes jatuh di wajah sang anak.
"Keenan sayang, kamu dan calon adikmu yang masih dalam kandungan adalah kekuatan sekaligus Penyemangat untuk mamah." kata Anin tersenyum sambil mengelus perutnya perlahan.
.........
__ADS_1
hai hai hai mana nih dukungannya untuk karya bukan inginku ???