
Keesokan paginya, seperti biasa saat ini semua Anggota keluarga Adiwijaya tengah melakukan sarapan pagi bersama.
"Angeline sayang, kapan kamu akan melakukan cek kandungan nak ?" tanya Anita di sela - sela kunyahan nya.
"Ehm seperti nya be besok mah" jawab Angeline terbata
"Ya sudah kalau begitu besok mamah sama Kevin mau ikut ya, mamah pengen liat calon cucu mamah di USG kayaknya kandungan tiga bulan udah mulai jelas kelihatan"
Mendengar hal itu, Angeline pun seketika tersedak. Untung saja Kevin dengan sigap memberikan nya minum.
"Pelan - pelan sayang" ucap Kevin mengelus punggung Angeline.
"Iya mas terimakasih. hm maaf mah mas Kevin besok aku sudah ada janji dengan teman ku yang akan barengan cek kandungan jadi tidak usah di antar ya, nanti aku akan bawa sopir kok" ucap Angeline terdengar memaksa.
"Kamu yakin sayang ? padahal aku pengen sekali melihat perkembangan calon anak kita" kata Kevin kecewa
"Yakin mas, lagian kan aku juga nanti bakal ngasih tau kamu hasilnya. udah ya jangan di permasalahkan penting anak kita sehat"
"Huft, baiklah kalau begitu"
Entah kenapa, sedari awal diketahui kalau Dirinya tengah mengandung. Angeline tidak pernah mau diantar untuk cek kandungan, dan kalau pun Kevin atau bahkan anggota keluarga yang lain ngotot ingin ikut, ia akan selalu menolak nya.
.........
"Akhirnya pah, kita Sampai juga di Jakarta" ucap Aulia yang kini tengah menyandarkan tubuh nya kursi.
"Iya, lagian mamah kenapa sih ngotot banget pengen segera pulang." kata Artha menatap heran wajah sang istri.
"Iya mah, padahal Devan belum puas liburan di Lombok" kata Devan menimpali.
"ya gak papa, pengen aja. kalian aneh banget sih. Oh iya pah tau gak waktu kita di Lombok mamah ketemu sama wanita muda yang sopan sekali, udah gitu wajahnya juga cantik. mamah suka deh sama dia"
Mendengar hal itu, Devan dan Artha Pun lantas mengalihkan pandangan nya.
"perempuan ? siapa mah ?" tanya Artha penasaran
"Ada pah, namanya Anindya malahan mamah udah akrab banget sama dia. Tapi sayang sih Anin udah nikah, kalau belum mamah mau jodohin dia sama Devan" kata Aulia tanpa beban.
uhukk uhukk uhuk
Mendengar ucapan sang mamah, Devan tiba - tiba tersedak. Apa - apaan mamah nya itu main jodoh - jodohin aja, lagian Devan juga belum menemukan perempuan tepat untuk menjadi pendamping hidupnya.
__ADS_1
"Apa sih mah, Devan belum mau nikah. belum ada perempuan yang pas. nanti juga kalau ada pasti Devan kenalkan kok sama mamah" kata Devan
"Halahh, kamu mah selalu aja kaya gitu. mamah berdoa semoga jodoh kamu kayak Anindya" ucap Aulia.
Entahlah, doa seorang ibu itu amat mustajab. Kita lihat nanti siapakah yang akan mendampingi sisa hidup Devan si pria tampan itu ?
.........
Sementara itu, Anin yang tengah menyiram tanaman di taman belakang. Merasa aneh ketika mendengar ada suara seseorang yang sepertinya tengah menelfon. Dan karena penasaran Anin pun lantas mendekatinya.
"Kamu tenang aja honey, pasti rencana kita berhasil. Baru 2 bulan saja, Aku sudah mendapat banyak barang - barang mewah dari Kevin."
"Iya honey, aku juga tidak sabar. Tapi sepertinya kita harus segera merencanakan sesuatu, takutnya mereka semua curiga" Ucap Angeline kepada Jhon di seberang sana.
"Apa katanya honey ? apa mbak Angeline diam - diam dibelakang berselingkuh dari mas Kevin kalau ia tega sekali dia menduakan cinta nya. Dan tadi juga aku mendengar ada rencana ? apa jangan - jangan mbak Angeline punya niat jahat untuk keluarga ini. sungguh tidak bisa di biarkan" kata Anin dalam hatinya
Anin pun lantas berjalan mundur untuk pergi, namun tanpa sengaja ia menginjak sebuah ranting sehingga menimbulkan suara yang keras.
Krekk
Angeline yang tengah menelfon pun lantas peka akan suara yang terdengar. ia pun segera mematikan telfonnya.
"Honey, sepertinya ada orang yang mengintip percakapan kita, aku tutup dulu ya nanti ku hubungi lagi" ucap Angeline.
"Anin ? tidak sopan sekali ya kau mengintip pembicaraan orang" kata Angeline to the poing sambil menatap Anin tajam.
"A aku ti tidak mendengar apa pun kok mbak sungguh, dari tadi aku sedang menyiram tanaman ini" kata Anin berbohong
"Alah alasan saja, awas ya kalau berbuat macam - macam" ancam nya.
"Nggak mbak, sungguh. baiklah permisi mbak aku pergi takutnya Keenan bangun" kata Anin yang langsung pergi menghindari Angeline.
Melihat kepergian Anin, Angeline pun menatap nya dengan tatapan tak biasa.
"Dasar pembohong. Aku tidak akan membiarkan mu lepas begitu saja, Tunggu pembalasanku" batin Angeline
.........
Dari jendela kamar atas, terlihat Angeline yang tengah mengintip keluar untuk memastikan kepulangan Kevin. Dan tak lama kemudian, ia pun melihat mobil Kevin memasuki gerbang. lantas buru - buru Angeline pun keluar kamar dengan sesuatu misterius di tangan nya.
Entah kebetulan atau apa, disana terlihat Anin yang tengah mengepel lantai karena ada air bekas minum yang tumpah. Di tengah kegiatan nya itu, Ia tiba - tiba di kagetkan dengan suara teriakan seseorang.
__ADS_1
"Arrgghhh tolong sakit,, perutku sakit sekali" teriaknya.
Lantas Anin pun berbalik, ia kaget melihat Angeline yang terbaring tak berdaya di lantai dengan banyaknya darah yang bercucuran dari celananya.
"Astaga mbak Angeline, mbak kenapa ?" tanya Anin kaget.
Dan belum sempat Angeline menjawab, teriakan Kevin dari pintu depan menghentikan nya.
"Angeline" kata Kevin panik dan langsung berlari menghampiri mereka.
"Kamu kenapa sayang, dan ke kenapa banyak darah disini." tanya kevin.
"M - mas, to tolong perut A aku sakit. se - selamatkan Anak Ki kita. di - dia mendorongku mas" kata Angeline terbata menahan sakit.
"Dia ? Siapa yang melakukan ini padamu hah ?"
lantas dengan lemah Angeline pun mengangkat tangan nya dan menunjuk pada Anin.
"Anin ?" tanya Kevin memastikan yang dijawab Anggukan oleh Angeline dan tak lama kemudian ia pun tak sadarkan diri.
"Nggak mas itu semua bohong, Aku tidak mendorong mbak Angeline." kata Anin tegas
Namun Kevin sama sekali tidak menjawab karena saat ini ia semakin panik melihat keadaan sang istri. lantas ia pun mengangkat tubuh Angeline dan segera membawanya ke rumah sakit.
Namun ketika sampai di pintu, Kevin berbalik dan menatap Anin tajam.
"Dasar penjahat, tunggu pembalasan ku Anin" ucap Kevin yang langsung meninggalkan Anin yang kini tengah ketakutan.
Anin menatap kepergian Kevin dan Angeline dengan sendu.
"Kenapa kau tega memfitnah ku mbak ?" kata Anin dalam hati
.........
...Reader, Anin akan bahagia kok ...
...itu sudah pasti. ...
Tunggu terus kelanjutan kisahnya.
...Author juga gak sekejam itu,...
__ADS_1
... biarin Anin terus - terusan menderita. ...
Jangan lupa untuk like, komen & vote ya♥️♥️