
Derap langkah kaki jenjang Milik Devan yang dibalut sepatu pentofel hitam mengkilap terlihat memasuki kediaman rumah kediaman Narendra, Terlihat di sana jam dinding menunjukkan pukul 11 malam. Namun ia baru saja pulang karena tadi ia baru saja menghadiri pesta salah satu kolega nya.
Satu persatu langkah nya membawa ia menuju ke kamar, Namun belum juga sampai Tiba - tiba Devan mendengar suara tangisan seorang bayi yang membuatnya seketika berhenti dan menoleh ke arah suara.
Dan karena penasaran, Devan pun lantas memasuki sebuah kamar yang ternyata itu adalah kamar yang ditempati oleh Anin.
Ceklek, pintu kamar dibuka
Devan pun masuk ke dalam dan di Sambut dengan seorang bayi tampan yang tengah menangis di atas ranjang. Melihat hal itu, hati Devan merasakan sesuatu yang aneh dan tanpa berlama - lama Devan pun menghampiri Keenan dan menggendongnya.
"cup cup cup, sudah ya jangan nangis lagi. kamu kenapa ? haus ya ? tahan sebentar ya" kata Devan sambil menimang - Nimang Keenan dan menenangkannya.
Sungguh ajaib, gendongan Devan seketika membuat tangis keenan berhenti. Justru sekarang ia tengah menatap Devan dengan intens serta tangan nya terlihat melambai - lambai seolah ingin meraih wajah devan dan hal itu membuat gemas hingga tanpa sadar Bibirnya menyunggingkan tawa.
"Hahaha, lucu sekali kamu. melihat mu aku jadi ingat Dafin sewaktu masih kecil" ucap Devan sambil mengelus pipi Keenan.
lantas Devan pun terus saja bermain dengan Keenan, hingga ia lupa waktu dan rasa capek yang dirasakan nya. Namun di tengah - tengah kegiatan nya itu suara pintu yang terbuka dan suara melengking seorang wanita menghentikan kegiatannya.
"Tuan" ucap wanita itu.
.........
"Sayang" kata Angeline menghampiri Kevin yang tengah berada di ruang kerja nya.
"Iya sayang kenapa ?" tanya Kevin tanpa mengalihkan pandangan dari layar monitor yang berada di depannya.
"Ih lihat sini dong,"
Mendengar hal itu Kevin pun lantas mengalihkan pandangannya menatap ke arah Angeline, seketika ia sedikit merasa kaget melihat tampilan Angeline yang tengah memakai sebuah lingerie seksi berwarna merah dengan dalaman yang sama.
"Iya ada apa ?" tanya kevin dengan tatapan datar nya seolah tidak tertarik dengan apa yang tersaji di hadapannya.
Melihat respon Kevin yang biasa - biasa saja, Angeline pun merasa kesal lantas ia segera melangkah menghampiri Kevin dan duduk di pangkuan nya.
__ADS_1
"Sayang, kamu kok gitu sih. Aku kangen tau" kata Angeline sambil meraba dada bidang Kevin
Dan ya, di balik kata kangen nya itu ada sesuatu yang terselip di dalamnya, dan mungkin hanya Kalian yang sudah berumah tangga yang akan memahaminya.
"Aku capek lagi banyak kerjaan sayang, kamu tidur saja duluan ya" kata Kevin berusaha melepaskan belitan tangan Angeline di leher nya.
Namun tanpa putus asa, Angeline kembali menggoda Kevin dengan ******* bibirnya Agresif, namun lagi - lagi Kevin pun menolaknya.
"Aku sudah bilang sayang, aku banyak kerjaan Tolong kamu mengerti" kata Kevin berusaha berkata baik dengan tatapan tegas nya.
Mendengar hal itu Angeline pun marah, tatapan matanya melotot dan dengan kasar ia pun segera turun dari pangkuan Kevin dan segera pergi ke luar diiringi bunyi pintu tertutup yang keras.
Brakkk.
Melihat hal itu, Kevin pun hanya bisa menghela nafas panjang.
.........
"Tuan, anda disini?" tanya Anin yang sedikit merasa kaget dengan kehadiran Devan di kamarnya.
"Owalah iya, terima kasih banyak ya tuan sudah membantu menenangkan nya"
"Iya sama - sama, lain kali jangan tinggalin dia sendiri. kasihan, apalagi sampai nangis kaya gitu takutnya dia kehabisan nafas" kata Devan menunjukkan rasa peduli nya
"Maaf, sebenarnya tadi saya sedang menyeduh susu untuknya dari dapur" kata Anin dengan sebotol susu formula di tangannya.
Melihat hal itu, Devan merasa sedikit kaget.
"Loh, kamu ngasih dia susu formula? kenapa nggak Asi saja kan itu lebih bagus dan sehat"
"Hmm, sebenarnya saya juga ingin tuan tetapi keadaan saya yang sedang hamil membuat saya mau tidak mau harus menghentikan pemberian Asi" kata Anin
Lagi - lagi Devan kembali dibuat kaget dengan penjelasan Anin, apa katanya Hamil ?
__ADS_1
"Hamil ? seriusan kamu sekarang sedang hamil ?" tanya Devan
"I iya tuan sa saya sedang hamil, dan kandungan saya baru berusia 4 bulan jadi masih belum terlalu kelihatan" kata Anin.
"O-owh maaf kalau begitu saya tidak tahu, ya sudah ini anakmu" kata Devan menyerahkan Keenan ke dalam pangkuan Anin.
"Baiklah kalau begitu, saya pergi." pamit Devan sambil mengelus pipi Keenan dengan sayang.
"Baik tuan, sekali lagi terimakasih ya" kata Anin tersenyum sambil menatap wajah tampan milik devan
"Okay sama - sama" balas Devan dengan senyuman merekah di bibirnya.
Melihat senyuman itu entah kenapa Anin merasakan hatinya berdebar tanpa sebab.
"Ya Allah apa yang terjadi padaku ?" kata Anin dalam hatinya
.........
"Arghhh, sialan si Kevin berani banget dia nolak gue malam ini" kata Angeline sambil melempar bantal dan guling yang ada di hadapannya.
"Gue udah Susah payah goda dia eh dia malah acuh dan lebih memilih kerjaannya dibandingkan menghabiskan waktu sama gue, beda banget sama Jhon" kata Angeline lagi dengan rasa kesal yang memuncak.
lantas Angeline pun dengan segera melakukan panggilan video call dengan sang kekasih Jhon, Dan beberapa saat kemudian dari dalam kamar itu terdengar sebuah ******* dan erangan. Entah apa yang terjadi di dalam sana setelah Angeline menghubungi Jhon dan yang pasti hanya mereka lah, Author dan tuhan yang tau akan jawaban nya.
.........
Readers, Banyak yang nanya author kok gak update, mana nih up nya, kelanjutan nya mana ??
dan sebagainya
Maaf ya readers, author akan berusaha kok untuk up setiap hari jadi jangan tinggalkan dukungan kalian ya.
...Love untuk kalian...
__ADS_1
...banyak banyak pokok nya♥️♥️♥️♥️♥️...