Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 92


__ADS_3

Brakkk


Suara keras terdengar menggema dari lemparan Amplop besar berwarna coklat yang kini telah mendarat di atas meja kaca milik Kevin.


"Apa ini ?" tanya Kevin kepada rehan.


"Itu adalah amplop yang berisi bukti - bukti semua kejahatan yang telah dilakukan Angeline dan di dalam nya juga ada sebuah Flashdisk yang berisi rekaman cctv serta rekaman yang berhasil di abadikan sama mata - mata gue yang selama ini mengikuti kegiatan Angeline" jelas rehan.


Dan tanpa menjawab, Kevin pun langsung membuka amplop tersebut dan mengeluarkan semua isi nya. Dan dari foto pertama saja, ia telah mengetatkan rahang nya.


~ Foto pertama terlihat Angeline yang tengah berciuman mesra dengan pria yang dia ketahui sebagai Asisten baru nya yaitu Jhon


~ Foto ke dua, terlihat Angeline dan jhon yang tengah berbaring dengan tubuh polos di atas sebuah ranjang


Hingga foto - foto berikut nya yang di lihat semakin membuat Kevin marah.


"Foto ini belum seberapa Vin, mendingan sekarang Lo tonton aja video yang ada di flashdisk itu. dan gue yakin Lo akan tau semua jawaban nya" kata rehan.


"Oke akan gue putar sekarang" jawab Kevin.


1...2...3


Video telah terputar, Disana ditampilkan lah foto Angeline yang tengah berlibur bersama dengan Jhon di Singapura, berlanjut pada video Angeline yang tengah memukul dan memarahi Anin, Hingga pada video saat Angeline Sedang bercengkrama dengan jhon yang tengah merencanakan kehamilan palsu nya.


Dan pada puncaknya, Ia juga melihat video saat Angeline sedang memereteli mobil sang ibu, hingga kecelakaan dan lumpuh.


Setelah melihat semua itu, Kevin pun bersandar di kursi sambil memijat keningnya. Sungguh ia begitu lemas setelah melihat semua bukti ini.


"Ja-jadi dia yang udah bikin mamah celaka dan selama ini gue udah di bohongi sama Angeline dan dengan bodoh nya gue diam saja dan percaya sama dia" ucap Kevin dengan mata berkaca-kaca


"Manusia macam apa gue ini re" ucap Kevin lagi


Melihat apa yang terjadi pada sahabat nya ini, Rehan pun menghela nafas panjang. Sungguh ia merasa iba.


"Gue udah memperingatkan Lo dari awal Vin, tapi Lo gak pernah percaya. Cinta telah membutakan segalanya.

__ADS_1


Dan karena Angeline pula lah, Lo telah menyakiti hati wanita baik dan polos seperti Anin, Dan hanya dialah yang begitu tulus sama Lo selama ini.


Lo diamkan Anin, Lo siksa dia, Lo bentak dia, Lo marahin dia dan Lo juga gak anggap dia sebagai istri dan yang lebih parah nya Lo juga gak anggap anak yang dia kandung. tetapi apa ? dia tetap saja diam dan tak pernah melawan, bahkan dia tetap menghormati dan menyayangi Lo sebagai suami


Benar - benar lo gak ada manusiawi nya sama sekali " ucap rehan panjang lebar yang seketika membuat Kevin terdiam.


Anindya ?


Iya, satu kata itu yang kini terlintas di dalam benak Kevin. Satu persatu adegan masa lalu yang dia lakukan pada Anin seolah terputar sempurna.


"Anin, iya Anin gu-gue bersalah sama dia re. Dan saat dia pergi sekarang gue merasakan sebuah kehampaan" ucap Kevin.


"Hem, sekarang gue rasa Lo udah cinta sama dia bahkan mungkin sedari dulu nama Anin udah ada di hati Lo, tapi sayangnya semua itu tertutup sama rasa benci yang Lo punya" kata rehan


"Terus sekarang gue harus gimana re ? gue nyesel" ucap Kevin sambil meremas rambutnya.


"Gue gak tahu, Semua keputusan ada di tangan Anin dan Lo lihat saja takdir tuhan nanti. Dan sekarang gue hanya mau bilang sama Lo, Selamat datang di gerbang penyesalan Kevin Adiwijaya"


.........


"Kamu semakin ke sini mirip sama papah Dimas ya sayang" kata Anin.


"Dim, anak Kita sekarang sudah semakin besar. Dan saat aku melihat nya aku selalu saja merindukan mu dan ya, apalagi jika sedang melihat bulan seketika saat itu juga aku teringat akan kenangan kita" ucap Anin.


Flashback On


Di sebuah taman, terlihat sepasang remaja tengah duduk santai di salah satu kursi yang tersedia di sana. Sesekali mereka saling bercengkrama, bercanda dan tertawa. sungguh itu adalah kenangan remaja yang indah.


"Nin" panggil Dimas.


"Hemm, ada apa ?" tanya Anin tanpa mengalihkan pandangan nya dari langit malam yang cerah ini.


"Kau fokus sekali melihat bulan itu,"


"Iya dim, aku senang Melihat nya. bulan begitu tenang menyinari kegelapan malam meskipun dia tidak ditemani bintang"

__ADS_1


"Hem iya sih, dan apakah kau tahu kalau aku adalah jelmaan bulan" kata Dimas


mendengar hal itu, Anin pun lantas menatap Dimas sambil mengernyitkan dahinya.


"Hah ? jelmaan bulan ? maksud mu apa sih dim aku gak ngerti deh"


"Astaga, Anindya sahabat aku yang paling cantik. maksud nya itu, jika aku sedang tidak bersama mu dan kamu begitu merindukan ku kau lihat lah ke arah bulan sana, karena di situ ada hatiku yang terpaut untukmu" ucap Dimas dengan tatapan serius


"Oh yayaya, aku faham. tapi bahasa mu itu loh, kaya yang mau ninggalin aku dan pergi jauh saja" kata Anin


"Ya gak gitu juga Anin, ah kamu mah gak ngerti - ngerti sih. jadi gemes aku" kata Dimas yang langsung saja mencubit pipi Anin


"Awww sakit tau, sini aku balas kamu" kata Anin


Namun belum juga terjadi, Dimas malah sudah berlari menghindari Anin.


"Yah lari, awas kamu ya aku kejar nih" ucap Anin pantang menyerah


Dan akhirnya pada malam hari ini di tengah pancaran sinar rembulan, dua anak manusia tengah saling mengejar dan tertawa.


Flashback Off


"Semoga kamu tenang di sana ya dim. Aku merindukan mu" kata Anin


.........


Huaaaaa readers


maafin author yang baru up sekarang 😭


Jangan ngambek ya sama author 🥺


Jangan lupa juga


...Like, Komen & vote nya ya ♥️♥️♥️...

__ADS_1


__ADS_2