
Saat ini, Anin sedang duduk manis di salah satu bangku kayu yang berada di taman belakang dengan Keenan yang berada dalam gendongan nya.
"Sayang lihat tuh, matahari nya udah mau terbenam nah orang orang menyebutnya dengan nama senja" kata Anin tersenyum sambil menatap keenan.
"Kamu tau gak dek, dulu papah Dimas senang banget kalo liat senja, bahkan setiap pulang sekolah kadang - kadang kita menyempatkan untuk ke taman sebentar untuk menyegarkan fikiran dan melihat senja"
Ucap Anin kepada bayi gembul itu sambil berkaca - kaca mengingat semua kenangan nya dengan sang sahabat Dimas.
Flashback on :
"Loh, kok kita kesini sih dim ?" tanya Anin sambil membuka helm nya.
"Gak papa kali nin, kita ini habis ulangan fisika, otak aku udah panas terus jenuh banget nah,, tujuan aku ngajak kamu kesini untuk merefresh kembali otak kita" kata Dimas tersenyum sambil meregangkan tangan nya.
"ya iya sih, tapi jangan lama - lama, aku belum izin sama bapak"
"baik tuan putri" Jawab Dimas.
Lalu mereka berdua pun duduk di salah satu bangku yang ada di taman tersebut. Keduanya menikmati suasana sore, sambil melihat senja.
"Wah lihat nin, sebentar lagi ada senja. pasti bakalan indah banget"
"Iya dim, kamu suka banget emang sama senja ?" tanya Anin penasaran melihat sang sahabat yang begitu senang kala melihat senja
"Bukan senang lagi, senja itu fenomena alam favorit ku bahkan kalo ke pantai, aku tidak boleh melewatkan senja sedetikpun"
"Oh gitu ya, pantesan"
Lalu keduanya pun hening sambil menikmati sekitar.
Flashback off
"Tapi nak, berbanding terbalik dengan papah kamu, mamah sama sekali tidak menyukai senja"
"Kamu tau kenapa ?"
"Senja memang indah tetapi sayang hanya sesaat setelah itu ia pergi menghilang meninggalkan goresan hitam di langit"
"Dan asal kamu tau dim, kepergian mu layaknya senja, kau pernah memberikan ku kebahagiaan lantas setelah itu kau pergi meninggalkan banyak awan kesedihan membawa air mata" Ucap Anin di dalam hati nya.
.........
__ADS_1
"Huftt akhirnya gue bisa istirahat juga" ucap Willi yang saat ini tengah membaringkan tubuhnya di salah satu kamar apartemen milik Angeline.
Iya, setelah memaksa dan memohon - mohon untuk diberikan tempat tinggal, akhirnya Angeline memberi Willi izin untuk tinggal di salah satu apartemen miliknya hadiah pemberian dari Kevin.
Namun meskipun begitu, Angeline mengancam nya agar tidak terus - terusan meminta uang kepada nya apalagi kalo sampe Kevin tau, bisa habis dia.
"Duhh, duit gue tinggal dikit lagi. mana seminggu ini Kak Angel gak bakalan ngasih gue duit." Kata Willi bingung sambil menggaruk kepalanya.
"wah kalo gitu sih, kayaknya gue harus nyari mangsa lagi nih. orang Jakarta kan pada kaya.. iya bener gue harus beraksi lagi" ucapnya lagi.
Lalu setelah itu, Willi pun tertidur dan berharap setelah bangun nanti ia akan menemukan segepok uang merah di samping nya.
.........
"Honey" panggil Angeline kepada Kevin yang saat ini tengah memeriksa email di handphone nya.
"Iya sayang"
"Ihhh honey, liat dulu kesini dong"
"Sebentar sayang, dikit lagi ini tanggung"
"Tuh kan kamu mah gitu, lebih sayang sama kerjaan dibandingin sama aku istri kamu sendiri" kata Angeline cemberut dan langsung membalikkan badan nya memunggungi Kevin.
"kamu mau apa sayang, jangan cemberut kaya gitu dong nanti cantiknya hilang" ucap Kevin gombal yang membuat Angeline tersenyum seketika.
"Honey, aku mau tas ini boleh kan ?"
Angeline pun lantas membuka ponsel nya dan menunjukkan gambar tas mewah merek Dior.
"Kamu mau ? ya beli aja. kan aku udah transfer uang bulanan ke rekening kamu"
"Dih belum honey, ini makannya aku mau nagih jatah bulanan aku"
"Lah emang iya ?"
"Iya honey, nih lihat saldo ATM aku"
Setelah melihat itu, kevin pun menyipitkan matanya ternyata benar apa yang dikatakan Angeline.
"Oh iya, maaf ya mungkin rehan lupa. ya udah aku transfer sekarang"
__ADS_1
Kevin pun lantas mengambil ponsel nya dan mulai mengetik sesuatu, hingga akhirnya suara pesan masuk terdengar di ponsel Angeline yang membuatnya tersenyum seketika.
"Yeayyy makasih honey, muachhh" kata Angeline tersenyum sambil mencium pipi Kevin.
Sementara itu, setelah mentransfer uang untuk Angeline. Kevin seperti teringat akan sesuatu hal dan untung saja ia lekas mengingatnya.
.........
Brughhh
suara pintu yang dibuka dengan kencang diiringi dengan langkah kaki jenjang dan tatapan mata nya yang tajam.
Namun sebelum itu, matanya seketika melotot kaget melihat sebuah benda kenyal nan padat itu terpampang jelas di depan matanya, dan seketika itu pula ia membalikkan tubuhnya.
"Sial" batin Kevin merasa gairah nya naik melihat benda milik Anin
Sementara itu, Anin yang saat ini sedang Asyik menyusui Keenan merasa kaget melihat pintu yang terbuka kencang dan Kevin yang bertandang ke kamar nya.
Melihat hal itu, Anin lantas menyadari kalau saat ini tubuh bagian atas nya terlihat jelas oleh Kevin, meskipun mereka pernah saling melihat tetapi waktu itu keadaan nya berbeda.
Lalu Anin pun refleks menjauhkan Keenan dari hisapan nya dan membenarkan pakaian nya namun untung saja bayi gembul itu sudah tertidur sehingga tidak merasa terganggu lalu Anin pun segera menidurkan keenan di kasur tipis milik nya.
"Ehm ma - mas Kevin. Silahkan masuk mas, ada apa ya ? ada yang perlu aku bantu ?" tanya Anin tersenyum dengan penasaran karena tidak biasanya Kevin masuk ke dalam kamar nya.
Namun bukan nya menjawab, Kevin malah melemparkan uang merah sebanyak 5 lembar tepat ke wajah Anin hingga membuatnya kaget dan uang itu pun berserakan di lantai.
"Nah uang bulanan mu" ucap Kevin dingin, lalu setelah itu tanpa basa - basi ia pun meninggalkan Kamar Anin.
Menatap kepergiaan Kevin, Anin pun terduduk lemas di lantai ia memandangi semua uang itu. Dan jika dibandingkan dengan jatah bulanan Angeline jumlahnya hampir Beratus ratus kali lipat.
Iya, uang yang berjumlah lima ratus ribu itu harus cukup untuk satu bulan sampai nanti Kevin memberikan nya lagi, jika di fikir - fikir sangatlah tidak cukup uang segitu untuk biaya hidup apalagi Anin memiliki bayi.
Namun, yang membuatnya lemas dan Sedih itu bukan lah jumlah uang yang diberikan karena sebanyak apapun itu ia akan tetap bersyukur karena Kevin masih mau memberinya uang.
Dan yang membuat nya seperti itu adalah, cara Kevin melemparkan uang ke wajahnya seakan - akan Anin adalah wanita murahan dan rendahan. tidak bisakah sedikit saja ia menghargai Anin ??
"Terimakasih mas Kevin atas nafkah yang kamu berikan kepadaku, dan untukmu Anin kau harus tetap semangat ingat ada Keenan yang membutuhkan mu" Ucap Anin menyemangati dirinya sendiri.
.........
Hemm, kayaknya mas Kevin harus Author kasih tau deh cara memberikan uang yang baik dan benar.
__ADS_1
Gimana setuju gak readers ?