
Malam hari ini Jarum jam telah menunjuk pada Angka 12, Langit malam terlihat semakin mengeluarkan pekat nya, Keheningan di sekitar mulai terasa mengetuk Indra pendengaran, Semilir Angin malam sedikit demi sedikit telah tercampur dengan hawa dingin yang menusuk.
Satu persatu makhluk hidup mulai memasuki Alam mimpi, Suasana rumah yang ramai perlahan mulai sepi dan sebagian lampu ruangan terlihat mati karena konon selain menghemat energi juga mampu menambah ketenangan ketika beristirahat.
Namun, di ruangan laundry yang berada di kediaman Adiwijaya terlihat lampu masih menyala terang, semerbak harum dari semprotan pewangi pakaian menyebar di seluruh ruangan Terlihat di sana wanita cantik yang masih muda itu tengah menyelesaikan kegiatannya yaitu menyetrika pakaian.
"huftt, tinggal 3 kemeja lagi aku harus semangat" Ucap Anin sambil terus membolak-balik setrikaan tersebut ke setiap bagian kemeja.
Iya, Saat ini Anin sedang ditugaskan oleh mamah Kevin untuk menyetrika pakaian, Meskipun tadi beberapa pelayan dan bi sari yang ingin mengambil alih tugas tersebut tetapi tetap saja mamah kevin ingin Anin yang melakukan nya.
Anin bahkan harus menyetrika semua pakaian Anggota keluarga yang pastinya itu tidak sedikit, dan ia harus menyelesaikan nya malam ini juga, kalau tidak keesokan paginya Anin diancam tidak akan di beri makan dan di larang untuk keluar kamar.
Sungguh tidak punya perasaan sekali nyonya Anita.
Kemeja satu
kemeja dua
Kemeja tiga
Akhirnya semua telah Anin selesaikan. lantas Anin pun memasukkan semua pakaian tersebut ke beberapa keranjang yang berbeda, Seperti hal nya saat ini, Anin tengah memasukkan kemeja ke dalam keranjang merah yang bertuliskan nama Kevin.
"Alhamdulillah ya Allah, tugas ini selesai juga. Terimakasih ya nak selama mamah setrika tadi kamu tidak rewel, maaf juga ya kalo kamu ngerasa cape. Oh iya, kita langsung ke kamar yuk, kasihan kak Keenan dari tadi sendirian di kamar." Ucap Anin mengelus perutnya pelan setelah itu ia bangkit, dan segera menuju ke kamar nya.
Dan untung saja, Keenan setelah ia beri ASI hingga tertidur dan sampai sekarang ia masih nyenyak dalam mimpinya
.........
Sementara itu, berbeda istri yang tidak dianggapnya. malam hari ini justru Kevin terlihat tengah mengatur nafasnya sambil sesekali menyeka keringat yang bercucuran di dahi nya.
Iya, Kevin dan Angeline baru saja saling berbagi keringat.
"terimakasih sayang cuppp" Ucap kevin sambil mencium dahi Angeline.
"Sama sama honey, yuk kita tidur aku ngantuk" Kata Angeline, lalu ia pun memeluk Kevin erat dan menenggelamkan dirinya dalam dada kekar sang suami.
"Okay sayang, Good night Sweet dreams baby"
"Good night too" Balas Angeline.
Lantas mereka berdua pun segera memejamkan matanya dan mulai mengarungi alam mimpi.
Sungguh dua keadaan yang berbanding terbalik, Disaat Kevin dan Angeline merasa kecapean karena saling memuaskan hasrat. Disana Anin merasa cape karena pekerjaan rumah tangga, Adilkah ini ?
__ADS_1
.........
Di kamar nya, saat ini Anin tengah berbaring di atas kasur tipis nya sambil memeluk Keenan. Dan baru saja ia memejamkan mata, Suara ketukan pintu membuatnya mau tak mau harus kembali bangkit dan memeriksa siapa yang malam malam begini bertandang ke kamar nya.
Krekk
Suara pintu terbuka.
Dengan syok Anin menutup mulut nya dan kedua matanya terlihat berkaca kaca, Terlihat di sana bi sari dan beberapa pelayan yang akrab dengan nya tengah membawa kue ulang tahun lengkap dengan lilin berbentuk Angka 19.
Iya, tengah malam ini tepat usia Anin menginjak umur 19 tahun.
"I-ini semua u-untuk ku ?" tanya Anin gemetar sedikit tidak percaya
"Iya non, ini semua untuk non Anin. Selamat ulang tahun yang ke 19 non, Semoga non panjang umur, sehat selalu, mampu menjadi ibu yang baik dan semoga kebahagiaan segera menghampiri" Ucap bi Sari tersenyum.
Dan tanpa aba - aba Anin langsung memeluk bi sari dengan erat, untung saja bi sari langsung sigap kalau tidak bisa bisa kue itu jatuh hehe.
Dan ia pun melakukan hal sama kepada 3 pelayan lainnya.
"Ayo non Anin tiup lilin nya dan jangan lupa buat permohonan ya" ucap salah satu pelayan yang diangguki Anin.
Lantas Anin pun memejamkan matanya.
hufftt hufftt hufttt
Lilin pun seketika padam. Dan semua orang bertepuk tangan.
"Aku sangat terharu, terimakasih ya semuanya. Bahkan aku sendiri lupa kalau tepat hari ini aku ulang tahun" Ucap Anin.
"Oh iya, kok kalian bisa tahu kalau anin ulang tahun ?" ucap nya lagi.
"Kami di kasih tau sama bi sari non, beliau mengajak kami untuk membuat kejutan buat non" Kata salah satu pelayan
Lantas Anin pun mengalihkan pandangannya kepada bi sari dan menatap nya Heran.
"Bibi kok tau ulang tahun nya Anin ?" Tanya Anin mengernyitkan dahinya.
"hehehe bibi gak sengaja liat dari KTP non waktu melahirkan den Keenan, dan bibi menghafal tanggal tersebut biar gak lupa" Ucap bi sari tersenyum.
"Oh begitu, sekali lagi terimakasih ya bi. Oh iya Ayo semuanya kita makan kue nya" Ucap Anin lantas ia segera ke dapur untu mengambil pisau dan piring lalu mengajak semua untuk masuk ke kamarnya.
Akhirnya mereka semua pun menikmati kue tersebut di dalam kamar Anin, Biarlah sekali - sekali malam ini mereka begadang untuk merayakan ulang tahun Anin.
__ADS_1
.........
Keesokan paginya seperti biasa rehan menjemput Kevin untuk pergi ke rumah sakit, ia telah stand bye menunggu sang sahabat sekaligus atasannya yang tengah berjalan itu di depan rumah.
Namun ada yang berbeda dengan rehan kali ini, ia terlihat tengah menenteng sebuah kotak kecil berwarna pink yang dihiasi pita merah.
Sementara itu, Kevin pun merasa sangat heran melihat rehan yang membawa sebuah kotak mana warna nya cerah gitu lagi kaya perempuan fikir kevin. Namun belum juga ia bertanya, rehan sudah lebih dulu menyela nya.
"Ehm vin tunggu bentar ya, gue mau ngasih ini dulu buat Anin" Ucap rehan yang membuat kevin kaget sekaligus curiga.
"Hah, ngapain Lo ngasih dia begituan. Lo ada main ya sama tuh cewek" tanya Kevin menatapnya curiga
"Idihh, Lo cemburu ? tenang aja kali Vin gue cuman ngasih ini sebagai hadiah ulang tahun dia"
"ulang tahun ? maksud Lo si Anin hari ini ultah gitu ?"
"Iya Vin, emang Lo gak tau ?" tanya Rehan yang di balas Kevin dengan menggelengkan kepalanya.
"Ckckck, suami apaan Lo istri sendiri aja kagak tau ultah nya kapan. Lo gak ngasih dia ucapan atau apalah gitu ?" tanya rehan
"Gak lah ngapain juga emang dia siapa sampe gue harus peduli sama ultah nya" ucap Kevin dingin.
"Dia istri lu nyet, kesel gue sama Lo. udah ah gue mau masuk dulu bentar, tunggu ya Vin"
lantas rehan pun segera masuk ke dalam untuk menemui Anin, Sementara itu kevin terus saja menatap punggung rehan yang perlahan tak terlihat.
"Mau dia ultah kek atau apa kek, gue gak peduli. Dia bukan siapa siapa dan bukan orang penting yang harus gue ingat" Batin kevin
.........
readers maaf ya Author baru up, karena beberapa hari ini author tidak punya kuotaš„ŗ
Sekali maaf yaa, terus jangan lupa dukung terus karya author.
...like...
...vote...
...komen...
Oh iya hampir aja lupa,,
HBD ya Aninšš Wish you All the bestā„ļø
__ADS_1