Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 51


__ADS_3

Di bawah guyuran Air, seorang remaja wanita nampak sedang memejamkan matanya meresapi setiap tetes air yang mengalir di tubuh nya, memberikan suasana sejuk pada kulit dan menghilangkan buliran keringat yang sebelumnya betah di sana.


Namun apalah daya, ternyata air tidak mampu membantunya untuk menghilangkan satu persatu adegan semalam yang tercetak jelas dalam ingatan nya.


Ekspresi wajah Kevin, sentuhan nya, erangan yang terdengar ketika ia menahan kenikmatan dan semua nya yang pertama kali ia alami membuatnya kecewa, menikmati dan sakit hati.


"Meskipun kau dalam keadaan tidak sadar, bahkan kau menganggap ku mbak Angeline tetapi aku ikhlas menyerahkan diriku padamu mas, dan aku juga bersyukur akhirnya setelah satu tahun menikah, aku merasakan juga nafkah batin dari mu" ucap Anin di dalam hati nya.


.........


Ceklek,


pintu ruangan Kevin terbuka, nampaklah Angeline yang berjalan melenggak lenggok menghampirinya dengan pakaian yang begitu seksi.


"honey," panggil Angeline yang membuat Kevin mengalihkan pandangan dari berkas - berkas yang sedari tadi menemani nya itu.


"Eh sayang, kamu disini ?" kata Kevin tersenyum menyambut kedatangan sang istri tercinta.


Lalu Angeline pun segera duduk di pangkuan Kevin dan melingkarkan tangan nya ke leher,


setelah itu, ia pun mengecup singkat bibir merah milik Kevin.


"Aku kangen banget tau sama kamu honey, maaf ya kemaren aku gak pulang. kamu tau sendiri kan kerjaan aku lagi padat banget" kata Angeline menatap Kevin sendu.


"Iya sayang, aku juga kangen sama kamu, gak papa kok aku memaklumi kerjaan kamu" jawab Kevin mengelus wajah Angeline.


"Oh iya, kerjaan kamu emang sudah selesai ?" tanya nya lagi.


"Belum sih, sebenernya aku masih ada pemotretan honey"


"Lalu kalau ada, kok kamu bisa kesini sih" tanya Kevin heran.


"Kenapa emang, kamu gak suka ya aku kesini ?" kata Angeline cemberut.


Kevin yang melihat hal itu pun, merasa gemas .

__ADS_1


"Aku cuman mastiin aja kamu baik baik aja dan selama kemarin aku pergi kamu gak tergoda wanita manapun"


Mendengar ucapan Angeline, Kevin pun merasa sedikit was was dan gelisah. ia takut kalau Angeline mengetahui semua apa yang telah dilakukannya dengan Anin.


"Nggak kok sayang, mana bisa sih aku tergoda sama wanita lain sedangkan aku udah punya istri yang sempurna kaya kamu" ucap Kevin merayu.


Bohong, itu sungguh ucapan yang penuh kebohongan. Buktinya, sejak kejadian kemarin Kevin tetap saja tidak mampu menghilangkan semua bayangan tentang Anin dan tubuhnya.


Setelah itu, karena tak ingin Angeline curiga Kevin pun segera ******* bibir nya dan menggendong Angeline ke kamar pribadi Kevin yang berada di ruangan itu, hingga tak lama kemudian terdengar lah suara ******* dan erangan dari dalam sana.


.........


Sementara itu, Anin saat ini sedang berjalan di trotoar, ia baru saja di suruh oleh mamah Kevin untuk membeli buah - buahan segar karena stok di rumah sudah habis.


Entah sengaja atau bagaimana, uang yang di berikan oleh mamah Kevin semuanya habis dibelikan buah dalam catatan yang diberikan oleh nya pada Anin.


Sehingga untuk pulang Anin pun tidak memiliki uang sepeser pun dan ia juga lupa tidak membawa uang cadangan milik nya. Untung saja ketika tadi berangkat ia punya ongkos dari uang yang terselip di saku dress nya, karena mamah Kevin tidak memberinya ongkos sama sekali.


"Huftt, cape sekali mana masih jauh lagi" kata Anin mengusap keringat di kening nya.


"Tak apa Anin Ayo Kamu harus semangat, kasian Keenan di rumah takutnya juga bi sari kecapean menjaganya" ucap Anin lagi dan ia pun mulai melanjutkan perjalanann nya


Namun untung saja buah yang ia beli semuanya aman dan tidak ada yang rusak, karena ia melindungi semua itu dengan tubuhnya.


"Awhh perih" kata Anin.


Sementara itu, orang yang berada di dalam mobil tampak syok karena ia hampir menabrak seorang pejalan kaki.


"Siall, ntar gue telfon lagi" kata laki laki itu mematikan telfon nya dan segera turun dari mobil menghampiri Anin.


"Lo gak papa ?" tanya nya melihat keadaaan Anin sambil membuka kacamata hitam yang dia pakai


"Saya tidak apa apa tuan, hanya luka sedikit" Lalu Anin pun mendongak menatap wajah orang yang hampir menabrak nya,


Seorang pria tampan, tinggi dan memakai pakaian casual serta rambut nya yang acak acakan menambah kesan tampan di wajahnya.

__ADS_1


"Oke syukurlah. lagian Lo juga udah tau ada mobil malah nekat nyebrang. untung aja mobil gue gak lecet" kata Willi angkuh.


Iya, dia adalah Willi Raharja adik kandung Angeline.


Dia baru saja sampai di Jakarta setelah liburan bersama teman teman nya di Bali.


Sama seperti kakak nya, ia pun memiliki sikap yang Angkuh, selain itu juga ia adalah seorang playboy yang senang Gonta ganti cewek.


Setelah kedua orang tua nya meninggal, ia menggantungkan hidup nya kepada Angeline. Semua kebutuhan nya selalu ia pinta kepada sang kakak. Angeline pun beberapa kali meminta nya untuk bekerja, sudah cukup lah diusia nya yang ke 23 untuk hidup mandiri namun ia selalu menolak dan malas untuk bekerja.


Hingga terkadang kalau sedang kesal, Angeline bahkan tidak memberinya uang. Namun meskipun begitu ia tetap memiliki penghasilan, dari manakah itu ?


Iya, dia mendapatkan itu karena melayani Tante Tante girang yang butuh akan kepuasan. Karena menurutnya ini adalah pekerjaan yang paling mudah, hanya tinggal membuat para Tante itu mendesah maka uang sudah ada di tangan.


ia pun punya keuntungan, uang di dapat dan kepuasan pun diraih.


"Maaf kan saya tuan, saya teledor dan tidak melihat mobil anda" Kata Anin menunduk meminta maaf.


"Ah sudah lah, banyak omong lo" kata Willi arogan lalu ia pun segera pergi meninggalkan Anin dan melajukan mobil nya.


"Hemm apakah memang orang kaya semuanya bersikap seperti itu ?" kata Anin memandang kepergian Willi.


.........


Sesampai nya di rumah, Anin pun segera menyimpan buah buahan tersebut di dalam kulkas. lalu ia pun kembali ke kamar nya, terlihat Disana bi sari yang ketiduran sambil memeluk keenan di samping nya.


Mendengar ada suara, bi sari pun lantas terbangun ia pun tersenyum melihat Anin, hingga tak lama kemudian senyum nya luntur melihat tangan Anin.


"Ya Allah non itu tangan nya kenapa ?"


"Eh bi sudah bangun, maaf ya Anin ganggu tidur bibi. gak papa Bi, ini hanya luka kecil tadi di jalan Anin tak sengaja jatuh dan hampir ditabrak mobil, untung lah Allah masih memberikan Anin keselamatan"


"Alhamdulillah, kalau non tidak apa - apa sini bibi bantu obatin luka nya"


Lalu bi sari pun segera bangkit membawa kotak obat dan air lalu ia pun segera membersihkan luka Anin.

__ADS_1


.........


dukungan nya mana nih readers 😢


__ADS_2