Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 43


__ADS_3

"Alhamdulillah, akhirnya semuanya selesai juga. Semoga kamu suka ya dek dengan perlengkapan yang mamah beli buat kamu, maafin mamah ya yang belum bisa memberikan yang terbaik untukmu" Ucap Anin lirih sambil mengelus perutnya.


Iya, setelah pulang dari pasar Anin langsung membereskan semua perlengkapan yang ia beli, ia amat bersyukur uang yang ia miliki bisa membeli beberapa keperluan bayi seperti baju, celana, popok, bedak+minyak telon bayi dan lain sebagainya.


Meskipun dengan jumlah yang tidak banyak dan harga yang sangat murah.


Setelah semuanya selesai, Anin pun lanjut merebahkan dirinya di atas kasur tipis yang ada di sana dan karena merasa kelelahan tanpa sadar Anin pun tertidur.


...…...


Keesokan paginya seperti biasa Anin membereskan meja makan setelah selesai digunakan, lantas ia pun berlanjut ke dapur untuk mencuci piring.


Ketika ia sedang fokus pada kegiatannya, Angeline tiba - tiba datang mengagetkan nya.


"Heh Anin," Bentak Angeline


"Eh iya mbak ada apa ya ? ada yang bisa aku bantu ?" tanya Anin ramah sambil tersenyum.


"Bukan itu, gue kesini mau tanya, Lo kan yang cuci dress gue kemaren ?" tanya nya sambil menunjukan sebuah dress yang ada ditangannya kepada Anin.


"Iya mbak, kenapa memangnya ?"


"Lo gak becus kerja atau gimana ? liat nih gara - gara Lo dress kesayangan gue jadi luntur warnanya"


"Maaf mbak kalo itu saya gak tau, kemaren saya cuman kucek sedikit setelah itu saya bilas"


"Halah alasan saja Lo" bentaknya kembali sambil mendorong Anin ke belakang hingga terbentur ke tembok dan seketika membuat perut Anin sakit.


"Awhh mbak, perutku sakit" ucap Anin, lalu Angeline yang mendengarkan hal itu pun lantas segera pergi meninggalkan Anin yang merintih kesakitan.


"Aduh ya Allah perutku sakit"


Lantas Anin pun segera duduk dan mengelus perutnya perlahan - lahan, lalu ia pun segera mengambil nafas secara teratur dan berulang sehingga sakit pada perutnya perlahan menghilang.


...…...


Siang pun berganti malam, saat ini di luar hujan turun dengan begitu deras nya.


Entah kenapa semenjak kejadian tadi pagi Anin terus saja merasakan sakit pada perutnya, dan sakit yang ia rasakan pun seolah mempermainkannya kadang terasa lalu sekejap menghilang begitulah seterusnya.


"Ya Allah dek, kamu jangan mempermainkan mamah ya sayang, awss" ucap Anin mengelus perutnya.

__ADS_1


Namun entah kenapa rasa sakit ini semakin lama malah semakin menjadi hingga tanpa sadar membuatnya berteriak kesakitan.


"Astaghfirullah ya Allah sakit sekali dan cairan apakah ini ? tidak mungkin aku pipis,,


ah Apakah ini waktunya aku melahirkan?" ucap Anin yang merasakan basah pada celana nya, yang ternyata itu adalah air ketuban Nya yang sudah pecah


Lantas dengan sekuat tenaga dan menahan sakit ia pun melangkahkan kakinya ke luar kamar guna mencari bantuan.


Entah kebetulan atau bagaimana ketika ia telah membuka pintu, terlihat bi Sari baru kembali dari dapur sambil membawa cangkir, dan ia sungguh terkejut melihat Anin yang merintih kesakitan, lantas ia pun segera menghampiri nya.


"Ya Allah non kenapa ?" tanya nya panik


"Aww perut Anin sakit banget bi, kayaknya Aku mau melahirkan, tolong bantu Anin ya bi"


"Iya non iya, sebentar non duduk dulu di sini, bibi mau memberitahu dulu tuan muda dan nyonya"


Lalu bi Sari pun segera pergi ke kamar kevin.


...…...


tok tok tok


Bi Sari terus saja mengetok dan memanggil manggil kevin secara berulang kali.


Setelah sekian lama Akhirnya pintu pun terbuka menampilkan wajah Kevin yang terkesan begitu dingin nya.


"Ada apa bi malam malam begini memanggil dan sangat mengganggu waktu istirahat saya dan istri ?" tanya nya dingin


"maaf den tapi tolong bibi, non Anin sedang kesakitan sepertinya ia mau melahirkan. Ayo den tolong bibi buat membawa nya ke rumah sakit ?" ucap bi Sari memohon.


"kenapa harus ke saya ? bibi bawa saja dia ke rumah sakit, saya tidak Sudi jika harus membantu dia dan anak haram nya itu. sudahlah jangan ganggu saya lagi, sana pergi" ucap Kevin sambil menutup pintu kamarnya begitu kencang hingga membuat bi sari begitu kaget.


"Ya Allah den Kevin kenapa begitu teganya dia pada istri nya sendiri"


Dan tanpa menyerah, bi sari pun segera pergi ke kamar mamah Kevin.


Sama seperti sebelumnya ia pun mendapat penolakan kembali, bahkan dengan teganya mamah Kevin mendoakan agar Anin dan anaknya tidak selamat.


Sungguh tidak punya hati sekali dia.


...…...

__ADS_1


Sementara itu, entah kenapa malam ini bapak Anin merasa sangat tidak tenang. Fikiran nya terus saja tertuju kepada sang putri.


"Ya Allah entah kenapa sejak kemarin aku trus saja memikirkan Anin, Aku mohon ya Allah lindungi dan berilah dia kebahagiaan ya Rabb hamba mohon" Pinta bapak Anin dalam sholat nya.


...…...


Di tengah rasa sakit nya, Anin pun melihat bi Sari yang melangkah gontai sambil sesekali menyeka air matanya.


"Awh, ba bagaimana bi ?" tanya Anin terbata


"Bibi mohon maaf Non, mereka tidak mau membantu sama sekali. Tapi tidak papa bibi biar bibi saja yang membawa non ke rumah sakit, sudah ada pak Jamal ( supir pribadi keluarga Adiwijaya ) yang akan mengantar kita. Ayo non bibi berdiri"


Lalu dengan susah payah, bi sari pun membantu Anin untuk berdiri dan memapahnya berjalan menuju mobil.


"Bi, A a nin minta to tolong lagi ya. Di dalam kamar a ada tas warna bi biru yang berisi perlengkapan ba bayi yang udah Anin persiapin sama U uang di bawah kasur se sekalian bibi bawa ya"


"Iya non akan bibi ambilkan"


Lalu Anin pun segera masuk ke dalam mobil di bantu pak jamal, sementara itu bi Sari pun segera kembali ke gudang untuk mengambil apa yang Anin pinta.


...…...


Semakin malam, hujan pun turun dengan deras apalagi ditambah suara petir yang ikut bersahutan seolah menemani Anin yang saat ini tengah berjuang antara hidup dan matinya demi sang buah hati.


"Awhh bi, sakit sekali Anin tidak kuat" Ucap Anin


"Tahan ya non, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit. Ayo non pasti bisa bibi yakin" Kata bi Sari sambil terus mengusap pinggang Anin dan sesekali menyeka keringatnya.


"Pak lebih cepat ya" pinta bi Sari


"Iya bi, tapi jalanan begitu licin dan penglihatan pun susah maaf kalau begitu lamban tapi ini demi keselamatan kita semua"


"Ya sudah pak gimana baiknya saja" Ucap bi Sari cemas.


"Ya Allah, harusnya di saat seperti ini non Anin di beri dukungan oleh keluarga khususnya sang suami, tetapi den Kevin malah sangat tidak peduli. Kasihan sekali dirimu non" Batin bi Sari iba melihat Anin hingga membuatnya menitikkan Air mata.


...…...


Anih mau melahirkan nih readers, gimana ya keadaan Anin dan anaknya apakah mereka selamat ataukah keinginan mamah Kevin akan terwujud ?


Ikuti terus kisah Bukan inginku.

__ADS_1


Dukung karya ini ya readers🥰


__ADS_2