
"Non, A - apa mungkin yang terjadi sekarang ini ka karena non Anin Se - sedang hamil ?"
"Ma - maksud bibi ? sekarang Anin sedang hamil gitu ?"
"Iya non, soalnya kalau masuk Angin tidak mungkin dan non juga tidak punya riwayat penyakit maagh lagian yang non alami saat ini sama seperti gejala orang yang hamil muda" Ucap bi sari.
Mendengar hal itu, Anin seketika terdiam.
dan keterdiaman nya itu membuat bi sari merasa bersalah.
"Ehm, maaf non bibi hanya menduga saja dan maaf apabila ucapan bibi menyinggung perasaan non, harusnya bibi tidak berkata seperti itu karena bibi tau bagaimana kehidupan pernikahan non" terang bi sari mengelus rambut Anin.
Lalu setelah itu, bi sari pun berpamitan pergi meninggalkan Anin yang tengah bersandar di wastafel.
"Apa mungkin aku benar hamil ya ?" ucap Anin sambil mengelus perut rata nya dan setelah itu ia buru - buru kembali ke kamar untuk mengecek jadwal tamu bulanan nya
.........
Bruggghh
Terlihat seorang pria yang saat ini tengah menelfon tanpa sengaja menubruk seorang gadis di parkiran mall hingga belanjaan nya jatuh ke lantai.
"Astaga saya minta maaf nona, saya tidak sengaja" ucap pria tersebut mematikan telfon nya dan langsung memungut belanjaan Gadis tersebut.
"Ini belanjaan nya, sekali lagi minta saya maaf ya" ucap nya lagi mendongak menatap wajah si gadis yang saat ini tengah memandang nya terpesona.
"Gila gila ganteng banget nih cowok, tampilan nya keren dan stylish bener - bener tipe gue banget" batin gadis tersebut
"Heyy nona, hello"
"Eh iya, tidak apa - apa maaf saya melamun. boleh minta tolong antar ke mobil saya" ucap gadis itu malu malu.
"Baiklah, di sebelah mana ?"
Lalu Gadis itu langsung menunjuk sebuah mobil sport warna putih yang terparkir rapih di sebelah kanan.
"Terimakasih," ucap gadis tersebut memandang sang pria dengan tatapan terpesona, sepertinya ia jatuh cinta pada pandangan pertama.
Sedangkan sang pria yang menyadari kalau gadis tersebut terpesona kepadanya, ia pun tersenyum dengan licik.
"Sama - sama, oh iya boleh kenalan ? Aku Willi Raharja panggil saja Willi" katanya sambil mengulurkan tangan.
"Aku Valerie," ucapnya sambil menerima uluran tangan tersebut.
"Nama yang cantik seperti orangnya" Ucap Willi yang membuat pipi Valerie bersemu merah.
"Kayaknya nih cewek orang kaya, bisa banget gue manfaatin, hello Mangsa baru selamat datang di perangkap ku" Batin Willi menatap Valerie sambil tersenyum smirk.
.........
"Astaghfirullah, aku sudah satu bulan tidak menstruasi, apa jangan - jangan aku benar - benar hamil. Aku harus memastikan nya" Kata Anin.
__ADS_1
Lalu ia pun segera mengganti pakaian nya dan bergegas keluar untuk membeli testpack, namun sebelum itu, ia terlebih dahulu menitipkan keenan kepada bi sari dengan alasan ingin membeli vitamin dan popok untuk Keenan.
Sesampainya di apotek ia langsung memesan testpack yang dibutuhkan nya.
"permisi kak, saya mau membeli testpack" kata Anin.
Sementara itu, sang pegawai apotek menatap Anin lekat, ia merasa aneh melihat seorang gadis remaja yang ditebaknya masih SMA ini membeli testpack. padahal ia tidak tau saja kalau remaja ini sudah memiliki seorang anak.
Anin yang merasakan tatapan aneh dari sang pegawai pun langsung tersenyum.
"Eh ini pesanan dari mamah saya kak hehe" ucap Anin malu Malu.
Setelah itu sang pegawai pun ikut tersenyum dan merasa malu akan dugaan nya, lantas ia segera membawa beberapa model testpack.
"Ini ada beberapa model dek, mau yang mana ?"
"Ehm, yang paling bagus dan akurat Yang mana kak ?" tanya Anin bingung.
Lalu sang pelayan pun menunjuk tiga buah testpack yang berbeda dan anin pun memilih ketiganya, tak lupa ia juga membeli popok untuk Keenan.
.........
"Astagaaaa Willi, kamu ganteng banget sih" ucap Valerie sambil berguling - guling di atas kasur nya.
Iya, sepertinya adik perempuan Kevin ini tengah jatuh cinta.
"Pokoknya aku harus deketin dia" kata Valerie.
Valerie mengernyitkan dahinya heran dan bertanya - tanya nomor siapa ini.
lantas ia pun segera membuka pesan tersebut dan setelah membaca nya Valerie berteriak karena senang.
..." Hai, Valerie ini aku Willi"...
"OMG OMG Willi si tampan akhirnya hubungin akuu yeayyyyy,, tunggu tunggu aku balas apa ya.. duh kok jadi mendadak bodoh gini sih"
"hai juga Wil iya aku udah save nomor kamu"
Tak lama kemudian pesan pun terbalas dengan cepat
..."Kamu lagi ngapain ?"...
"Ya Ampun dia nanyain aku lagi ngapainnn, hati aku deg degan banget sih" ucap Valerie menatap layar ponsel nya.
Lalu mereka berdua pun saling berbalas dan terlihat Asyik dalam percakapan jarak jauh tersebut.
.........
Keesokan pagi nya Anin langsung ke kamar mandi dan mencoba testpack yang telah di beli kemarin.
Setelah membaca aturan dan cara pakainya Anin pun langsung melakukan nya dan setelah selesai, ia menunggu beberapa menit untuk mengetahui hasilnya.
__ADS_1
Bukan satu lagi
"Ya Allah" ucap Anin menutup mulutnya kaget, hingga tak terasa air mata mengalir di pipi nya.
Iya, testpack itu telah menampilkan hasilnya, tertera dua garis dan tulisan positif di sana.
Anin seketika terduduk lemas di lantai, seketika ia menangis dengan kencang. fikiran nya melayang pada kejadian satu bulan yang lalu disaat Kevin menyatukan tubuhnya, Anin sungguh Takut.
Apakah Kevin dan keluarganya akan menerima anak ini ? ia saja begitu dibenci dan tidak diterima disini, lantas apa kabar dengan anaknya nanti, meskipun dia adalah darah daging Kevin.
Lamunan nya pun buyar, ketika ia mendengar suara ketukan pintu dari luar dan terdengar suara bi sari disana.
"Non, sudah belum ? ini den keenan menangis sepertinya dia kehausan" ucap bi sari.
mendengar hal itu, Anin pun lantas membuka pintu dan keluar. sementara itu, bi sari yang melihat Anin terlihat kacau dengan wajah sembab dan lelehan air mata merasa terkejut.
"Non kenapa ?" tanya bi sari.
Dan tanpa menjawab, Anin langsung memeluk bi sari dan kembali menumpahkan air mata nya.
"A aku harus apa bi, Aku takut me mereka tidak akan me menerima nya" kata Anin terbata
"Maksud non Anin, menerima apa ?"
"Anin hamil bi, hiks hiks hiks"
Bi sari mematung, mendengar apa yang dikatakan oleh Anin.
"Ha hamil non ? tapi ba bagaimana bisa ? bukan nya selama ini non dan den Kevin tidak dekat ?"
Lantas bi sari pun segera membawa Anin ke kamar nya dan Anin pun menggendong Keenan dan menyusuinya.
Setelah Keenan diam dan tertidur, Anin pun mulai menceritakan kejadian satu bulan yang lalu, dimulai dari ia menolong Kevin yang mabuk dan membawa nya ke kamar tamu hingga Kevin yang menyetubuhi nya dengan paksa bahkan ia pun mengancam Anin.
mendengar hal itu, mata bi sari ikut berkaca - kaca. Ia prihatin terhadap nasib Anin, remaja yang sebentar lagi akan kembali menjadi seorang ibu.
"Non yang sabar, berdoa saja semoga den Kevin mau menerima anak yang sekarang non kandung"
"Semoga saja ya bi, Jangan sampai anak ini kembali mengalami kejadian yang sama seperti Keenan. dan apa pun resiko nya nanti, anin akan tetap membesarkan anak ini" kata Anin tersenyum
"Iya non, bibi senang melihat non senyum dan semangat seperti ini, non harus tunjukkan kalau non tidak bisa mereka tindas terus menerus"
"Iya bi pasti, Anin akan berjuang untuk bayi ini" kata Anin mengelus perutnya.
.........
Yahh, Anin hamil lagi deh.
Tapi apakah Kevin akan menerima bayi tersebut ?
Tunggu jawaban nya ya readers.
__ADS_1
Tapi author mau like nya Dong, boleh gak ? ðŸ¤