Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 46


__ADS_3

"Kau dan anakmu selamat ?" Tanya seseorang kaget.


Anin dan bi Sari yang mendengar hal tersebut seketika menghentikan langkah nya dan mulai mengalihkan pandangan nya mengikuti asal suara.


Dan alangkah kaget nya Anin, orang yang menanyakan hal yang bisa di bilang tidak pantas itu adalah ibu kandung dari sang suami, alias ibu mertua nya sendiri yang tidak pernah mengakui dan menganggapnya sebagai menantu.


Namun, Anin berusaha tenang dan tidak terpancing. Lantas ia pun segera menghampiri Mamah Kevin dan tersenyum ramah.


"Selamat pagi nyonya, Alhamdulillah keadaan anin dan bayi Anin sehat. oh iya nyonya, bayi Anin laki - laki dan bernama Keenan" ucap Anin memperlihatkan wajah sang bayi.


"Oh iya ? apakah saya peduli ? Memangnya siapa yang bertanya ? oh atau jangan - jangan kau berharap akan mendapat sambutan yang meriah begitu atas kelahiran mu ? jangan harap saya tidak Sudi" ucap mamah Kevin yang membuat hati Anin seketika berdesir.


"Bukan begitu nyonya, saya tidak bermaksud demikian" kata Anin membantah.


"Dan dengar ya mau anak mu laki laki atau perempuan sekalipun saya tidak pernah peduli. lagi pula siapa yang menyuruhmu untuk memperkenalkan anak haram ini hah ? saya bahkan tidak sudi menatapnya. Dan semoga anak mu ini tidak menjadi pembawa sial bagi keluarga Adiwijaya" kata Mamah Kevin tajam sambil menunjuk wajah Keenan.


Melihat hal tersebut, Anin hanya bisa menunduk dan terdiam sambil mendekap erat Keenan yang masih tertidur pulas di gendongan nya. Ingin sekali Anin melawan dan membantah semua ucapan nya, tetapi ia tidak mampu, lagi pula sekarang ada Keenan yang keselamatan nya harus ia jaga.


"Ya Allah tega banget nyonya berkata hal seperti itu" batin bi sari meringis melihat semua adegan itu


...…...


Sementara itu, Setelah mengantarkan Kevin ke rumah sakit rehan meminta izin kepadanya untuk kembali pergi dengan alasan ada barang yang tertinggal di rumah.


Padahal saat ini, rehan sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit tempat Anin melahirkan yang diberitahukan bi sari 2 hari yang lalu.


Setelah sampai di sana, rehan pun segera menuju kamar perawatan Anin.


ceklek


"Loh kok ruangan nya kosong sih, benar kan ini ruang kenanga nomor 3 ?" ucap rehan kembali mengecek nama ruangan nya.


"Bener ini, tapi Anin nya kemana ya. Ah gue tanya aja sama perawat disini deh"


Dan kebetulan sekali, ada seorang perawat yang sedang berjalan sambil membawa makanan untuk pasien, melihat hal tersebut rehan pun menghentikan langkah di perawat.


"Ehm permisi mbak, saya mau tanya. Kalau orang yang baru lahiran dan di rawat yang ruangan ini kemana ya ?" tanya rehan menunjuk ke arah pintu.


"Oh apakah yang anda maksud nona Anindya ?" tanya perawat itu


"Iya itu Anin"

__ADS_1


"Pasien tersebut telah diperbolehkan pulang pagi tadi pak"


"apa ? jadi dia sudah pulang tadi pagi ?" tanya rehan bertubi.


"Benar pak"


"Ya sudah kalau begitu, terimakasih informasinya" ucap Rehan


"Arghh sial, gue telat lagiii." kata rehan lagi sambil menyugar rambut nya kasar


"huftt sia - sia deh gue kesini. Eh tapi Anin pulang sama siapa ya ? ah udahlah sekarang mending gue ke rumah sakit lagi" kata rehan, lantas ia pun segera meninggalkan rumah sakit.


...…...


"Selamat datang di rumah sayang" Ucap Anin membuka pintu kamar nya.


Lalu ia pun segera meletakkan kasur bayi di samping kasur nya, lalu ia menepuk nya supaya debu yang menempel menghilang. dan setelah itu ia membaringkan Keenan.


"cup cup cup, tidur nya dek"


Setelah itu, Anin pun lantas pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya.


Hingga tak lama kemudian terdengar suara tangis keenan dan membuat Anin terburu buru menyelesaikan acara mandi nya.


Setelah selesai menyusu, bukan nya tidur Keenan malah mengerjap ngerjap kan matanya memandang lekat wajah Anin hingga membuatnya gemas.


"Gemes banget sih anak mamah, jadi pengen gigit" ucap Anin lalu ia pun mengecup pelan pipi Keenan dan menghirup wangi khas bayi yang disukai nya itu.


...…...


Sementara itu, Angeline yang baru turun dari kamar nya segera menghampiri mamah Kevin dan duduk di seberang nya. Ia merasa heran melihat sang mertua yang nampak sedang berfikir keras.


"Mah mamah kenapa?" tanya Angeline.


"Eh sayang, mamah gak papa kok"


"Beneran ?" tanya nya kembali menaruh curiga


"hemm, si Anin dan anaknya udah pulang kesini. dan mereka selamat serta sehat" ucap mamah Kevin sambil mengelus dahi nya.


"Apa mah ? Ja jadi suara tangis bayi yang aku dengar tadi di kamar itu, tangisan anaknya Anin ?" tanya Angeline kaget sekaligus khawatir

__ADS_1


Bagaimana tidak khawatir, ia takut kalau kehadiran anak Anin akan membuat Kevin perlahan - lahan perhatian Pada Anin dan anaknya itu apalagi Kevin seorang dokter.


Dan jika begitu, Anin akan mulai merebut Kevin darinya. Tidak, itu tidak boleh terjadi sudah susah payah dirinya memperoleh posisi ini . Ia harus terus membuat kevin membenci Anin dan anaknya.


"Hey Angeline, kok kamu melamun nak. Ada apa ?" tanya mamah Kevin heran melihat menantunya itu.


"Ehm gak papa mah, Angeline hanya takut kalau kehadiran anak Anin akan membuat kevin menjadi perhatian padanya dan ninggalin Angeline" jawab Angeline dengan mata berkaca - kaca, sungguh itu Akting yang sangat totalitas


"Gak akan mamah biarin ****** kecil itu merebut Kevin dari kamu, sampai kapan pun mamah akan terus dukung kamu." ucap mamah Kevin tegas hingga diam diam membuat Angeline menyunggingkan senyum licik nya.


"Akhirnya mamah kevin berpihak padaku, semakin banyak sekutu, akan semakin mudah buat ku nyingkirin Anin" batin Angeline


"Makasih ya mah, mamah udah dukung aku." kata Angeline menggenggam tangan mamah kevin.


...…...


"bapak sedang membuat apa ?" tanya Yudi heran melihat bapak Anin yang sedang berjibaku di depan mesin jahit


"Eh kamu yud, bapa lagi buat baju sama jaket buat Keenan" jawab bapak Anin sambil matanya terus terfokus pada kegiatan nya.


"Oh begitu, ya sudah jangan terlalu cape ya pak, Yudi disini saja temenin bapak ya"


"Baiklah yud kalau begitu"


Setelah mengetahui cucunya telah lahir, sepulang dari rumah sakit. Bapak Anin langsung meminta Yudi untuk mengantar nya ke toko kain.


Di tengah pergerakan nya yang terbatas, beliau begitu semangat ingin membuat hadiah untuk sang cucu. Dan dengan bantuan Yudi akhirnya ia pun mendapatkan kain yang cocok untuk di buat baju dan jaket.


"Nah, baju nya sudah jadi. tinggal jaket nya saja, bagaimana menurut kamu yud ?" tanya bapak Anin menunjukkan baju hasil karya nya.


"Wah bagus sekali pak, Yudi tidak menyangka ternyata bapak memiliki bakat juga di bidang fashion" puji Yudi.


Iya, baju berpotongan laki - laki berwarna abu abu dan putih dengan saku dan detail kancing itu begitu indah dan sangat cocok dipakai oleh bayi.


"terimakasih atas pujian nya yud, hah baru kemaren bapak menjenguk eh sekarang sudah rindu lagi sama Keenan" ucap bapak Anin yang mengundang tawa Yudi.


...…...


Author mau ngucapin terimakasih, atas kepercayaan nya, akhirnya setelah sekian lama karya bukan inginku berhasil lulus kontrak.


ini semua juga berkat dukungan para readers tercinta, terimakasih ya🤗

__ADS_1


jangan lupa like, vote dan koment.


dukung terus karya author ya readers 😘🥰


__ADS_2