
Bugh bugh bugh
Suara pukulan telak terdengar memenuhi kamar ruang perawatan Valerie. nampak di sana seorang pria tersungkur ke lantai dengan penuh luka lebam dan sudut bibir yang terlihat mengeluarkan darah. Di depan nya, nampaklah Kevin yang dipeluk oleh Anita yang tengah berusaha menghentikan kegilaan nya.
"Vin sudah Kevin, maafkan Willi. dia mungkin tidak sengaja melakukan nya" kata Angeline sambil membantu Willi untuk bangkit
"Diammm" bentak Kevin yang membuat semua orang yang berada di sana seketika terdiam
"Gara - gara adik mu yang brengsek dan berandalan ini, masa depan Valerie hancur. apa kau tidak bisa mendidik adikmu itu hah" kata Kevin lagi.
Iya, hanya dengan bermodalkan satu nama yaitu Willi dan juga handphone Valerie yang disadap. Dalam waktu beberapa jam saja, Willi sudah dapat di temukan oleh anak buah Adiwijaya suruhan Kevin dan Milan yang kala itu Willi sudah ingin kabur dan berada di luar kota.
Dan setelah ditemukan, hal yang membuat kaget yaitu ternyata Willi adalah adik kandung Angeline yang selama ini selalu di ceritakan oleh nya, ya meskipun selama mengenal Angeline belum Sekalipun Kevin melihat willi. Dan hal ini di ketahui saat Angeline terlihat shock melihat Willi yang datang bersama anak buah Milan.
"Aku minta maaf honey, aku tau aku bukan kakak yang baik untuk Willi, tapi aku mohon beri dia kesempatan untuk bertanggung jawab atas perbuatannya. karena bagaimanapun hanya Willi lah satu - satu nya keluarga yang aku punya saat ini" kata Angeline menggenggam tangan Kevin dengan Mata yang berkaca-kaca
Melihat kesedihan sang istri tercinta, membuat hati Kevin sedikit demi sedikit mulai luluh.
"Aku mohon ampun, aku tidak sengaja melakukan nya. lagi pula kami melakukan nya atas dasar cinta dan suka sama suka. alasan aku pergi bukan karena tak ingin meninggalkan Valerie dan calon anak kami, tetapi aku merasa belum siap dan takut tidak bisa menjadi ayah dan suami yang baik" kata Willi sambil duduk di lantai dan mengatupkan ke dua tangan nya.
Melihat hal itu, Valerie pun merasa senang sekaligus sedih. Senang karena ternyata Willi masih punya hati padanya, dan sedih karena di usia muda ini dia harus menjadi seorang ibu.
"Alasan apa pun itu, tetap saja perbuatan kalian tidak benar dan itu sudah sangat mencoreng muka kami" kata Milan Angkat bicara.
"Maafkan saya om, saya mu bertanggung jawab dengan valerie" kata Willi
Mendengar hal itu, Milan pun menghela nafas panjang.
"Tanggung jawab apa yang kau ucapkan itu ?" tanya Anita
"Saya akan menikahi Valerie Tante" kata Willi mantap
__ADS_1
.........
Sementara itu, Saat ini Anin tengah memasak makan malam di dapur karena rencana nya ia akan membuat masakan spesial untuk keluarga Narendra. dan di tengah kegiatan nya itu, Anin di kagetkan dengan sebuah sentuhan tangan kekar yang mendarat halus di bahu nya.
"Eh astaghfirullah, ya Ampun kak Devan ngagetin aja sih" kata Anin berbalik menatap ke arah devan yang saat ini tengah terkekeh karena merasa telah berhasil mengagetkan Anin.
"Hahaha, maaf deh soalnya kamu masaknya fokus banget sih" kata Devan.
"Ih Nyebelin banget sih kak Devan"
"Hahaha iya, maaf deh maaf. Oh iya Anin, boleh aku minta sesuatu ?" kata Devan berubah serius.
Dan tak lama kemudian, Devan pun meraih tangan Anin dan menggenggam nya erat.
"Apa itu kak ?" tanya Anin penasaran
"Kamu tau kan, status kita sekarang apa ? aku bukan kakak mu dan aku minta kamu berhenti ya panggil aku kakak." kata Devan menatap manik mata milik Anin dengan lekat.
"Lalu, aku harus panggil apa ?"
"Hehehe, kak Devan nih. ehmm aku panggil mas aja ya ? mas Devan ? oke" kata Anin tersenyum
Mendengar hal itu, devan pun terdiam sesaat sambil berfikir
"Ehm, mas ya. boleh deh itu jauh lebih baik daripada kakak. dan aku boleh kan panggil kamu sayang mulai sekarang ?" kata Devan
"Sayang ? aduh astaga aku malu" kata Anin lantas ia pun menutup muka dengan tangannya.
Bagaimana tidak malu ? seumur hidup baru kali ini ada orang selain bapa dan almarhumah ibu nya yang memanggil Anin dengan panggilan sayang. memang sih dulu dimas pernah panggil dia sayang, tetapi kan itu hanya sebatas candaan semata bukan serius seperti ini.
"Ih kamu kenapa sih, kok tutup muka malu ya hahaha" kata Devan menggoda Anin
__ADS_1
"Ya ampun mas Devan ini semakin menyebalkan tau gak"
"Gak papa sayang, tapi kamu suka kan"
"Ih udah ah sana, Anin mau masak lagi. jangan ganggu terus nanti gak selesai lagi" kata Anin sambil mencubit perut Devan
"Oke oke aku pergi sayang, jangan kangen ya"
"Nggak akan mas" kata Anin
.........
"Brengsek" kata rehan sambil mengepalkan tangan nya
"Gila gila, gue gak nyangka ternyata selama ini tuh orang udah nusuk Kevin dari belakang, benar - benar bermuka dua dan bodohnya kenapa gue gak curiga sama tuh orang dan kenapa baru tau hal itu sekarang sih" kata rehan lagi.
Iya, tadi sore rehan baru saja mendapat informasi terbaru dari salah satu anak buah nya yang ia tugaskan secara diam - diam untuk mengikuti Angeline dan kekasih gelap nya Jhon.
Ternyata ada satu fakta menarik yang ia dapat, ternyata Dani teman seangkatannya dan Kevin yang sekarang juga bekerja di rumah sakit Adiwijaya ikut bersekongkol dalam kejahatan Angeline dan Jhon. Dan itu berarti bertambah lah sekarang musuh di belakangnya yang harus ia tumpas di waktu yang tepat nanti.
"Gue harus hati - hati sama tuh orang, dan gue juga harus terus menyelidiki semua tentang dia" kata rehan kembali.
lantas setelah itu, rehan pun duduk termenung sambil menyandarkan kepalanya ke kursi. tatapan matanya menelisik ke atas mengingat tentang sang sahabat Kevin.
"Gue kasihan sama Lo Vin, begitu banyak orang di sekitar lo yang bermuka dua dan ingin Lo hancur. Tetapi Lo juga b***h, Lo membuang orang yang tulus sayang sama Lo kaya Anin dan lebih mempercayai hasutan keluarga Lo dan cewek hina kayak Angeline" kata rehan kembali.
.........
Readers maaf ya,
author bukan nya lelet up, atau kalau pun up eh malah sedikit atau bagaimana.
__ADS_1
author juga gak mau up cepat tetapi ceritanya kurang Sreg dan author tuh pengen ngasih cerita yang terbaik buat readers tercinta.
jadi mohon di maafkan plus di maklumi ya readers.. love you all 😘