Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 87


__ADS_3

Keesokan hari nya, Anita diam - diam pergi mengikuti Angeline yang sejak 5 menit lalu pergi meninggalkan rumah, ia pun memerintahkan seorang supir untuk mengantarkan dan mengikuti kemana pergi nya sang menantu.


45 menit kemudian, Anita pun melihat Angeline yang memasuki sebuah restoran mewah yang lumayan terkenal sekaligus privasi di kawasan Jakarta. Setelah masuk ke dalam, ia pun ikut duduk di meja Angeline.


"Astaga ? siapa pria itu, kenapa mereka terlihat begitu mesra ?" Kata Anita setengah berbisik kala melihat Angeline dan Jhon yang cipika - cipiki dan berpelukan.


Sementara itu, Angeline dan Jhon sama sekali tidak mengetahui kalau sekarang mereka tengah diintai oleh mamah Kevin.


"Honey, maaf ya lama tadi jalan agak macet" kata Angeline dengan pandang sayu


"Iya gak papa honey, aku juga baru Dateng kok, oh iya kamu mau pesan apa ?" tanya Jhon


"Ehm apa ya ? kayaknya aku spaghetti aja deh lagi pengen makan itu sama minumnya Orange jus aja" kata Angeline


"Ok sayang" jawab Jhon yang langsung memanggil salah satu pelayan yang berada di sana.


Sementara itu, Anita lagi - lagi merasa shock kala mendengar Angeline yang memanggil pria itu dengan sebutan honey, dan apa lagi ini ? pria itu mencium pipi Angeline dan bibir nya sekilas ?


"Astaga ya tuhan ? apa aku tidak salah lihat ? ja- jadi selama ini Angeline selingkuh dari Kevin ? kasihan sekali anak ku harus mempunyai pendamping pengkhianat dan J****g seperti dia"


"Ini tidak bisa di biarkan, aku harus menghentikan semua ini dan memberitahu Kevin tentang kelakuan Angeline namun sebelum itu, akan aku cari bukti lebih lanjut untuk menguatkan nya" kata Anita sambil terus memperhatikan ke dua manusia tak tahu diri di depan nya.


.........


"Selamat siang dokter Kevin"


"Ah iya, selamat siang juga dokter Dani. Apa ada yang bisa saya bantu ?" tanya Kevin ramah pada salah satu teman SMA nya itu.


Sementara itu, Rehan menatap tidak suka ke arah dokter Dani yang menghampiri mereka di ruangan Kevin.


"Dasar Penjahat, bagus banget aktingnya yang sok polos itu" kata rehan dalam hati nya

__ADS_1


"Ehm begini, saya hanya menyampaikan informasi dari pak Beni yang merupakan orang kepercayaan dokter Kevin untuk menangani pembangunan cabang rumah sakit kita, beliau mengatakan ingin menjadikan saya sebagai wakilnya.


Tetapi beliau juga meminta saya untuk menanyakan langsung persetujuan anda untuk hal ini" kata dokter Dani


"Ehm begitu ya, apa memang pak Beni tidak dapat menghandle nya sendiri sehingga harus menggunakan wakil ?" tanya Kevin


"Saya tidak tahu alasan pastinya, tetapi dia mengatakan kepada saya tentang hal itu. Dan kalau tidak percaya silahkan dokter Kevin untuk menghubunginya"


"Iya nanti akan saya hubungi"


"Baiklah kalau begitu hanya itu yang ingin disampaikan, saya permisi dulu Terimakasih" pamit dokter Dani.


"Iya silahkan"


Sementara itu, Rehan yang sedari tadi hanya duduk diam memperhatikan keduanya sedikit menaruh curiga akan permintaan tiba - tiba itu.


"Menurut gue Vin, Lo harus mengawasi hal ini karena gue rasa ada yang aneh di sini kok tiba - tiba pak beni meminta dokter Dani menjadi wakil nya dalam menangani proyek, sementara sejak dulu dia tidak pernah melakukan hal ini" ucap Reno mengeluarkan pendapat nya.


"Iya sih, tapi gue rasa ada kayak nya wajar dia minta wakil soalnya di usia nya yang tak lagi muda mungkin dia kewalahan dalam menangani hal ini, maka untuk itu dia meminta dokter Dani untuk menjadi wakilnya" balas Kevin


"Oke, akan gue lakukan"


.........


Sementara itu, Saat ini Devan, Anin dan Keenan tengah berada di perjalanan menuju ke sekolah nya Dafin karena malam tadi mereka telah berjanji untuk menjemput nya ke sekolah. Dan setelah menempuh waktu selama 40 menit akhirnya mereka pun telah sampai di sana.


Dan Tepat sekali, kedatangan mereka bertepatan dengan bubaran para siswa hingga tak lama kemudian mereka pun melihat dafin yang keluar kelas sambil menggendong tas ransel dan juga sebuah kotak bekal di tangan nya.


"Mas, itu dafin" kata Anin dengan tangan menunjuk ke arah dafin


"mana sayang ? ah ya itu dia" kata Devan, lantas dengan segera ia pun memanggil putra kesayangan nya itu.

__ADS_1


"Dafinnn" teriak Devan


Mendengar nama nya di panggil, maka dafin pun segera menoleh ke asal suara hingga Tak lama kemudian ia pun tersenyum dengan lebar kala melihat papah dan calon mamah nya datang menjemput. Lantas setelah itu dafin pun berlari ke arah mereka.


"Astaga sayang jangan lari - lari nanti kamu jatuh" kata Anin mengusap rambut dafin yang saat ini tengah memeluk pinggang Devan


"Hehehe maaf mamah, dafin kesenangan tadi dan ya dafin janji gak akan ulangi lagi deh"


"Iya sayang itu harus" kata Anin


"Baiklah sekarang ayo kita pulang, let's go" ucap Devan.


Lantas setelah itu mereka pun masuk ke dalam mobil dan dafin pun duduk di belakang.


"Pah" panggil Dafin


"Iya sayang kenapa ?" tanya Devan sambil melirik sang putra dari kaca spion


"Dafin lapar, pengen makan pizza sama ayam goreng" kata dafin dengan tatapan memelasnya


"Owalah hahaha anak papah kelaparan nih cerita duh kasihan sekali. ya udah sekarang kita makan dulu ya sekalian jalan - jalan mau gak ?"


"Asyik mau banget pah, ayo mah kita jalan - jalan" ajak dafin kepada Anin


"Iya sayang, kita jalan - jalan yaa" jawab Anin


"Beneran ? horeeee" kata dafin tersenyum kegirangan.


Melihat hal itu, Anin dan Devan pun saling melempar pandangan dan menyunggingkan senyum nya.


.........

__ADS_1


Readers, mohon maaf sebesar-besarnya Author baru up malam ini dikarenakan dari kemarin author sibuk sekali. apa lagi saat ini ada om sama sepupu - sepupu di rumah jadi waktu author terambil.


Sekali lagi mohon maaf ya🥺🥰


__ADS_2