Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 63


__ADS_3

Saat ini Anin tengah berbaring di atas kasur nya sambil menyusui Keenan, Sesekali ia menguap karena mengantuk mungkin ini adalah efek ia tidur pukul 3 pagi tadi.


Lantas ia pun teringat akan kotak yang tadi pagi di berikan oleh Rehan. Setelah memastikan bahwa Keenan telah tertidur Anin pun bangkit untuk membuka kotak tersebut.


Dan ternyata, isinya adalah sebuah jam tangan cantik untuk perempuan berwarna coklat.


"Wahh, jam tangan nya cantik sekali pasti harganya mahal" Ucap Anin menerka lantas ia pun segera memasangkan jam tersebut di tangan nya.


"Benar benar sangat indah, baik sekali kak rehan memberiku kado jam tangan ini" katanya lagi.


Dann di tengah kebahagiaan nya itu, ia teringat akan Sang sahabat Dimas, dimana tepat satu tahun lalu ia merayakan ultah nya bersama Dimas, dan itulah ulang tahun Anin yang terakhir bersamanya.


Flashback on :


Pada hari itu, Entah kenapa Anin merasakan ada sesuatu yang berbeda dengan Dimas, Ia terlihat begitu cuek dan dingin kepadanya. Bahkan tadi pagi saat di gerbang Dimas malah meleos begitu saja dan tidak menyapanya.


Anin pun sama sekali tidak menyadari kalau hari itu adalah hari ulang tahun nya. Entahlah Anin begitu cuek dengan tanggal.


Sepanjang hari di sekolah, Dimas tetap saja mengacuhkan Anin hingga membuatnya heran dan sedih. Lalu tiba tiba pas pulang Sekolah Dimas mengabarinya supaya menemui ia jam 7 di taman dekat rumah Anin.


Anin pun lantas menemui Dimas meskipun sempat tidak diberi izin oleh bapaknya.


Sesampainya di taman, Anin merasa agak takut karena taman begitu sepi dan gelap, lalu tak lama kemudian sebuah lampu terlihat menyorot di sekeliling dan dari situ muncullah Dimas dengan kue di tangan nya dan ia pun menyanyikan lagu ulang tahun.


"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday happy birthday happy birthday to you..


Happy birthday my beloved friend Anindya Sahara And wish you all the best" Ucap Dimas tersenyum manis mengapa Anin yang kini tengah syok dan berkaca kaca.


"Ya Ampun Dimas i - ini kamu yang buat ? terimakasih banyak sahabatku" Ucap Anin terharu.


lantas Anin pun menghampiri Dimas dan memeluknya erat hingga membuat Dimas terkikik.

__ADS_1


"Astaga nin, peluk nya renggangan dikit dong sesak nih" Pinta Dimas


"Nggak mau dim, kamu tega banget ya buat aku sedih sama sikap kamu seharian ini dan sekarang aku tau ternyata ini alasannya" Ucap Anin yang semakin mengeratkan pelukannya.


"Iya nin, maaf ya tapi kamu seneng kan sama kejutan aku." Ucap Dimas.


"Iya seneng pake banget" Ucap Anin.


"Kalo seneng udah dong nin peluknya, sesak nih. kamu mau bunuh Aku ya ? jangan dong aku belum nikah nin" Ucap Dimas yang dihadiahi dengan pukulan di punggung nya.


Lalu Anin pun melepas pelukannya dan dengan segera meniup lilin tersebut. Dan malam ini kedua sahabat yang sudah seperti saudara itu saling tertawa dan menikmati indahnya malam sambil merayakan ultah Anin.


Flashback off


"Andai saja aku tau kalau itu adalah pelukan terakhir kita di hari ulang tahun ku, mungkin aku akan terus memelukmu meskipun kamu terus meminta Ku untuk melepaskan nya" Ucap Anin lirih hingga tak terasa Air mata ikut turun membasahi pipinya.


.........


"Selamat ya bro, Akhirnya operasi ini berjalan lancar, gue sempet deg degan tadi apalagi dokter Rudi bilang gak yakin kalau operasi ini akan selamat namun untungnya berkat tangan dingin Lo operasi ini berhasil dan nyawa pasien terselamatkan" Ucap rehan lalu ia pun menyodorkan tangannya untuk bertos ria yang disambut cepat oleh Kevin.


"Iya sih, bener juga"


Lantas Kevin pun membuka baju operasinya menyisakan kemeja abu - abu di tubuhnya, lalu ia pun menggulung lengan kemeja tersebut karena merasa kegerahan sambil duduk santai di atas kursi kebesaran nya.


"Oh iya gue mau tanya, kok Lo tau tanggal ulang tahun nya si Anin ?" Tanya Kevin heran.


" Oh itu, gue tau pas si Anin periksa kandungan dua Minggu lalu, dia bilang kalo hari ini ulang tahun nya."


"Periksa kandungan ? kok bisa sama Lo ?" tanya Kevin bertubi tubi.


"Iya Vin, jadi waktu itu gue gak sengaja liat Anin lagi di halte nunggu Angkutan. ya udah gue samperin dia dan tanya mau kemana terus dia jawab mau ke rumah sakit periksa kandungan dan gue ajak aja dia sekalian ke sini" Jelas Rehan

__ADS_1


"Oh iya vin, dia sempet nolak loh gue bawa ke sini" ucap rehan


Mendengar hal itu kevin pun agak kaget, Menolak ? apa motif nya ?


"Hah kenapa dia nolak ? rumah sakit ini kan fasilitas nya bagus juga modern ngapain dia sok sok an nolak kampungan banget sih" cibir kevin


"Bukan gitu Vin, di bilang gak punya duit buat bayar biaya nya. emang Lo gak ngasih dia duit apa ? kasian tau bro si Anin udah aja gue paksa dia dan akhirnya dia mau juga setelah gue iming iming gratis biaya"


"Gue kasih dia duit kok, Lo juga tau kan" ucap Kevin.


"Ya iya sih, tapi mana cukup duit Segitu" Kata rehan lirih, membayangkan uang lima ratus ribu di zaman sekarang yang bahkan tidak ada artinya.


apalagi uang itu harus cukup untuk satu bulan, ya memang sih kalau urusan makan Anin tidak perlu keluar uang. tetapi kan masih banyak kebutuhan yang lain apalagi ia memiliki seorang bayi. Dan yang parah nya kini tengah kembali mengandung.


"Eh tapi Lo gak bilang bilang kan, sama dokter Mira kalau dia istri Gue" Ucap Kevin


"Nggak lah, gue bilang dia saudara gue dari kampung"


"Baguslah, awas ya re kalau sampai ada yang tau kalau si Anin itu istri gue. kalau ada, siap siap gaji Lo gue tahan 3 bulan" ancam Kevin.


Rehan yang mendengar hal itu pun bergidik ngeri melihat sang sahabat yang terlihat begitu serius dengan ucapan nya.


"Lo tenang aja Vin, aman kok. tapi gue kasihan sama dia periksa kandungan sendiri, apa apa sendiri" Ucap rehan mengingat Anin.


"Ah udahlah itu sih resiko dia" jawab Kevin dingin.


Resiko apa ? apakah itu resiko karena Anin memilih untuk membesarkan darah daging nya ? Dan seperti nya itu bukanlah resiko tetapi sudah menjadi sebuah kewajiban untuk orang tua merawat anaknya bahkan sedari dalam kandungan nya.


.........


Readers semua mohon sabar ya. bentar lagi author bakalan kasih lagi tokoh yang bakalan membebaskan Anin dari penderitaan nya.

__ADS_1


So, harap sabar yaa 🥰


Ingat Loh "Orang sabar di sayang Tuhan"


__ADS_2