Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 74


__ADS_3

"Mohon maaf dokter Kevin, bayi nya tidak bisa kami selamatkan dan Berita lebih buruknya lagi, Sepertinya akibat kejadian ini Nona Angeline akan sulit untuk Hamil kembali" Ucap Dokter Dani


Deg


Aliran darah di sekujur tubuh Kevin serasa berhenti, Matanya melotot, wajahnya memerah dan tangan nya mengepal dengan kuat. Dalam pandangan nya Saat ini hanya ada satu nama yang menjadi fokusnya yaitu :


...Anindya...


"Saya turut berduka cita atas hal ini dok" ucap dokter Dani lagi.


Dan tanpa mengatakan apapun, Kevin lantas berbalik dan berjalan dengan pandangan lurus disertai amarah yang mengikutinya, Bahkan ia pun tak menjawab saat sang mamah bertanya kepadanya.


"Vin, kevin kamu mau kemana nak ?" panggil Anita, Namun tetap saja Kevin tak menjawab nya.


"Baik dok terimakasih atas informasinya, oh iya kapan Angeline akan sadar ?" tanya Anita.


"Untuk saat ini beliau masih dalam masa pemulihan dan sepertinya 3 jam lagi beliau baru akan sadar" jawab dokter Dani.


"Oh begitu baiklah, saya minta tolong ya dok jaga dulu Angeline, ada urusan dulu yang harus kami selesaikan"


"Baik nyonya, akan saya laksanakan" kata Dani sang dokter muda itu.


Lantas setelah itu, Anita dan milan Adiwijaya pun segera berlari mengikuti Kevin yang tampak begitu kacau, mereka takut terjadi apa - apa dengan nya.


Sementara itu, tanpa mereka sadari ada sebuah senyuman terukir di bibir dokter Dani yang begitu sulit untuk diartikan.


.........


Brakk,


Pintu kediaman Adiwijaya terbuka begitu kencang hingga menimbulkan suara yang keras.


"Anin, Anin keluar kau pembunuh" teriak kevin memanggil Anin dengan amarah yang memuncak.


Tak lama kemudian, Anin pun datang menghampiri kevin dengan perasaan campur aduk. Bahkan tak hanya Anin, Beberapa pelayan dan Bi sari pun ternyata diam - diam ikut datang dan mengintip di sana.


Plakkkk


Baru saja Anin sampai di sana, Sebuah tamparan yang begitu keras dihadiahkan Kevin kepada wajahnya hingga Anin terjatuh ke lantai dan sudut bibirnya mengeluarkan darah.


"Dasar wanita murahan, pembunuh, penjahat" teriak kevin di hadapan wajah Anin.


"A apa maksudmu mas ?" tanya Anin sambil memegangi pipinya


"Kau masih bertanya padaku hah ?"


Plakk,

__ADS_1


Kevin kembali menampar pipi Anin yang sebelahnya hingga sekarang lengkaplah sudah rasa sakit di wajahnya.


"Dengar ya, gara - gara kau mendorong Angeline ke lantai Calon anakku meninggal dan sekarang Angeline dinyatakan akan sulit untuk hamil kembali. Dan itu semua gara - gara kau wanita pembawa S**l" kata Kevin sambil menjambak rambut Anin


"Nggak mas, Aku gak melakukan itu semua, itu fitnah. Mbak Angeline jatuh sendiri tapi kenapa dengan tega nya kalian memfitnah ku" kata Anin membantah.


Mendengar hal itu, emosi Kevin semakin tersulut. Ia semakin menggila bahkan Kevin tak segan mencekik leher Anin hingga membuatnya kesulitan untuk bernafas. Namun tak lama kemudian, Milan Adiwijaya yang telah sampai di sana segera menghampiri Kevin dan menghentikan perbuatannya.


"Hentikan ini Kevin, kau mau membunuh dia dan mengotori tangan mu ?" kata Milan memandang Kevin tajam


"Dia pantas mendapatkan itu pah, dia pembunuh" ucap Kevin.


"Iya papah Tau tapi bukan seperti ini caranya" kata Milan.


Sementara itu, para pelayan dan bi sari bahkan tanpa sadar menitikkan air mata mereka melihat penyiksaan Kevin kepada Anin yang tengah mengandung itu.


"Papah mu benar Vin, Ini bukan solusi nya. mamah punya cara lain untuk menyingkirkan nya" kata Anita menimpali


"Maksudnya mamah ?" tanya kevin heran.


"Ceraikan dia"


.........


Sementara itu, bapak Anin yang tengah duduk di atas sajadah dan baru saja menyelesaikan sholat, tiba - tiba merasakan sebuah perasaan yang tidak enak, ia gelisah dan hatinya merasa sakit.


"Ya Allah kenapa perasaanku tidak enak seperti ini ? Tolong lindungi kami terutama Anin. Berikanlah ia kebahagiaan dan perlindungan mu ya Rabb" ucap bapak Anin


.........


"Baiklah, Anindya Sahara hari ini aku jatuhkan talak kepadamu dan detik ini kau bukan istriku lagi" Ucap Kevin dengan lantang nya.


Iya, di tengah fikirannya yang kalut tanpa fikir panjang Kevin langsung menyetujui usulan sang mamah.


Mendengar hal itu, Anin melotot matanya menatap kevin lurus. Ini tidak benar kan ? ini mimpi kan ? hahaha apakah ia sedang berada di alam tidur saat ini ? tapi Bagaimana bisa ?


"Nggak mas, kamu gak bisa menceraikan aku apalagi sekarang aku sedang hamil anak kamu. Apakah kau tidak punya hati sedikit pun mas ? Bahkan kau tidak mau mendengar penjelasan ku walau sedetik pun. kau manusia terkutuk mas" bentak Anin sambil menggenggam erat Lengan Kevin


"Arghh aku tidak peduli itu, yang pasti hari ini juga aku tidak ingin melihatmu berada di sini. Pelayan" panggil Kevin


"I Iya tu tuan" kata pelayan itu terbata


"Cepat bereskan barang - barang wanita ini dan bawa sekalian anak Haram nya itu. Cepat" kata Kevin yang langsung diangguki pelayan itu.


Tak lama kemudian, pelayan itu pun sudah datang dengan sebuah kantong besar berisi pakaian serta perlengkapan Anin disusul di belakangnya Keenan yang berada dalam gendongan bi Sari.


"Nggak mas, aku mohon dengarkan penjelasan aku. kamu tidak bisa berbuat seperti ini, tolong dengarkan aku mas" pinta Anin menangis hingga tak sadar ia pun duduk bersujud di bawah kaki Kevin.

__ADS_1


"Tolong mas" kata Anin lagi yang malah dihadiahi tendangan dari Kevin.


"Aku sudah muak dengan semua drama konyol mu, cepat pergi dari sini kalau tidak Aku akan melaporkan mu pada polisi, Dan setelah kau melahirkan kita akan resmi berpisah" kata Kevin tanpa mau dibantah.


"Tapi mas tu-"


"Cepat pergi dari sini" kata kevin lagi.


Setelah itu, Anin pun lantas bangkit dan mengusap Air matanya.


"Baiklah mas, kalau memang itu yang kamu mau. Aku akan pergi dari sini, Aku akan membawa serta anak kita. Terimakasih atas segala penderitaan dan Air mata yang selalu kau berikan padaku. Dan itu semua akan selalu abadi dalam ingatanku"


"Namun perlu kau ingat mas, Satu langkah setelah aku pergi dari sini. Aku bersumpah tidak akan pernah mau kembali menginjakkan kaki di neraka ini. Dan aku berdoa semoga kamu dan keluarga mu akan mendapatkan balasan atas segala perbuatan kalian" kata Anin tegas, terlihat ada amarah di mata Lentiknya


"Kau menyumpahi kami wanita kampung ? hahaha tidak akan mempan. Cepat sana pergi aku sudah muak melihat mu" kata Anita


Lantas Anin pun segera mengambil tas nya dan menggendong Keenan, ia juga memeluk bi sari erat.


"Maafkan aku bi, dan terimakasih atas semua kebaikan yang telah bibi lakukan kepadaku. Anin pasti akan membalas nya bi." kata Anin


"Non yang sabar ya, mungkin ini jawaban dari Allah atas semua doa - doa non. maafkan bibi yang tidak membela non Anin. Semoga non Anin bahagia" kata bi sari dengan linangan air mata.


Anin pun lantas melakukan hal yang sama kepada beberapa pelayan yang ada di sana.


"Mas kevin, Aku pamit. Sekali lagi terimakasih atas semuanya. Oh iya ada satu hal yang akan aku beri tahu sebelum aku pergi, Aku mencintaimu mas, Entah kenapa rasa sakit yang kau beri malah membuat ku jatuh cinta padamu. Aku pamit ya mas dan aku akan menjaga anak kita dengan baik" kata Anin berusaha tersenyum


Setelah itu Anin pun melangkahkan kakinya ke arah Anita dan Milan.


"Tuan nyonya, terimakasih selama ini kalian telah menerima ku. Maaf jika selama ini aku menjadi beban untuk kalian" kata Anin


"Ya Baguslah kalau kamu Sadar, cepat pergi sana" kata Anita, sementara itu Milan hanya menatap Anin tanpa mau mengatakan apapun.


Melihat hal itu semua Anin pun tersenyum getir. Lantas ia pun segera melangkahkan kakinya meninggalkan rumah ini.


"Semuanya, Anin pamit ya Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" kata bi sari dengan linangan air matanya.


Sementara itu, Anita terlihat tersenyum begitu bahagia menatap kepergian Anin. Namun berbeda dengan Kevin, ia malah berbalik memunggungi kepergian Anin dan sedetikpun ia tak mau menatapnya. Entah kenapa hatinya terasa sakit saat ini.


"Selamat tinggal mas kevin, memori yang indah sekaligus menyakitkan untukku." Kata Anin lirih menatap dalam mansion Adiwijaya.


.........


Selamat tinggal Anin 🥺


duh kok author jadi sedih ya readers 😢

__ADS_1


__ADS_2