Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 82


__ADS_3

..."Time Is Money"...


Iya begitulah kira - kira peribahasa yang selalu kita dengar kala berhubungan dengan waktu. Bagi sebagian orang waktu adalah sesuatu hal yang begitu sangat berharga bahkan nilainya setara dengan uang, jika kita menghamburkan waktu secara percuma maka kita pun seperti telah kehilangan harta berharga.


Namun bagi Anindya, waktu 3 hari yang di punya ia berikan untuk membantu merawat dafin yang sudah dianggap nya sebagai Adik atau bahkan anak sendiri.


Syukurlah, keadaan dafin saat ini sudah mulai membaik semua ini berkat bantuan para tenaga medis di sana dan kehadiran Anin yang membuat dafin semakin semangat untuk sembuh.


Namun di tengah - tengah sakit nya itu, dafin secara tiba - tiba meminta suatu hal yang bisa di bilang mengejutkan.


"Pah" panggil dafin lirih yang saat ini tengah berbaring lemah di atas brangkar


"Iya sayang ada apa ?" kata Devan


lantas ia pun dengan segera bangkit dari sofa yang tersedia di ruangan tersebut menuju ke arah dafin.


"dafin mau minta satu hal sama papah"


"apa itu sayang ?" tanya Devan.


"Tapi sebelum nya papah harus janji kalau akan nurutin keinginan Dafin" ucapnya sambil mengacungkan jari kelingking mungil nya itu.


"Apa sayang, kalau itu demi kesembuhan dan kebahagiaan kamu, papah janji akan mengabulkan nya" Kata Devan menyambut uluran dafin


"Pah, dafin pengen peri cantik jadi mamah nya dafin, dan dafin pengen papah nikah sama peri cantik" kata dafin.


"A-Apa ?" ucap Devan kaget dan secara refleks ia menatap ke arah Anin, Entah kenapa dengan melihatnya hati devan berubah jadi berdebar dan menghangat


Mendengar ucapan dari dafin, lantas semua orang yang berada di ruangan itu begitu kaget sekaligus tidak percaya.


Apalagi Anin, matanya langsung melotot, bibirnya terbuka dan tanpa sadar ia pun mencubit tangan nya sendiri. Apakah ini semua mimpi ? ba - bagaimana bisa dafin meminta nya untuk menikah dengan kak Devan ?


Sementara itu, Bu Aulia dan tuan Artha hanya tersenyum dan saling bertatapan memberi kode atas keberhasilan rencana mereka yang berjalan dengan mulus. Mereka begitu bahagia kala mendengar Dafin meminta Anin untuk menjadi ibu nya.

__ADS_1


.........


Sementara itu, suasana pagi di kediaman Adiwijaya nampak berjalan seperti biasanya. Mereka saat ini tengah bersiap untuk melakukan sarapan pagi.


"Valerie kemana mah ? kok belum turun juga dari tadi" tanya Milan sambil mengedarkan pandangan nya.


"Gak tau, mungkin bentar lagi kali pah kayaknya dia masih bersiap deh" jawab Anita acuh.


"Heemm sepertinya begitu, cuman papah agak aneh aja sama tuh anak, sudah 2 hari ke belakang kayanya melamun terus udah gitu diem aja di kamar" kata Milan lagi.


"Iya mah, aku juga setuju sama apa yang di ucapkan sama papah. Valerie beda banget dari biasanya" ucap Kevin menimpali.


"mungkin saja, dia lagi banyak tugas dari kampus nya jadi ya gitu deh"


"Iya sih, kayaknya" kata Kevin membenarkan meskipun ia masih sedikit curiga dengan perubahan adik nya yang secara tiba-tiba ini


Sementara itu, Angeline hanya duduk diam menyimak pembicaraan mereka.


20 menit pun berlalu, Tidak ada tanda - tanda kalau Valerie akan turun. Dan karena penasaran dengan apa yang sedang di lakukan oleh anak perempuan satu - satunya itu maka Anita pun lantas naik ke lantai 2 menuju kamar Valerie.


"Val, kamu lagi ngapain ? ayo turun kita sarapan" panggil Anita


"Valerie, cepat turun kamu Sudah di tunggu" Panggil nya lagi, namun tetap saja tidak ada jawaban dari dalam sana.


Dan karena penasaran, maka Anita pun langsung membuka pintu itu yang kebetulan tidak terkunci. Ketika melihat ke dalam sana, seketika matanya melotot, Aliran darah dalam tubuhnya seolah berhenti, jantungnya berdetak dengan sangat kencang.


Apa yang terjadi di dalam sana ?


.........


"Bi,, bi" panggil salah seorang pelayan kepada bi sari.


"Iya Ada apa ?" tanya bi sari.

__ADS_1


"Tau gak sih bi, kemarin nih ya pas saya lagi ambil sampah dari kamar non Valerie. gak sengaja ada salah satu kantong keresek di dalam nya yang terbuka.


Dan bibi tau, apa yang saya lihat ? di sana ada testpack bekas pakai bi. cuman saya gak lihat jelas ada garis berapa di sana. Apa jangan - jangan non Valerie hamil ya Bi" kata pelayan tersebut.


Mendengar hal itu, Bi sari pun kaget. apakah dugaan dari pelayan ini benar adanya ? tetapi kembali lagi ia buru - buru menepis dugaan nya itu.


"Huss kamu tuh ya kalau ngomong suka sembarangan, gimana nanti kalau yang lain pada dengar ? bisa jadi masalah. Dan mungkin saja itu punya teman nya non Valerie


atau bahkan dia cuman bercanda dan nyoba- nyoba pakai testpack" kata bi sari.


"Bisa jadi sih bi, tapi logikanya buat apa seorang gadis yang belum menikah dan berhubungan suami istri nyobain pakai testpack ? Atau mungkin dia sudah melakukan hubungan itu dan ketakutan kalau nanti nya bakalan hamil, jadi dia tes pakai alat itu" kata pelayan itu lagi.


"Hmm, sudahlah kita gak usah membahas ini, biarlah itu privasi mereka kita gak perlu ikut campur apapun yang terjadi. ya sudah mendingan sekarang kita lanjutkan lagi siram tanaman nya, yang di sebelah sana belum" tunjuk Bi sari.


"Hehe maaf bi, ya sudah yuk"


.........


Sementara itu, Di salah satu bangku yang berada di taman rumah sakit, terlihat dua orang berbeda jenis kelamin tengah duduk diam berdampingan sambil menikmati semilir angin.


"Anin, kamu pasti tadi mendengar jelas kan apa permintaan dafin tadi" kata Devan mulai membuka pembicaraan


"I - iya kak Anin mendengarnya" kata Anin menunduk sambil mengusap - ngusap perutnya


"Hufttt, Dafin adalah anak saya satu - satunya. Kebahagiaan dia adalah segalanya, namun bukan berarti hanya karena ingin dia bahagia justru malah membuat saya harus mengorbankan kebahagiaan diri saya sendiri.


Dan untuk itu, Maafkan saya Anin, Saya........."


.........


Hai readers penasaran gak sama kelanjutannya ?


Author boleh request nggak ? author pengen banget episode kali ini like nya 60 lebih. Supaya author tambah semangat 😅

__ADS_1


jadi, like yang banyak ya ♥️


__ADS_2