
winda duduk disamping riyan..dia mengamati tiap inci wajah suaminya yang masih terpejam itu...
"entah kamu dengar atau tidak semua ucapanku tadi...tapi yang jelas aku minta maaf atas semua kesalahanku sama kamu..baik sengaja ataupun yang nggak aku sengaja"...
"kamu nyuekin aku kayak gini..itu bikin aku sedih...padahal kamu kayak gini belum ada sehari..tapi rasanya kok ada yang kurang ya.."
"Riyan...suamiku...lihat aku...aku gak tahan kalo kamu kayak gini..lihat aku...aku mohon..."
winda menunduk...saat ini dia benar benar ingin berteriak dengan keras di depan wajah riyan yang diam tanpa ekspresi itu..
winda pun mendekatkan wajahnya lalu..
"muach"
winda mencium riyan...
Riyan langsung membuka kedua matanya karena merasa ada sesuatu yang menyentuh bibirnya..
bukan maksut riyan untuk tetap diam dan memejamkan kedua matanya saat winda berkata panjang lebar tadi...tapi saat winda berkata panjang lebar tadi..riyan memang sedang tertidur...dia ketiduran sambil duduk mendengarkan musik dari hp nya.
__ADS_1
"winda...kamu tumben nyium aku duluan..."
ucap riyan sambil memegang bibirnya...
"memegangnya kenapa?gak boleh?kamu kan suamiku. .aku berhak donk buat nyium kamu...ucap winda..
"ya gak papa sih...tapi ya aneh aja...baru beberapa menit yang lalu..kamu mau menendang juniorku..sekarang malah menciumku tiba tiba..itu kan aneh wind..."..jawab riyan..
Winda..."aku cuma mau minta maaf..kalo aku ada salah ma kamu ya yan...tapi tlong jangan cuek atau diemin aku kayak tadi...aku sedih..aku gk suka..aku ngrsa sendiri. .aku ngrasa ada yang ilang.."
winda menunduk...air matanya lolos begitu saja...entah kenapa..sikap riyan tadi seolah menyadarkan winda. ..bahwa sikap winda selama ini salah terhadap riyan..
riyan menyeka air mata winda..lalu menarik tubuh winda untuk masuk ke dalam pelukannya...
"aku tidak kenapa kenapa..aku tadi hanya mengantuk..aku ingin tidur di sampingmu..tapi aku tidak mau membuat mu untuk marah marah lagi...apa lagi jika harus memmbuatmu merasa tidak nyaman dengan kehadiranku di kamarmu itu...makanya aku memilih untuk istirahat disini..."
winda tenang mendengar ucapan riyan tadi. .dia pun menghapus air matanya dan mendongak menatap ke arah riyan..
"jangan lakukan itu lagi..aku janji tidak akan egois lagi..maafkan akj riyan...ucap winda..."
__ADS_1
Riyan..."selalu ada maaf untukmu istriku...riyan pun kembali memeluk winda dengan erat dan mencium puncak kepala winda...
"mulai saat ini aku mau kita jalanin hubungan rumah tangga kita sama seperti rumah tangga orang orang lain di luar sana...apa kau setuju riyan???
"tentu wind...itu yang aku harapkan dari awal pernikahan kita...aku senang akhirnya pintu hatimu terbuka lagi untuk dapat menerima kehadiranku.."
"jadi kita sekarang sepakat untuk saling memaafkan kesalahan kesalahan kemarin kan?..dan sekarang kita berdua akan saling melukis senyum di kehidupan rumah tangga kita ini..ucap winda antusias...
"tentu sayang...terimah kasih untuk semuanya..entah mengapa hari ini aku begitu sangat bahagia melihatmu seperti ini padaku...aku berharap ini bukan mimpi wind...dan kalo pu ini adalah sebuah mimpi..aku tidak ingin bangun selamanya..."
winda gemes ngliat wajah riyan yang tiba sendu itu...winda mencubit hidung riyan..
"auuu sakit wind..."
Winda..."itu sebagai bukti. .bahwa memang saat ini kamu sedang tidak bermimpi riyan..."
"aku bahagia memilikimu wind...i love you winda..."
winda tersenyum dan memeluk riyan..tanpa menjawab ucapan riyan...
__ADS_1
next