Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 77


__ADS_3

Malam hari ini, terlihat seperti malam - malam pada umumnya bagi sebagian orang. Namun untuk sang dokter tampan nan dingin yaitu Kevin ia merasakan sebuah kegelisahan tak menentu saat ini.


Rasa kantuk berulang kali membuat nya menguap dan ia sudah mencoba untuk memejamkan matanya tetapi tetap saja tidak bisa.


"Astaga, kenapa aku ini" ucap Kevin Menarik nafas perlahan sambil memeluk guling.


Lantas ia pun kembali mencoba untuk tidur tetapi hasilnya nihil.


"Huftt, sepertinya segelas susu hangat bisa membuatku beristirahat" kata kevin lagi sambil melirik Angeline yang tengah tertidur pulas di sampingnya.


lantas ia pun bangkit dan mulai melangkahkan kaki nya menuju ke dapur.


Sesampainya di sana ia pun langsung menyeduh segelas susu hangat dan meminumnya hingga tandas. Tetapi ketika akan kembali tanpa sengaja Kevin menatap pintu kamar Anin, dan entah ada dorongan dari mana ia dengan refleks melangkah kan kaki nya ke dalam sana.


Ceklek,


Pintu gudang alias kamar Anin dahulu pun terbuka, kesan pertama yang di dapat dari dalam sana adalah aroma bayi yang menyeruak sepanjang ruangan.


Terlihat di dalam sana kasur, lemari pakaian serta beberapa perlengkapan Anin yang masih tertinggal di sana karena memang saat pergi Anin hanya membawa barang - barang yang penting saja.


Entah sadar atau tidak, Kevin justru membaringkan tubuhnya di atas kasur tipis itu. Ia bahkan memeluk bantal yang ada di sana dan hal itu membuat nya begitu nyaman apalagi ada aroma tubuh Anin yang menempel di situ.


"Apakah dulu Anin pun merasakan dingin serta kerasnya kasur ini, apalagi ia sedang hamil pasti tidak akan nyaman" kata Kevin tersadar sambil mengelus kasur tersebut


"Entah kenapa mencium aroma tubuh Anin yang ada di sini, membuatku menjadi tenang dan kegelisahan ku perlahan memudar" ucap nya lagi.


Kevin yang terlarut dalam lamunan dan kegiatan nya itu, tanpa sadar pun memejamkan matanya .


.........


"Wahhh, siapa yang memasak ini ? kelihatannya enak sekali" kata Aulia begitu ia turun ke ruang makan dan sudah disuguhkan dengan berbagai macam hidangan hidangan sederhana yang mengundang lidah.


"Ada apa mah ?" tanya tuan Artha


"Ini loh pah, mamah agak heran aja tumben banget di meja makan kita ada banyak menu sarapan seperti ini mana wangi banget"


"Iya ya, padahal kan bibi jarang masak yang kayak gini"


Dan terlihat lah di atas meja sana tertata rapih menu Ayam goreng lengkuas, Capcay, tempe bacem, perkedel jagung dan sambal tomat.

__ADS_1


Lantas karena tidak ingin terlalu larut dalam rasa penasaran akhirnya Aulia pun memanggil salah seorang pelayan untuk menanyakan siapa yang telah mempersiapkan menu sarapan.


"Ini di buat sama nona Anindya nyonya, dan beliau juga sekarang masih berada di dapur sedang membuat pudding"


Dan benar saja, tak lama kemudian Anin pun berjalan dari arah dapur dengan membawa piring berisi pudding Susu mangga yang dibuatnya.


"Selamat pagi bu, tuan" sapa Anin tersenyum ramah.


"Selamat pagi juga" jawab tuan Artha


"Selamat pagi Anin, wah ternyata kamu yang menyiapkan ini semua, ehmm kamu pintar masak juga ya"


"Hehe tidak juga Bu, Anin masih belajar dan maaf ya kalau rasa nya kurang enak atau tidak sesuai" kata Anin menunduk


Kemudian, mereka pun segera melakukan sarapan terlebih devan dan dafin telah sampai di ruang makan.


Pagi hari ini, ada suasana berbeda yang dirasakan Anin. Untuk pertama kalinya ia bisa merasakan sarapan bersama di meja makan dengan keluarga, Iya Anin telah menganggap bu Aulia dan tuan Artha sebagai keluarga nya.


"uhmm ayam nya enak sekali, peri cantik pinter banget masaknya" kata dafin


"Terimakasih sayang, nanti dafin makan yang banyak ya" balas Anin


"Iya Dafin benar, kapan - kapan kita masak bareng ya" ajak Aulia


"Baik Bu, Anin mau"


Sementara itu, Devan Dan tuan Artha makan dalam diam nya bahkan mereka berdua pun menambah porsi makannya.


"Hmm masakannya sungguh lezat, aku tidak menyangka wanita muda seperti dia begitu pandai memasak" kata Devan dalam hatinya yang diam - diam memuji masakan Anin.


Iya memang istri pertamanya Aurel alias Almarhumah mamah dafin dulu tidak pandai memasak, ia hanya pandai dalam bersolek dan memanjakan tubuhnya namun meskipun begitu Devan memaklumi nya karena ia sangat mencintai Aurel.


.........


"Bersulang"


Ting, bunyi dua gelas yang saling bersentuhan menjadi penanda sebuah keberhasilan bagi Angeline dan Jhon.


Iya saat ini, Angeline tengah berada di apartemen milik sang kekasih setelah beralasan izin ada pekerjaan kepada Kevin.

__ADS_1


"ternyata begini ya rasanya menjadi istri sekaligus menantu satu - satunya yang begitu dimanja dan dipuja oleh Kevin dan keluarganya" kata Angeline sambil melingkarkan tangannya di leher jhon.


"Bagaimana ? senang bukan ? kau harus lebih pintar memanfaatkan status mu itu honey"


"Iya pasti honey, aku tidak akan melupakan hal itu"


"Dan, untuk merayakan hal ini bagaimana kalau dengan 3 ronde di siang hari ini" kata Jhon dengan nakalnya sambil menggigit Kecil telinga Angeline.


"As you wish honey, mana mampu aku menolak mu" jawab Angeline menggoda.


"You're the best honey"


lantas setelah itu, jhon pun menggendong Angeline menuju ke kasur nya hingga beberapa saat kemudian terdengarlah ******* dan erangan serta luapan keringat di siang hari ini dari dua Insan yang tengah di mabuk asmara.


.........


Di Naren's Corp, Devan yang baru saja menyelesaikan beberapa berkas langsung melirik ke arah jam tangan nya yang saat ini menunjukkan pukul 12.30 siang. Dan karena sudah merasa lapar lantas devan pun berjalan menuju sofa yang di depannya Telah tersaji rapih Bekal makan siang yang dibuat oleh Anin.


Flashback on :


"Ehm maaf sebelumnya, boleh tunggu sebentar jangan dulu pergi saya ada sesuatu" kata Anin mencegah langkah Devan, Dafin dan Tuan Artha


Anin pun lantas berlari menuju dapur, dan terlihat dari sana ia membawa 3 buah kotak bekal bertingkat yang berada di tangan nya.


"I-ini sa - saya membuatkan bekal untuk tuan Devan, tuan Artha dan dafin. anggap saja ini sebagai salah satu bentuk terimakasih dari saya karena telah diizinkan tinggal di sini, dan saya harap tuan tuan dapat menerima nya" kata Anin menunduk


"Wah dafin mau, terimakasih peri cantik" kata dafin berlari antusias dan mulai mengambil salah satu kotak bekal miliknya yang bergambar kartun dari tangan Anin.


"Terimakasih banyak Anin, kamu tidak perlu seperti itu saya ikhlas bahkan senang kalau kamu tinggal disini" kata tuan Artha


"Ehm dan ya, terimakasih atas bekalnya" kata Devan singkat.


lantas mereka semua pun mulai mengambil kotak bekalnya satu persatu dan dengan segera berangkat ke kantor.


Sementara itu, Bu Aulia begitu senang melihat Anin yang Sangat baik dan perhatian kepada keluarga.


Flashback off


"Jadi serasa punya istri lagi, kalo dikasih bekel kaya gini" kata Devan tersenyum sambil menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2