
...Tiara Bella Narenwijaya...
3 kata indah yang tersemat dengan anggun di dalam nama Anak pertama Kevin dan yang kedua bagi Anin. Iya, nama Tiara yang Kevin beri untuk sang putri terdengar begitu indah di alunan telinga, sungguh tak ada yang menyangka jika Kevin akan memberikan nama untuk bayi yang dulu tak dia anggap.
Tapi namanya juga manusia, suatu saat akan berubah kan ?
Dan Bella, Nama yang Anin sematkan. Entah kenapa ia begitu suka dengan nama Bella dan sudah dari dulu ia bercita-cita ingin memberikan anak perempuan nya nama Bella. Dan ya, sekarang itu telah terwujud.
Sementara itu, Narenwijaya sendiri merupakan nama gabungan dari Narendra dan Adiwijaya. Keduanya merupakan nama panjang dari Devan dan kevin. Iya, Devan ingin nama nya ikut tersemat di dalam calon sang buah hati.
"Selamat datang di rumah sayang," Ucap Bu Aulia dan tuan Artha sebagai sambutan atas kepulangan Anin, Devan dan Sang bayi cantik yaitu Tiara.
Tak lupa pula di sana terlihat ada bapak Anin yang duduk di kursi roda beserta dengan yudi yang saat ini tengah berdiri di belakang nya. Dan tak ketinggalan Keenan, Bayi berusaha satu tahun yang telah menjadi kakak itu yang berada di dalam gendongan salah satu asisten rumah tangga dan Dafin yang berdiri sambil memegang pistol mainan nya.
"Wah terimakasih semua atas sambutannya" ucap Anin tersenyum sumringah sambil menggendong Tiara di dalam dekapannya.
"Terimakasih mah, pah dan bapak telah membuat perayaan ini" ucap Devan menimpali.
Lantas setelah itu, mereka pun saling berpelukan satu sama lain.
"Terimakasih ya pak, sudah hadir dan menemani Anin. maafkan Anin yang belum bisa membuat bapak bahagia" ucap Anin di sela - sela pelukan nya.
"Sama - sama nak, jangan bicara seperti itu ya, justru kamu adalah anak terbaik dan membanggakan. Pasti ibu mu di sana juga tersenyum melihat betapa kuat anak perempuan nya ini" jawab bapak Anin.
Sementara itu, Tiara yang kini telah berada di gendongan Bu Aulia pun masih saja tertidur dengan pulas nya.
"Wah, Tiara cantik sekali ya pah. Uh akhirnya keinginan mamah terkabul untuk memiliki cucu perempuan." ucap Bu Aulia sambil menatap wajah cantik sang cucu
__ADS_1
"Iya mamah benar, lagi pula Anin kan cantik jadi anak nya juga pastilah cantik" timpal tuan Artha.
Dan akhirnya keluarga besar ini, berbahagia satu sama lain atas kelahiran sang cucu.
.........
Berbanding terbalik dengan kebahagiaan yang tengah menghampiri Anin, Devan dan keluarga nya. Justru saat ini Kevin tengah duduk merenung sambil bersandar di tengah dingin nya besi sel yang mengelilingi.
Pikiran nya saat ini tertuju kepada Anin dan bayi mungil yang tadi berada di dalam gendongan nya, sungguh saat ini masih terasa bagaimana harum dan cantik nya bayi itu Sehingga membuat dirinya jatuh cinta begitu cepat.
Apakah ini yang dinamakan dengan karma ?
Dulu ia begitu keukeuh ingin menghilangkan dan tidak menganggap bayi itu, justru sekarang sebaliknya ia begitu merindukan anak nya.
"Andai saja waktu dapat diputar kembali, sungguh aku ingin memperbaiki Keadaan dulu dimana aku menyia - nyiakan kamu, Keenan dan calon bayi kita Anin. Sungguh aku pria yang tidak pandai bersyukur.
.........
Keesokan harinya, sesuai janji yang diucapkan Devan kepada Kevin, Akhirnya setelah ia mencari tahu tentang seluk - beluk kasus Kevin dan mengambil kesimpulan menurut dirinya. Maka dengan segera Devan menghubungi Rehan untuk berdiskusi.
Seperti siang hari ini, Rehan dan Devan tengah duduk di sebuah ruang VIP restoran milik Devan yang berada tak jauh dari pusat kota.
"Ehm, jadi tuan Devan ada pembicaraan apa sehingga anda mengajak saya bertemu di sini ?" tanya rehan dengan penasaran
"Jadi begini tuan rehan..."
"Oh maaf sebelumnya memotong, jangan panggil saya tuan panggil saja Rehan supaya lebih nyaman"
__ADS_1
"Ehm begitu, baiklah rehan. Permintaan saya untuk mengundang anda kemari karena sebuah hal yang ingin saya bicarakan tentang Kevin Adiwijaya" ucap Devan
"Kevin Adiwijaya ?"
"Iya, Sungguh saya ingin membantu dia untuk keluar dari kasus yang tengah menjeratnya itu" jawab Devan to the point
Mendengar hal itu, rehan pun memundurkan duduk nya dan terdiam seketika. Untuk apa seorang Devan Narendra dengan sesuka hati nya ingin menolong Kevin, dan bukan nya Devan adalah pria yang dekat dengan Anin mantan istri Kevin sendiri ? sungguh ini sesuatu yang Aneh.
"Ehm, sebelumnya apa yang membuat anda tiba - tiba ingin membantu Kevin ? Ehm maksud saya, kita dekat sebagai rekan bisnis baru satu tahun belakangan ini, Sungguh saya masih terkejut mendengar nya" ucap Rehan
"Jadi begini rehan, Sebenarnya sejak awal saya telah mengikuti kasus yang menjerat Kevin hingga membuat nya harus masuk ke dalam sel seperti sekarang ini. bahkan saya tahu keadaan perusahaan Adiwijaya yang sedang genting saat ini.
Niat saya baik, saya hanya ingin membantu Kevin mengambil hak nya dan memperbaiki kembali perusahaan Adiwijaya. Apalagi yang paling penting, saya merasa ada sesuatu yang janggal dan seseorang misterius di balik semua ini dan saya tidak mau Kevin beserta perusahaan yang sudah kokoh itu hancur tanpa sebab" ucap Devan.
Devan sengaja tidak mengatakan bahwa ia melakukan semua ini untuk Anin dan Tiara, karena untuk saat ini biarlah rehan mengetahui sebagian nya saja.
"Iya, tuan Devan benar saya juga merasakan hal itu, tetapi ini hanya sebatas dugaan saja. Dan mendengar niat baik tuan Devan itu saya mengucapkan terimakasih banyak,
Dan ya, Ada beberapa orang yang mungkin saya curigai tetapi saya tidak mungkin mengambil kesimpulan sekarang" ucap rehan.
"Benarkah ? siapa mereka ?" tanya Devan dengan pandangan menelisik.
"Mereka adalah......"
.........
Terus dukung karya author ya readers, jangan lupa like, komen & vote ♥️
__ADS_1