Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 48


__ADS_3

Keesokan harinya, Sinar Mentari yang tampak begitu indah dan cerah, menjadi pembuka pada hari ini yang membuat sebagian orang menganggapnya sebagai salah satu sumber vitamin dan semangat dalam menjalankan aktivitas nya.


Sementara itu, pagi ini Anin memanfaatkan sinar mentari untuk menjemur Keenan di halaman depan, karena sinar matahari sangat baik manfaatnya untuk perkembangan bayi dan katanya mampu mencegah bayi dari penyakit kuning.


Setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya, Anin lantas memandikan Keenan yang kebetulan sudah bangun, lalu memakaikan nya pakaian dan membalurnya dengan minyak telon, bedak, dan lotion bayi. Sehingga Keenan tampak harum dan segar.


"Harum banget sih anak mamah, jadi pengen cium terus" Ucap Anin sambil mengeratkan gendongan nya pada Keenan yang tampak enjoy menikmati sinar mentari.


"Hidung kamu mancung banget ya nak, kayanya ini nurun dari papah Dimas deh" katanya lagi sambil meneliti wajah tampan sang anak.


Dan ketika sedang asyik berjemur sambil bercengkrama dengan Keenan, sebuah mobil sport hitam yang sangat mewah dan elegan sudah sampai dan terparkir rapih di samping taman, membuatnya seketika menoleh.


Tak lama kemudian, tampaklah rehan keluar dari mobil tersebut untuk menjemput Kevin.


dan ketika menoleh ke samping, Ia melihat ada Anin disana, Rehan pun lantas tersenyum dan berjalan menghampiri nya.


"Hai Anin, ada kabar ?" tanya rehan ramah.


"Eh hallo kak rehan, Alhamdulillah kabar Anin baik, kakak sendiri bagaimana ?"


"Ya, seperti yang kau lihat aku sehat dan baik"


"Hah syukurlah kalau begitu" jawab Anin.


Lalu tak lama kemudian, pandangan rehan pun tertuju pada bayi mungil nan tampan yang sedang anteng di pangkuan Anin.


"Ehm nin, ini anak kamu ?" tanya rehan penasaran


"Iya kak, ini anak Anin. Alhamdulillah Anin telah berhasil dan selamat melahirkan Keenan"


"Keenan ?"

__ADS_1


"Iya kak, namanya Adimas Keenan Bagaskara. panggilan nya Keenan soalnya dia laki - laki" jelas Anin kepada rehan.


"Wah, nama yang bagus nin, Selamat ya akhirnya kamu memiliki jagoan"


"Hehe iya, terimakasih kak" kata Anin senang.


"Oh iya nin, aku boleh gak gendong Keenan ?" ucap rehan meminta izin.


"Boleh kak, nih" jawab Anin mengizinkan, lantas ia pun menyerahkan Keenan secara hati - hati ke pangkuan rehan.


"Wahh, selain tampan kamu juga sangat lucu dan menggemaskan, kenalin ya Keenan ini om rehan. nanti kamu panggil saya om re okey boyy" kata rehan antusias saat ia menggendong Keenan, apalagi bayi tampan itu melihat rehan dengan tatapan yang sangat menggemaskan dengan kelopak matanya yang perlahan bergerak ke atas bawah dan bibir mungil nya yang digerakkan seolah sedang mengecap sesuatu.


Sementara itu, Anin yang melihat Keenan di gendong dan diajak bermain oleh rehan seketika membuat hatinya teriris.


Ia sungguh menangisi nasib sang anak, sudah lah ditinggal Dimas sang ayah kandung ketika masih dalam kandungan Anin.


Dan Kevin, sebagai ayah sambung yang diamanatkan Dimas untuk menjaga dan bertanggung jawab kepadanya malah tidak pernah peduli dan lebih memilih membenci nya dan Keenan yang tidak tau apa - apa.


"Maafkan mamah yang belum bisa memberikan mu kasih sayang seutuhnya dari seorang ayah nak." batin Anin lirih


"Vale, kamu tidak berangkat kuliah ?" tanya papah Kevin.


"Nggak pah, jadwal matkul nya di undur jadi besok" jawab Valerie.


"Oh iya sudah kalau begitu, kuliah yang benar ya"


"Okey papah"


Lalu setelah itu, papah Kevin pun lantas berpamitan dan segera pergi ke kantor. hingga tak lama kemudian di susul oleh Kevin dan Angeline yang mengantarnya ke sampai ke depan. Hingga di meja makan hanya tersisa mamah Kevin dan Valerie.


"mah" kata Valerie

__ADS_1


"Iya val, ada apa ?" jawab mamah kevin sambil menyeruput teh hangat.


"Semalem nih ya, pas Vale mau pergi ke dapur buat minum, vale liat pertunjukan yang sangat seru"


"Pertunjukan ? maksudmu ?" tanya mamah kevin penasaran sambil mengernyitkan dahinya


Flashback on :


Vale Yang saat ini sudah mengarungi alam mimpi, tiba - tiba ia terbangun karena merasa sangat haus. dan Kebetulan, tempat minum di kamar nya sudah kosong, hingga mau tak mau ia harus pergi ke dapur untuk mengambil Air.


Sesampainya di dapur, ia dikagetkan dengan kehadiran Kevin dan Anin yang ada di sana. lantas ia pun segera bersembunyi dan mengintip apa yang sedang mereka lakukan.


"Wuih, lagi ngapain nih kak Kevin sama Anin malam malam begini berduaan di dapur ? wah aku harus cari tau nih" ucap nya.


Hingga ia pun mendengar teriakan Kevin, disusul dengan perlakuan kasar nya kepada Anin yang berlangsung tepat di depan matanya.


"astaga, serem banget ka Kevin kalo marah wah gak nyangka banget gue"


"Aduh duh, kasian banget sih Lo nin. rasain tuh, makannya jangan bandel kalo jadi cewek. nah itu dapet kan balasanya." katanya lagi sambil tersenyum puas melihat keadaan Anin yang tampak menyedihkan.


Flashback off


"Hah, memang pantes tuh remaja murahan dapet perlakuan gitu dari Kevin" kata mamah Kevin yang merasa senang menderitaan Anin.


"Iya mamah bener, siapa tau dia menyerah dan pergi dari rumah ini. aku bawaan nya enek banget mah kalo liat dia"


"Mamah juga sama val, kesel dan gemes banget sama dia."


Lalu, sepasang ibu dan anak itu pun kembali melanjutkan obrolan mereka, yang pastinya dengan Anin sebagai pokok dan inti dari pembahasan mereka di pagi hari ini.


...…...

__ADS_1


terus dukung karya author ya readers.


maaf baru sempat up🥺


__ADS_2