
Saat ini di kediaman Narendra Tepatnya di dapur, Terlihat seorang wanita cantik dengan perut besar nan buncit tengah membuat kue dengan lincah nya. Sungguh ia terlihat begitu bersemangat dan perut nya yang bulat itu tidak serta Merta menjadi penghalang ruang gerak nya.
Sesekali terlihat wanita yang rambutnya di Cepol ke atas itu mengusap keringat yang keluar dari dahi nya. Namun hal itu tidak juga menyurutkan semangatnya.
"Nah kue nya sudah jadi, tinggal aku oven deh" ucap sang wanita, lantas setelah itu ia pun mencuci tangan nya yang kotor dan terkena tumpahan tepung.
Dan di tengah - tengah kegiatan nya itu, terdengar seseorang memanggil nama nya. hingga membuat wanita itu berbalik.
"Anin sayang, kamu sedang apa nak ?"
Iya, wanita tersebut adalah Anindya.
"Eh mamah, ini aku lagi buat kue bentar lagi matang kok" jawab Anin sambil menyunggingkan senyum nya.
"Oh begitu, wah mamah jadi gak sabar buat nyobain kue buatan kamu, pasti enak apalagi di makan nya sambil nonton berita infotainment"
"Hehehe mamah bisa aja, aku masih belajar lagi, oh iya ? mamah suka nonton berita infotainment ? berita artis - artis itu ya" jawab Anin malu - malu
"Nggak juga kok, gak semua tentang artis soalnya ada juga berita viral lain yang tengah hangat kamu udah dengar belum berita yang lagi viral itu ?" ucap Bu Aulia tiba - tiba
"Belum mah, memang nya berita apa ?"
"Ituloh Anin, kamu tau kan Adiwijaya Corp ? nah pewaris nya itu yang jadi dokter sekarang dia lagi di penjara, katanya melakukan pembunuhan terhadap pasien nya sendiri. Ih Ngeri banget ya"
Deg
Mendengar hal itu, Anin terdiam seketika. Adiwijaya corp ? Pewaris ? Dokter ? Apa jangan - jangan dia adalah..
"Mah, boleh aku lihat berita nya ?" ucap Anin
"Boleh yuk, kebetulan masih tayang tuh di salah satu stasiun tv"
Lantas setelah itu, Anin dan Bu Aulia pun melangkahkan kaki nya menuju ke ruang keluarga. Dan benar saja, terlihat di sana berita tentang Kevin tengah di tayangkan.
..."Pemirsa, Saat ini status dari Kevin Adiwijaya telah berubah menjadi tersangka dan keluarga dari korban menolak untuk melakukan upaya damai secara kekeluargaan dan mereka lebih memilih jalur hukum sebagai upaya penyelesaian"...
Melihat berita tersebut seketika pandangan Anin terasa panas hingga tak terasa buliran air mata mengalir tanpa seizin nya. Sungguh saat ini merasa begitu Shock, sedih sekaligus kasihan melihat keadaan Kevin.
"M-mas Kevin" ucap Anin yang membuat Bu Aulia menatap nya seketika.
"Hah mas ? maksud kamu apa Anin ?" tanya Bu Aulia.
Namun sayang nya, belum sempat Anin menjawab tiba - tiba perutnya terasa sangat sakit.
"Awww, pe-perutku sakit sekali. Aduh mah perut Anin sakit" ucap Anin sambil memegangi perutnya erat.
"Astaghfirullah, perut aku sakit ya sekali Ya Allah"
"Ya Allah Anin seperti nya kamu mau melahirkan nak, ketuban kamu sudah pecah lihat. Pak pak sini pak bantu Anin siapkan mobil, Anin mau melahirkan" panggil Bu Aulia
__ADS_1
Lantas setelah itu, dengan segera Anin pun di bawa ke rumah sakit dengan bantuan tuan Artha dan sopir di rumah. Lantas kemana Devan ?
Jawaban nya, Devan sedang melakukan meeting bersama klien di salah satu resto hotel.
.........
Di sebuah lorong rumah sakit, sepasang kaki jenjang berbalut sepatu pantofel tengah berjalan dengan tergesa, sesekali pria itu mengusap keringat yang mengalir di dahi nya. Dan setelah beberapa saat, akhirnya pria tersebut telah sampai di ruangan yang di tuju.
"Mah, gimana keadaan Anin ? apa bayinya sudah lahir"
"Devan Alhamdulillah, kamu sudah datang nak. Belum Anin belum melahirkan, dia masih pembukaan 7 mungkin sebentar lagi" jawab Bu Aulia
Iya, pria tersebut adalah Devan.
Ia yang kala itu sedang melakukan meeting, tiba - tiba dihentikan oleh sebuah panggilan telfon dari sang papah. Lantas setelah itu, Devan pun mengangkat panggilan tersebut yang ternyata tuan Artha mengabari nya perihal persalinan Anin.
Dan dengan tergesa, Devan pun lantas menghentikan meeting dengan alasan Istrinya akan melahirkan, ya meskipun seluruh rekan kerja nya merasa heran, memang nya kapan sang duda tampan ini menikah ? begitulah pikirnya.
"Oh begitu, maaf mah andai saja Devan tidak ikut meeting itu mungkin Devan bisa mengantar Anin lahiran" ucap devan tak enak
"Sudahlah Van, tidak perlu seperti itu. mendingan sekarang kita berdoa saja semoga Anin dan calon bayi nya selamat dan sehat"
"Iya mah Aamiin"
Tak lama kemudian, pintu ruangan pun terbuka dan keluarlah seorang suster dari sana.
"Permisi pak Bu, pembuka nona Anindya sudah lengkap semua nya. Silahkan bila ada yang mau ikut menemani di dalam selama proses lahiran" ucap suster tersebut
"Mamah saja ya masuk, Devan tunggu di sini saja. Jaga Anin ya mah, Devan tidak enak kalau harus menunggu di dalam" ucap Devan yang membuat Bu Aulia mengangguk faham.
"Baiklah kalau begitu, mari sus sama saya saya" jawab Bu Aulia.
"Baik nyonya, silahkan masuk" ucap sang suster yang di angguki oleh Bu Aulia.
5 menit
10 menit
Hingga 15 menit kemudian
Akhirnya terdengar lah suara tangisan bayi yang begitu kencang. Devan dan tuan Artha yang berada di luar pun saling berpelukan bahagia atas kelahiran bayi Anin.
"Alhamdulillah pah, bayi nya sudah lahir. dan aku kembali menjadi seorang ayah" ucap Devan
"Iya nak selamat ya" jawab tuan Artha
Lantas tak lama kemudian, keluarlah Bu Aulia dari dalam sana dengan mata berkaca - kaca menyiratkan kebahagiaan.
"Alhamdulillah pah, Devan Anak Anin sudah lahir Perempuan Cantik sekali. Ternyata dugaan dafin benar ya hehehe" ucap Bu Aulia terkekeh
__ADS_1
"Dafin ? maksud mamah ?" tanya tuan Artha heran
"Iya pah, dulu dafin pernah bilang kalau anak Anin itu bakalan cantik sekali. padahal kan kita masih belum tau jenis kelamin nya apa karena setiap di USG pasti bayi nya ngumpet" jelas Bu Aulia.
"Mungkin itu ikatan batin calon Kakak adik kali mah"
"Iya seperti nya pah"
"Oh iya mah, keadaan Anin dan bayinya bagaimana ?" tanya Devan
"Alhamdulillah, Anin dan bayinya sangat sehat dan normal. Sekarang mereka berdua tengah dibersihkan terlebih dahulu"
"Syukurlah kalau begitu"
.........
"Hai papah, aku udah datang nih emang papah gak mau peluk Aku ?" ucap seorang gadis kecil yang begitu cantik dengan rambut nya yang diikat dua.
"Papah ? kenapa kamu memanggil ku papah ? siapa kamu ?" ucap pria tersebut.
"Ih papah kok gak ngenalin aku sih, papah jahat. Aku kan kesini kangen banget sama papah aku pengen papah peluk, pengen papah cium, pengen papah elus rambut nya"
"Gak aku Sama sekali gak kenal kamu, sana pergi sana pergi" ucap pria tersebut.
Namun sayangnya, Gadis kecil itu malah terus mendekat hingga membuat sang pria merasa jengkel sekaligus gemas.
"Pergi sana pergiii"
"Ahhhh pergiiii" ucap sang pria hingga membuat nya terbangun seketika.
"Astaga, mimpi apa itu, dan siapa gadis kecil yang terus memanggil ku papah ? Ya ampun Kevin, itu hanya mimpi"
Iya, pria itu adalah Kevin.
Lantas setelah itu, Kevin pun mengusap wajahnya kasar. lalu tak lama kemudian ia pun kembali berbaring di atas karpet tipis itu sambil memperhatikan sekeliling sel yang sekarang menjadi tempat tinggal baru nya.
"Lupakan mimpi itu kev" gumam nya sebelum akhirnya kembali ke alam mimpi.
.........
Nyambung gak sih readers ? mohon maaf ya apabila kurang gimana gitu 🤭
Sebelum nya, author Ingin meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak noveltoon dan para readers tercinta kesayangan Author.
karena apa ?
karena author setelah sekian lama, baru up lagi.
Mohon maaf kesibukan dan keterbatasan author di kehidupan nyata sehari-hari mengalihkan waktu dan perhatian author untuk melanjutkan Novel.
__ADS_1
So, jangan kapok dan tetap dukung karya Author ya♥️