
Akhir pekan yang cerah diselimuti terpaan sinar mentari yang terasa hangat menyentuh permukaan tubuh, Membuat satu persatu insan manusia keluar dari rumah tinggal nya menuju ke luar untuk menjalankan aktivitas Outdoor sekaligus menghirup udara kebebasan setelah seminggu kemarin disibukkan dengan rutinitas nya.
Ada yang berolahraga, piknik bersama keluarga, Jalan - jalan, Shopping dan sebagai nya. Namun berbeda dengan Anindya, di akhir pekan ini ia lebih memilih untuk melakukan quality time berdua bersama dengan Keenan yaitu berjalan - jalan di taman.
Sebelumya, ia pun ingin mengajak Devan dan dafin tetapi sayangnya Devan ada tugas ke luar kota sejak hari kemarin dan dafin yang pergi ke tempat les.
"Wah bunga - bunga nya indah sekali ya sayang, nanti kapan - kapan kita ajak papah Devan dan Abang dafin kesini ya" kata Anin mengajak ngobrol Keenan yang tengah menatapnya.
Lantas Anin pun Menikmati suasana taman ini dengan khidmat, sungguh perasaan nya begitu plong, ia dapat menghirup udara bebas dan menikmati sejuk nya angin yang berhembus menyentuh pori - Pori kulit wajahnya.
Namun tak berapa lama, terdengar suara langkah kaki mendekat kepadanya di susul sebuah panggilan nama yang membuat nya terkejut kala menatap kehadiran seseorang itu.
"Anin"
.........
Tut.....Tut....Tut...
Panggilan dering telfon terus berbunyi tanpa adanya jawaban dari seberang sana hingga membuat si penelfon menjadi kesal akan nya.
"Astaga, pada kemana ini pelayan di telfonin kok pada gak aktif. duh kalau gini mau gak mau aku harus turun sendirian ke dapur. males banget sih" kata Anita
Lantas setelah itu, ia pun turun dari ranjang nya menuju ke dapur untuk mengambil minum dan buah - buahan. Namun sebelum sampai ke dapur, Anita seketika menghentikan langkah nya kala ia melewati kamar Kevin. Apakah yang membuat nya berhenti ?
Jawaban nya adalah, Anita kembali mengintip untuk mendengar pembicaraan Angeline dengan Jhon yang begitu jelas di telinganya karena kebetulan Angeline tidak menutup pintu kamar.
"Iya sayang, Kamu tahu kan kalau aku nikah sama Kevin karena dia itu kaya, udah gitu tampan juga jadi aku harus pandai memanfaatkan rasa cintanya yang begitu besar untuk aku. apalagi kepopuleran keluarga Adiwijaya membuat karir ku sebagai model bertambah gemilang dan membuat ku semakin terkenal" kata Angeline yang sontak membuat Anita terkejut dan membelalakkan matanya.
"A-apa ? ja-jadi selama ini Angeline ha hanya ingin harta dan status sebagai menantu Adiwijaya ? da dan dia sudah membohongi Ki kita semua ?" kata Anita gugup saking terkejut dan tidak percaya.
Dan tanpa sadar, Anita pun berjalan mundur hingga ia menabrak vas bunga yang ada di belakang nya.
Brakkk
Suara benda pecah sontak membuat Angeline kaget, lantas ia pun berbalik dan sama terkejutnya Kala melihat pintu kamar terbuka dan bayangan seseorang.
Angeline pun lantas mematikan telfon nya Dan segera berjalan keluar untuk mencari tahu siapa orang yang telah berani mengintipnya.
__ADS_1
Sementara itu, Anita yang menyadari kalau dirinya ketahuan dengan segera ia pun berlari menuju kamarnya.
"Hem, sudah berani bermain - main dengan ku rupanya" kata Angeline tajam.
.........
"Anin" panggil seseorang itu.
"M-mas kevin ?" kata Anin yang sontak saja berdiri kaget melihat siapa yang ada di hadapannya.
Iya, seseorang itu adalah Kevin. Ia yang tanpa sengaja tadi pagi pergi dengan niat untuk menemui rehan, Justru malah berhenti dan berbelok kala melihat sebuah taman, Dan ketika ia sedang berjalan di area sekitar tanpa sengaja mata nya menangkap sosok perempuan berambut panjang sedang menggendong bayi yang begitu di kenalnya.
"Kau sendirian kesini ?" tanya Kevin to the point dan duduk di samping Anin tanpa permisi.
"Iya mas tetapi aku ada Keenan kok yang menemani. Oh iya mas Kevin apa kabar ?" kata Anin canggung, karena untuk pertama kali nya ia bertemu kembali dengan Kevin, pria yang telah menyakiti dan menorehkan banyak Luka untuk nya.
"Baik, sangat baik malahan apalagi setelah kepergian mu aku merasakan sebuah kebebasan yang teramat luas karena aku akhirnya bisa melepaskan ikatan mu dari hidupku"
Mendengar hal itu, Anin pun tersenyum lirih. Ia sudah menduga kalau Kevin tidak akan pernah berlaku baik kepadanya.
"Tentu saja, aku akan selalu bahagia" jawab Kevin.
Setelah itu, terjadi keheningan di antara mereka berdua. Berbeda dengan Kevin, Anin justru merasakan sebuah kecanggungan karena ini mungkin pertama kali baginya bisa duduk sedekat ini dengan Kevin.
Dan di tengah-tengah lamunan nya, pandangan Kevin sontak tertuju pada perut Anin yang buncit karena kehamilan nya. Melihat hal itu, ada desiran aneh dalam diri Kevin hingga fikiran nya melayang pada sebuah ingatan di waktu lalu.
"Mas Kevin, aku hamil ini anak mu"
"Bolehkah Aku meminta mu untuk memelukku sekali saja ? seperti nya aku mengidam mas"
Mengingat hal itu, Kevin pun sontak menggelengkan kepalanya.
"Berapa bulan kandungan mu ?" tanya Kevin yang membuat Anin kaget.
"Eh ehm 8 bulan mas" jawab Anin dengan heran, tumben sekali Kevin menanyakan tentang kandungan nya.
"8 bulan ya, baguslah kalau begitu jadi satu bulan lagi aku akan mengirim surat perceraian kita dan setelah itu kau dan aku akan resmi berpisah. Sungguh, aku tidak sabar untuk hal itu" kata kevin
__ADS_1
"Iya mas, aku tau kok. Dan aku juga menunggu hal itu, yaitu saat dimana aku terbebas dari penderitaan dan rasa sakit yang selama ini aku rasakan. kalau begitu Aku permisi mas" ucap Anin tegas, lantas setelah itu ia pun bangkit dan meninggalkan Kevin sendiri di sana yang tengah menatap kepergian nya.
"Semenjak perpisahan itu, dia menjadi semakin berani dan belagu. Dasar wanita murahan" ucap Kevin geram sambil mengepalkan tangan nya
.........
Di tengah - tengah perjalanan, tepatnya di dalam mobil yang di tumpangi nya. Anin kembali lagi meneteskan air mata nya. Ia kembali teringan akan masa lalu nya sewaktu bersama Kevin. Bagaimana penderitaan, rasa sakit dan penghinaan yang terus saja di terima.
"Apakah tidak ada sedikit pun rasa sayang dan perhatian mu pada anak yang ada dalam kandungan ku ?
kala kamu menyakiti dan tidak mengakui ku sebagai istri, aku terima mas. tapi jangan kau membuat anak mu kehilangan sosok ayah. kasihan dia" kata Anin dalam hati sambil mengelus perut buncit nya.
Sementara itu, sang sopir yang melihat Anin menangis menjadi begitu heran.
"Non, non Anin tidak apa - apa ?" tanya sang sopir menatap Anin dari balik spion
"Tidak pak, aku tidak apa - apa. hanya saja tadi di taman lihat seorang pengemis, aku jadi kasihan dan teringat makannya aku menangis" ucap Anin berbohong
"Owalah begitu, bapak kira ada apa"
"Hem, oh iya pak jangan kasih tau om Artha, bu Aulia dan mas Devan ya kalau aku tadi menangis" pinta Anin.
"Iya non, aman lah"
"Hehe terimakasih ya pak"
"Sama - sama non" jawab sang sopir
.........
Readers maaf ya,
author bukan nya lelet up, atau kalau pun up eh malah sedikit atau bagaimana.
author juga gak mau up cepat tetapi ceritanya kurang Sreg dan author tuh pengen ngasih cerita yang terbaik buat readers tercinta.
jadi mohon di maafkan plus di maklumi ya readers.. love you all 😘
__ADS_1