Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 54


__ADS_3

Entah apa yang menjadi penyebabnya, malam ini keenan terlihat begitu rewel, Anin sudah memberikan nya Asi tetap saja tidak mau, sudah digendong dan ditimbang - timbang supaya diam tapi tetap saja ia menangis.


"Ya Allah dek, kamu kenapa sayang kok rewel sekali malam ini" ucap Anin.


Lalu ia pun segera mengelus dahi Keenan supaya cepat tidur, tetapi apa yang di dapat ? dahi Keenan terasa sangat panas, dan untuk lebih meyakinkan lagi Anin pun kembali meraba leher dan bagian tubuhnya yang lain namun hasilnya tetap sama.


"Keenan, dahi dan leher kamu panas sekali, kamu demam nak ? ya Allah gimana ini mamah gak punya obat lagi"


Ibu muda yang belum berpengalaman ini terlihat begitu kalang kabut, apalagi Bi Sari yang selalu membantu nya sedang pergi ke kampung halamannya dan baru akan pulang esok hari.


"Aku harus membawa Keenan ke rumah sakit, aku gak mau terjadi apa - apa sama dia"


Lalu Anin pun segera menelfon Kevin karena memang saat ini ia belum pulang ke rumah.


Panggilan pun berdering, Namun naas nya Kevin malah mematikan panggilan tersebut begitu saja selama berulang kali.


"Kok panggilan dari aku kamu tolak terus sih mas, apa aku kirim pesan saja ya" kata Anin langsung mengetik pesan untuk kevin.


Setelah terkirim, sesaat kemudian centang biru terlihat di sana Namun setelah hampir menunggu selama setengah jam, Kevin tidak kunjung membalas.


Dan mau tidak mau akhirnya Anin membawa Keenan dalam gendongan nya dan pergi meminta bantuan kepada mamah Kevin.


Namun apa yang terjadi ? mamah Kevin sama sekali tidak mau membantu Anin dan ia justru merasa senang melihat Keenan sakit dan ia juga mengharapkan agar anak itu meninggal saja.


Anin yang merasa sakit hati lantas berbalik dan segera ke kamar nya lalu ia memakai jaket, mengambil tas dan segera membawa Keenan ke rumah sakit malam ini juga.


Terlihat di luar, hujan deras menghiasi malam ini.


"Ya Allah hujan nya deras sekali" Ucap Anin sambil mengeratkan pelukan nya pada Keenan.


"Tak apa Anin jangan hiraukan hujan, Anak mu sekarang butuh pertolongan" ucap nya lagi lalu ia pun segera menerobos hujan tanpa peduli jika tubuh dan pakaian nya basah yang terpenting sekarang adalah keselamatan Keenan.


.........


Sementara itu, Saat ini Kevin dan Angeline sedang makan malam di sebuah restoran mewah bintang 5.


Saat sedang fokus menyantap hidangan yang tersaji, Tak lama kemudian sebuah panggilan masuk terdengar dari handphone Kevin, lantas ia pun segera mengambilnya.


"Siapa yang telfon honey ?" tanya Angeline melihat Kevin menolak panggilan tersebut.


"Anin"


"Ada apa dia telfon kamu, ganggu banget sih"

__ADS_1


"Iya sayang sudah lah jangan hiraukan dia" pinta Kevin lalu mereka pun melanjutkan makannya.


Tak lama setelah itu ponselnya kembali berdering dan sama seperti sebelumnya Kevin menolak panggilan itu hingga 10 kali.


Lalu sebuah pesan masuk dan Kevin pun langsung membuka nya.


From Anin :


Mas Kevin, kamu cepatlah pulang mas, Aku minta tolong padamu. Keenan sakit aku takut terjadi apa - apa sama dia. antar aku ke rumah sakit mas. Aku mohon sekali


Setelah membaca pesan tersebut Kevin memilih mengabaikan nya.


Sungguh dua keadaan yang berbanding terbalik, sang istri pertama sedang kalut dan rela mengorbankan diri demi keselamatan anak nya sedangkan sang suami justru malah sedang bersenang senang dengan istri keduanya.


.........


"Suster suster tolong Anak saya sus" panggil Anin setelah berhasil sampai di rumah sakit.


Dan karena terburu - buru, Anin tidak sadar kalau ia telah menabrak tubuh seseorang. Lalu ia pun segera berbalik dan meminta maaf.


"Maaf tuan saya tidak sengaja" ucap Anin.


Sementara pria yang ia tabrak tadi menatapnya terkejut


"Anin ?" panggilnya.


Iya, pria yang tadi yang di tabrak Anin adalah rehan.


"Kau sedang apa disini Anin dan kenapa tubuhmu basah kuyup seperti ini" tanya rehan


"Keenan sakit kak, di rumah tidak ada yang bisa mengantar akhirnya aku berlari menerobos hujan untungnya aku bertemu Angkot di pangkalan"


"lah kevin kemana kok gak antar kamu sih"


"Mas Kevin belum pulang kak, Aku sudah beberapa kali menelfon nya tetapi ia menolak semua panggilan ku, pesan yang di kirim pun tidak ia balas dan hanya di baca saja"


"Lah bukan nya Kevin sudah pulang dari sore ya, lantas kemana dia ?" batin rehan


"Ya sudah kalau gitu cepat bawa Keenan ke dokter anak, tenang semuanya akan aku organisir kamu berdoa saja supaya dia cepat sembuh dan baik baik saja"


"Iya kak, terimakasih atas bantuan nya" ucap Anin berkaca - kaca.


Sementara itu, rehan melihat Anin dengan tatapan iba. remaja wanita yang tengah duduk melamun di kursi tunggu ini terlihat begitu menyedihkan, Ia mengutuk Kevin yang dengan tega nya tidak mau membantu Anin dan malah membiarkan nya malam malam begini sendirian hujan - hujanan demi keselamatan Keenan.

__ADS_1


Tak lama kemudian dokter pun datang dan memberitahukan keadaan Keenan.


"Alhamdulillah nona, kondisi bayi nya baik di hanya demam biasa dan salah satu penyebab nya adalah ia mengalami kekurangan gizi.


Untuk itu saya meminta untuk nona supaya lebih banyak memakan makanan yang bergizi dan kurangi stress karena itu berpengaruh pada kualitas ASI" ucap dokter.


"Baiklah kalau begitu, terimakasih banyak ya dok"


Setelah selesai, Keenan pun bisa pulang hari ini juga. Lalu mereka pulang dengan diantarkan oleh rehan.


.........


Beberapa hari kemudian, kondisi keenan sudah kembali seperti sedia kala. Namun, berbanding terbalik dengan Anin.


Sudah beberapa kali ia mengalami mual muntah, perutnya tidak enak serasa di aduk aduk dan kadang kadang kepalanya sangat pusing.


seperti saat ini ia sedang muntah di toilet.


Uwekkk uwekk


"huftt, lemas sekali rasanya sudah beberapa hari aku terus saja mual. apa karena malam itu aku hujan - hujannan ya ?"


Lantas setelah itu, Anin pun pergi ke kamar dan membaringkan tubuhnya di sebelah Keenan yang sedang tertidur pulas.


Namun baru juga Akan terlelap, rasa mual itu datang kembali hingga membuat Anin terbangun dan buru - buru ke toilet.


Bi sari yang kebetulan melihat Anin lantas mengikutinya dan mengurut perlahan tengkuk Anin.


"Keluarkan semua nya non biar lega"


"sudah bi, terimakasih ya" ucap Anin lemas


"Mual nya belum juga sembuh non," kata bi sari menatap Anin iba.


"Iya bi, Anin juga tidak tau kenapa sebab nya. padahal Anin sudah minum obat, sudah bibi kerok biar angin nya keluar tapi tetap saja tidak sembuh"


Mendengar hal itu, bi sari menatap wajah pucat Anin dengan lekat. ia menduga ada sesuatu hal yang terjadi pada diri Anin, namun terlihat ada sebuah keraguan tergambar di wajahnya, tetapi bi sari tetap mengutarakan hal tersebut.


"Non, A - apa mungkin yang terjadi sekarang ini ka karena non Anin Se - sedang hamil ?"


.........


Wah, apakah mungkin Keenan bayi berusia 4 bulan itu akan menjadi seorang kakak ?

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya


jangan lupa like dan vote karya author ya readersđŸ˜˜


__ADS_2