Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 83


__ADS_3

Saat ini Di Adiwijaya hospital. terlihat Mike, Anita, Angeline dan Kevin tengah terdiam dengan perasaan gusar. sesekali mereka menengok ke arah pintu UGD dimana di dalam nya sang putri bungsu keluarga Adiwijaya yaitu Valerie tengah terbaring lemah dan sedang berada dalam pengobatan dokter.


Flashback On :


"Arghh Valerie" teriak Anita kaget begitu melihat Valerie terbaring lemas di lantai kamar dengan darah yang bersimbah dari pergelangan tangan nya.


Tak jauh dari nya terlihat sebuah cutter yang juga berlumuran darah, seperti nya Valerie dengan sengaja memotong urat nadi di pergelangan tangan nya untuk mengakhiri hidup.


"Ya Tuhan bangun sayang, apa yang kamu lakuin val. bangun" kata Anita sambil menepuk - nepuk pipi valerie.


Sementara itu, Milan, Kevin dan Angeline yang mendengar teriakan histeris dari Anita langsung merasa begitu kaget, lantas mereka semua pun segera pergi ke lantai atas menuju kamar Valerie dengan penuh tanda tanya.


Ceklek,


"Ada apa mah" ucap Kevin kala membuka pintu, lantas ia pun segera melangkahkan Kaki nya masuk ke dalam.


Namun, sama seperti ekspresi Anita sebelumnya mereka semua pun kaget sekaligus takut melihat keadaan Valerie.


"Astaga Vale, kamu kenapa ?"


"Apa yang terjadi padamu nak ?"


"Oh ya tuhan, kenapa dengan nya ?"


begitulah sekiranya pertanyaan dalam benak mereka bertiga.


"Kevin siapkan mobil kita harus segera membawanya ke rumah sakit" titah Milan


"Baik pah" jawab Kevin.


lantas setelah itu, Valerie pun langsung di bawa ke rumah sakit untuk segera di tangani. Dan hingga detik itu, mereka belum mengetahui apa penyebab dan alasan valerie hingga nekat ingin mengakhiri hidupnya.


Flashback off


.........

__ADS_1


Drrettt drett drettt


Terdengar suara panggilan telfon terdengar berdering dari Handphone milik Angeline. Setelah melihat siapa nama pemanggil, Angeline pun lantas langsung mematikan panggilan tersebut bahkan hingga beberapa kali dan tanpa di sadari nya ternyata Kevin melihat hal ini.


"Kenapa tidak kamu angkat sayang ?" tanya Kevin heran


"Eh, ini honey ehm telfon dari nomor tidak di kenal kayaknya orang iseng deh, gak kerjaan banget" kata Angeline tersenyum kikuk.


"Kamu yakin ? tapi itu beberapa kali loh hubungin kamu nya, siapa tau penting dan kamu gak sempat no nya, angkat saja" titah Kevin


"Ba baiklah honey sebentar ya aku angkat dulu" kata Angeline, lantas setelah itu ia pun bangkit dan berjalan menjauhi ruang tunggu pasien.


Melihat hal itu, Kevin pun merasa sedikit curiga dengan Angeline. Untuk apa pergi menjauh hanya untuk menerima panggilan telfon ? namun ia berusaha untuk tetap berfikiran positif, karena ia begitu cinta dan percaya pada sang istri


Sementara itu, setelah dipastikan bahwa dirinya aman dari jangkauan Kevin, Angeline pun lantas kembali menghubungi nomor tadi untuk melanjutkan panggilan


"Hallo, ada apa ?" ucap seseorang di seberang sana yang terdengar begitu dingin


"Ih Jhon sayang, kamu kok jawabnya gitu banget sih, maafin aku ya tadi gak angkat telfon kamu habisnya ada Kevin di samping aku" kata Angeline manja


Iya, yang menelfon tadi adalah jhon sang kekasih


"Maaf honey aku gak bisa tepatin janji buat ketemu kamu hari ini, habisnya aku lagi di rumah sakit sekarang. Adik ipar ku melakukan percobaan bunuh diri dan sekarang sedang dalam perawatan dokter. aku gak enak kalau harus pergi dalam keadaan seperti ini"


"Valerie ? melakukan apa dia ? dan Di rumah sakit Mana ?" tanya jhon berturut-turut


"Iya, dia memotong urat nadi nya sendiri dan sekarang di rawat di rumah sakit Adiwijaya"


"Oh Ya sudah kalau begitu, kamu tetap di sana saja. Nanti kita janjian lagi kapan akan bertemu."


"Okayy honey, makasih ya udah ngertiin aku


ya udah aku tutup dulu ya telfon nya, bye honey love you muachhh"


"Siap honey love you too"

__ADS_1


.........


Sementara itu Masih dengan posisi yang sama, Devan pun saat ini terlihat sudah memulai pembicaraan menuju ke arah yang serius.


"Hufttt, Dafin adalah anak saya satu - satunya. Kebahagiaan dia adalah segalanya, namun bukan berarti hanya karena ingin dia bahagia justru malah membuat saya harus mengorbankan kebahagiaan diri saya sendiri.


Dan untuk itu, Maafkan saya Anin, Saya........."


kata Devan menggantung ucapan nya dan hal itu membuat Anin bingung sekaligus deg - degan


"Saya apa kak ?" tanya Anin penasaran


"Maafkan saya Anin, sepertinya saya memang harus menjadi sosok ayah baru bagi keenan dan calon anak dalam kandung mu." kata Devan tegas sambil menatap mata Anin tajam.


"A-Apa ? Jadi maksud ka Devan, Aku gak sa - salah dengar kan" kata Anin terkejut.


Apakah saat ini pendengaran nya masih terbilang normal kah ? kenapa ia mendadak menjadi telat berfikir seperti ini ?


"Nggak Anin, saya sudah memutuskan bahwa saya akan menikahi kamu setelah melahirkan nanti. Dan saya melakukan hal ini juga bukan karena untuk memenuhi keinginan dafin saja tetapi karena ada hal lain juga"


"Hal lain ? maksud kak Devan apa ?"


Dan tanpa menjawab, Devan pun mengambil tangan Anin lalu menggenggam nya erat. Terasa sekali kehangatan tangan besar itu hingga sampai ke relung hati Anin.


"Kamu tau Anin ? entah mengapa sejak kehadiran kamu di rumah, saya merasakan sesuatu yang berbeda bahkan kepada ibu nya dafin pun saya tidak pernah merasakan hal ini. Wajahmu, sifatmu, masakan mu dan semuanya tentang dirimu membuat hati saya bergetar.


Saya tau, seperti nya pria tua semacam saya tidak pantas untuk mengatakan hal ini tetapi saya ingin mengatakan kepadamu kalau saya sepertinya sudah menyukai kamu Anin, saya nyaman berada di dekat mu dan saya mau kamu yang mendampingi saya seumur hidup.


So, Would you be my wife and my future Anindya ?"


.........


Ahhhh mas Devan so sweet banget sih, author jadi baper..


eh Anin bakalan baper juga ya, dan apakah Anin akan menerima Devan ?

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya yaaa.


jangan lupa like, komen & vote nya ya 🥰


__ADS_2