
Seperti sudah menjadi budaya dan hukum alam, ada beberapa hal yang begitu berlawanan terjadi dalam kehidupan dan itu menjadi memberikan warna tersendiri. Ada senang ada sedih, Ada kaya ada miskin, ada yang datang dan ada yang pergi, ada pula yang manis dan ada yang pahit.
Jikalau sekarang Anindya sedang melangkah menjemput sebuah kebahagiaan dan manis nya hidup. Hal ini berbanding terbalik dengan Valerie, Ya Valerie adik kandung dari Kevin sekaligus putri bungsu Adiwijaya.
Brakkk.
Suara beberapa benda terlempar begitu keras ke arah cermin, Terlihat di sana Valerie berteriak dengan air mata yang luruh lantah membasahi pipi nya.
"Nggak, ini gak mungkin.. Gue gak mau hamil, gue gak mau punya Anak." Teriak Valerie histeris
Iya, Sudah berapa hari ini entah kenapa Valerie Merasakan tubuhnya begitu tidak sehat, kepala pusing, perut mual, dan ia juga tidak makan dengan baik jika dia makan maa dia akan memuntahkan nya kembali.
Melihat keadaan Valerie yang seperti itu, teman - teman nya pun lantas mengatakan bahwa gejala yang dialaminya itu seperti orang yang sedang hamil. Mendengar hal itu Valerie pun kaget setengah mati, lantas keesokannya ia pun memberanikan diri untuk cek kandungan.
Dan ternyata harapan hanyalah tinggal angan semata, testpack yang dipakainya menunjukkan dua garis merah, tandanya ia positif hamil. bahkan sudah berulang kali pun ia coba tetap saja hasilnya positif.
"Gue harus kasih tau dia kalau gue hamil" kata Valerie yang langsung keluar kamar mandi untuk mengambil ponselnya, terlihat sekarang ia sedang menelpon seseorang.
"Please angkat please, Lo kemana aja udah 3 hari gak hubungin gue. Gue gak mau sendirian menanggung beban ini" kata Valerie gelisah kala panggilan tersebut tidak dapat terhubung.
Dan karena kesal, Valerie pun lantas melempar ponsel nya hingga retak.
"Arghhh kenapa ini terjadi sama gue sih, hiks hiks hiks gue gak sanggup. apa yang harus gue ucapin sama mamah dan kak Kevin" kata Valerie menangis frustasi.
__ADS_1
.........
Sementara itu, saat ini Kevin dan Valerie tengah duduk santai di dalam kamar mereka. Terlihat Valerie tengah melakukan rutinitas nya yaitu memoles skincare malam dan Kevin yang tengah bermain ponsel.
"Sayang" panggil Kevin kepada Angeline.
"Iya honey ada apa ?"
"Semenjak keguguran mu waktu itu sudah berlangsung 3 bulan yang lalu. tapi kok kamu belum hamil lagi ya" ucap Kevin tiba - tiba
Mendengar hal itu, Angeline pun seketika kaget dan langsung berbalik ke arah Kevin.
"Ya aku gak tau, kamu kan dokter jadi harusnya lebih faham dibanding aku" kata angeline
"Tiap orang kan beda - beda honey, lagian kamu kenapa kok tumben banget nanyain soal anak ?" tanya Angeline curiga.
"Iya gak papa sih, cuman aku pengen aja gitu segera mungkin punya anak, oh iya semenjak keguguran itu kamu gak pakai kontrasepsi Kan ?" ucap Kevin menyelidik.
"Ma - mana mungkin lah honey, aku juga kan pengen segera punya anak dari kamu" kata Angeline gugup takut ketahuan jika dia memang sedari awal menikah juga sudah memakainya.
"Iya semoga saja kita segera punya anak lagi"
Dan entah mengapa, semenjak pertemuan nya kemarin dengan Anin dan melihat perut nya yang buncit dan menonjol, hati Kevin begitu bergetar melihatnya. Ternyata anak yang tidak ia harapkan dan akui itu tumbuh dengan baik di dalam rahim Anin. Entahlah ada perasaan senang, sedih dan sedikit penyesalan dalam diri Kevin.
__ADS_1
.........
Sementara itu di kediaman Narendra, saat ini mereka sedang harap - harap cemas menunggu hasil pemeriksaan dokter akan kondisi dafin yang sebenarnya.
Iya, sejak pulang sekolah entah kenapa tubuh dafin tiba - tiba menjadi panas, wajahnya sangat pucat dan tubuhnya lemah. hal itu pun membuat Aulia begitu kaget melihat keadaan sang cucu, lantas ia pun segera memanggil dokter pribadi keluarga nya.
"Bagaimana keadaan cucu saya dok ?" tanya Aulia cemas.
"Seperti nya tuan muda dafin terkena demam berdarah nyonya, dan saya sarankan untuk di rawat saja di rumah sakit biar kami bisa memantau nya lebih ketat" kata dokter yang diketahui bernama Yusuf tersebut.
"Baiklah kalau begitu dok, saya akan segera membawanya ke rumah sakit. tolong dokter persiapkan semuanya" kata Aulia.
"Baik nyonya"
Iya, Naren'sCorp memang menjadi pemilik saham tertinggi dari salah satu rumah sakit terkenal yang berada di Jakarta yang setara dengan Adiwijaya hospital.
Lantas setelah itu, dengan dibantu oleh Anin. Bu Aulia pun segera membawa dafin ke rumah sakit dengan di antar oleh sopir karena tuan Artha dan Devan tengah menghadiri sebuah pertemuan penting dengan kolega bisnis. Namun meskipun begitu, aulia sudah memberitahu asisten sang suami agar menyusul ke rumah sakit.
.........
Tingkatkan dukungan kalian ya readers ♥️
biar author makin semangat lagi up nya😘
__ADS_1