
Tuk.
Suara lemparan ballpoint mendarat tepat di kening seseorang hingga membuat lamunan nya buyar seketika. tak lama kemudian Sorot mata nya menatap tajam kepada sang sahabat yang begitu usil.
"Lo apa apaan sih re, ganggu banget" kata Kevin mengambil ballpoint tersebut dan kembali melempar kan nya kewajah Rehan.
"Vishh, visshh sorry brother gue bercanda"
"Bercandaan Lo gak lucu sama sekali"
"Habisnya Lo kenapa sih Vin, pas meeting sama para dokter gak fokus udah gitu ngelamun terus lagi, ada apa sih ?" tanya rehan
Ia begitu aneh melihat kelakuan sang sahabat yang tidak biasanya, meskipun sedang ada masalah Kevin tetap akan profesional dalam bekerja, dan hal itu sangat berbeda dengan hari ini karena ia lebih banyak melamun dan sesekali meremas rambut atau memijat keningnya.
"ada Masalah besar" jawab Kevin
"Masalah besar apa ? tentang perusahaan, rumah tangga Lo atau gimana ? yang jelas dong" kata rehan tidak sabaran
"Anin hamil" jawab Kevin lirihhh hampir tidak terdengar.
"Apa ? Anin hamil anak Lo gitu ? gu - gue gak salah de denger kan ?"
"Gak" jawab Kevin singkat
"Hah, gimana bisa sih Vin bukannya Lo selama ini benci dan jijik sama dia tapi kok bisa hamil gitu, terus Lo tau darimana kalau Anin hamil ?"
"Dia yang kasih tau gue langsung tadi pagi"
Flashback On :
"mas, mas Kevin tunggu" Teriak Anin mencegah langkah panjang Kevin.
Namun meskipun mendengar ada yang memanggilnya, Kevin terus saja melanjutkan langkah nya dan pura - pura tidak mendengar.
Hingga ketika ia akan membuka pintu rumah, sebuah tangan lentik menggenggam sikut nya.
"Tunggu dulu mas, ada yang ingin Anin beritahukan sama mas" pinta Anin melepaskan genggaman nya.
"Apa ?"
"Anin mau kasih tau sesuatu tapi tidak disini"
Mendengar hal itu, Kevin menghela nafas kasar.
"disini atau aku pergi sekarang"
"aku mohon mas ikut Anin sebentar saja, karena hal ini tidak bisa disampaikan dimana saja, aku mohon mas tidak akan lama kok"
"Dimana ?"
__ADS_1
"Di kamar Anin"
Mendengar hal itu, Kevin mengernyitkan dahinya heran hal penting apakah itu sampai harus di kamar memberi tahunya, namun dengan malas akhirnya Kevin pun mengikuti Anin ke kamarnya.
Sesampainya di sana, Kevin Melihat Keenan sedang tertidur pulas di atas kasur tipis yang dialasi tikar plastik namun tetap saja ia cuek dan tidak merasa kasihan melihat bayi gembul itu.
"Ini mas" kata Anin sambil menyerahkan sebuah kotak kepada Kevin
dan tanpa berlama - lama kevin pun langsung membuka kotak tersebut. Satu detik, Dua detik, tiga detik ia merasa aliran darah ditubuhnya berhenti seketika.
Matanya melotot tajam, wajahnya memerah, bibirnya mengatup dengan gigi yang bergemeretak menahan amarah yang membuncah di dadanya melihat isi nya yang ternyata 3 buah testpack.
lantas Kevin pun langsung melempar kotak tersebut secara kasar ke lantai hingga menimbulkan bunyi yang begitu nyaring, namun untung saja Keenan tidak terbangun karena hal itu.
"Apa maksudnya ini hah ?" tanya Kevin melotot sambil mencengkram kuat bahu Anin hingga membuatnya meringis.
"I- itu benar mas, sekarang aku sedang hamil anak kamu" jawab Anin ketakutan.
"hahaha benar - benar wanita licik, kau memanfaatkan kejadian malam itu hingga kau berhasil mengandung anak ku begitu ? rencana apa yang sedang kau susun hah ?"
Mendengar hal itu, Anin menggelengkan kepalanya seolah membantah semua tudingan Kevin padanya.
"Kamu fitnah mas, Aku juga tidak tau kalau kejadian itu akan membuat aku hamil lagi"
"Harusnya, saat itu kau langsung meminum pil pencegah kehamilan bukan diam saja, oh atau kau sengaja ingin menjerat aku dan keluarga ku dengan anak mu itu ?"
"Kau sungguh tukang fitnah mas, kau selalu mengganggap ku negatif"
lantas ia pun segera menghampiri Anin dan mencengkram pipi nya.
"Melihat mu saja aku benci apalagi harus punya keturunan dari mu, aku tidak mau tau kau harus gugurkan anak ini" ucap Kevin lantang.
"Gak, aku gak akan gugurin anak tidak berdosa ini karena dia tidak bersalah, kau yang harusnya malu mas tugasmu sebagai dokter dan menyelamatkan nyawa pasien
tetapi malah ingin melenyapkan darah daging nya sendiri, manusia macam apa kamu? dan setuju atau tidak aku akan tetap membesar kan nya walau tanpa ada bantuan dari kamu" kata Anin tegas sambil menunjuk dada Kevin
Mendengar hal itu, Kevin pun seketika kaget mengapa Anin sekarang berani melawan nya ?
Flashback off
..........
Sementara itu, di sebuah rumah sederhana. Bapak Anin yang sekarang sedang sarapan bersama Yudi perlahan mulai membuka percakapan di antara mereka.
"Yud," ucap bapak Anin
"Iya pak kenapa ?" tanya Yudi sambil kembali menyuapkan nasi ke mulut nya.
"Semalam bapak mimpi kalau Anin menuntun 2 orang anak yang satu nya Keenan namun yang satu nya lagi tidak terlihat jelas"
__ADS_1
"benarkah pak ?"
"Iya yud"
Mendengar hal itu Yudi pun merasa Aneh.
"Apa jangan - jangan Anin sedang hamil lagi ya pak ?" tebak Yudi.
"Maksudmu, Anin kembali mengandung lagi ?"
"Iya pak, kayaknya arti mimpi bapak itu deh, tapi maaf kalo salah ya soalnya kan Yudi cuman nebak saja hehe"
Mendengar hal itu bapak Anin pun ikut tertawa, tetapi ia juga ikut memikirkan ucapan Yudi.
apakah benar anak perempuan nya itu sedang mengandung Kembali ? tapi kan usia Keenan baru saja 4 bulan.
.........
"Biadab Lo Vin, manusia macam apa Lo hah ? gue kalau jadi Anin juga bakal ngelawan, kalau perlu gue akan hajar dan bunuh Lo sekalian" ucap rehan lantang
Ia menjadi emosi mendengar Kevin ingin menggugurkan anak nya sendiri.
"Manusia macem apa Lo, bener - Bener gak berperikemanusiaan"
"Jadi maksud Lo secara tidak langsung gue harus rawat dan membesarkan bayi itu ?" ucap Kevin
"Iya"
"Tapi gue gak menginginkan bayi itu re, cuman Angeline yang pantas jadi ibu dari anak - anak gue dan bukan si Anin. lagian gue cuman semalam doang kok gue nidurin dia"
"Iya semalem, tapi gue yakin Lo lakuin nya berkali Kali kan ? ngaku aja gak usah munafik" tebak rehan.
Mendengar hal itu, Kevin pun seketika bungkam karena dalam hati ia pun membenarkan apa yang diucapkan rehan.
Karena entah kenapa malam itu ia merasakan sensasi dan kenikmatan berbeda yang belum pernah dirasakan nya bersama Angeline, hingga ia terus saja melakukan nya berulang - ulang seolah tidak pernah puas.
"Benar kan tebakan gue ? harusnya Lo itu bersyukur punya istri masih muda kaya Anin terlebih dia sangat subur, buktinya cuman semalem aja benih Lo udah jadi.
apa kabar dengan Angeline yang meskipun udah tak terhitung dia ngelakuin nya sama Lo tapi sampai sekarang belum hamil juga" kata rehan tegas
jlebb
ucapan rehan tanpa sengaja lagi - lagi menusuk hati Kevin dan ia juga kembali membenarkan nya.
Namun setelah kesadaran nya pulih, ia merutuki otak nya yang lebih membayangkan Anin dan membela wanita itu.
Arghh sekarang ia semakin pusing saja.
.........
__ADS_1
like nya mana nih ??
jangan pelit pelit kasih jempol nya readers ku sayang biar author makin semangat.