Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 45


__ADS_3

"Selamat siang nona Anindya, mari saya periksa kembali ya" Sapa sang dokter Obgyn yang mulai melakukan pemeriksaan kembali untuk mengecek keadaan Anin dan Keenan.


"Semuanya nya baik, dan Nona pun keadaannya sudah berangsur pulih, dan besok sudah bisa pulang ke rumah"


"Benarkah dok ? baiklah terimakasih dok" jawab Anin tersenyum,, Akhirnya ia bisa kembali pulang setelah 2 hari menginap disini dan ia juga terbebas dari bau rumah sakit yang tidak disukai nya.


"Ehm sebelumnya, boleh saya bertemu dengan suami nona ? ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan" ucap dokter berhati - hati


Degg


Suami ? Mas kevin ?


bagaimana mungkin ? dari awal dia berada di sini, tidak pernah sedetik pun Kevin mengunjungi ia dan Keenan bahkan seluruh anggota keluarga Adiwijaya pun tidak ada yang bertanya keadaan nya. sungguh miris sekali,


"Suami saya sedang berada di luar kota dok, kalau ada yang mau di sampaikan sama saya saja nanti saya bilang sama suami. " jelas Anin


Lalu dokter pun mulai menjelaskan kembali mengenai perkembangan Keenan, memberikan tips dan wejangan kepada ibu muda ini serta memberi tahukan kapan jadwal imunisasi serta pemeriksaan lebih lanjut.


Setelah semuanya selesai, dokter dan perawat itu pun keluar. Tak lama kemudian Bi sari muncul sambil menenteng tas berisi makanan yang ia bawa dari rumah.


Iya, ketika pagi hari bi sari akan pulang ke rumah untuk melanjutkan pekerjaannya sedangkan pada malam hari nya beliau menginap di rumah sakit menemani Anin.


Sebenarnya Bi sari merasa keberatan jika harus meninggalkan Anin di rumah sakit sendiri bersama Keenan tetapi Anin memaksa supaya bi sari tetap kerja, jangan sampai karena menunggu dirinya pekerjaan bi sari di rumah menjadi terbengkalai.


"Hai bi, sudah sampai ternyata" Sapa Anin


"Iya non, Alhamdulillah pekerjaan bibi sudah selesai. Oh iya ini bibi bawa soto buat non makan siang" kata bi Sari membuka tas yang ia bawa Dan mulai menuangkan soto serta nasi ke dalam piring.


"Wahhh bau nya sajaa sudah enak begini bi, aku udah gak sabar buat memakan nya."


Lalu Anin pun mulai menyantap nya dengan lahap.


"Oh iya bi, kata dokter besok pagi Anin sudah bisa pulang"


"benarkah ? Alhamdulillah non. ehm kalau begitu sepertinya bibi harus menyiapkan sambutan" kekeh Bi sari.


"Ah bibi jangan begitu, tidak perlu repot repot. " Ucap Anin tersenyum


Lalu mereka pun berlanjut mengobrol hingga tangisan Keenan menghentikan keduanya.


...…...


"Vin gue denger Anin udah lahiran ya ?" tanya rehan memandang sekilas pada Kevin melalui spion mobil.


"heemm" jawab Kevin singkat


"wah ? kapan sih kok gue baru tau tadi pagi"

__ADS_1


"2 hari yang lalu"


"Cewek apa cowok anaknya ?" tanya nya lagi


"gak tau" jawab Kevin yang membuat Rehan merasa aneh.


"Lah Lo masa gak tau sih, eh apa jangan jangan Lo juga belum kunjungi dia ke rumah sakit lagi"


"Emang iya"


"Astaga suami macam apa Lo Vin, istri lahiran kok gak peduli gitu"


mendengar apa yang dikatakan Rehan membuat Kevin menghela nafas panjang dan mengalihkan pandangan ke samping.


"Udah berapa kali gue bilang, gue gak peduli sama dia dan anak haram nya itu. udah lah cape gue mau tidur" jawab Kevin tegas tanpa mau dibantah. lantas ia pun segera memperbaiki posisi nya dan mulai menutup ke dua matanya.


Rehan yang melihat hal itu pun hanya bisa diam.


"Gue harus jenguk Anin, kasian dia. pasti Kevin dan keluarga nya gak ada yang peduliin dia" batin rehan


...…...


Sementara itu, saat ini Angeline sedang mengendarai mobil mewah nya yang diberikan oleh Kevin sebagai hadiah pernikahan mereka menuju apartemen sang kekasih hati. Jhon


Tak lama kemudian sampailah ia di sebuah kawasan apartemen mewah, lantas ia pun memarkir mobil nya di basement.


Suara pin terdengar disusul pintu yang terbuka membuat Angeline sejenak mengedarkan pandangan nya meneliti setiap sudut ruangan yang sudah 2 bulan ini tidak ia kunjungi.


Langkah kakinya segera membawanya menuju kamar pribadi sang pemilik. sama seperti sebelumnya ia kembali memperhatikan kamar tersebut untuk melihat objek yang sangat ia rindukan.


Lalu tak lama kemudian terdengar suara air yang dihidupkan, membuat Angeline menghela nafas lega.


ceklek


buggg,, tak lama setelah ia keluar, Jhon dikagetkan dengan sebuah pelukan dari belakang tubuhnya.


"Aku kangen banget sama kamu baby" ucap Angeline manja menyandarkan kepala nya pada punggung tegap Jhon


"hemm, benarkan ? tetapi aku rasa dua bulan kau tidak menemuiku kau baik baik saja" jawab Jhon ketus, lantas Angeline pun berjalan hingga ia kini berada tepat di depan Jhon.


"Maafkan aku, kamu tau kan bagaimana posisi ku saat ini ? tenang lah baby, Kevin telah mengizinkan aku kembali bekerja. dan itu artinya kita akan kembali seperti dulu" kata Angeline merayu.


Mendengar hal itu, hati Jhon pun luluh. lantas ia pun segera memeluk Angeline sang kekasih yang juga sangat ia rindukan.


"oh iya honey, tumben kamu bisa kemari.?"


"Aku berbohong honey"

__ADS_1


"Berbohong ? maksudmu ?" tanya jhon mengernyitkan dahinya


Flashback on :


"Angeline kamu mau kemana sudah rapi begitu nak ?" tanya mamah Kevin penasaran melihat sang menantu.


"Angeline izin pergi sebentar ya ma, ada teman semasa kuliah ku dari luar kota yang main kesini Dan mengajak ku bertemu"


"Oh begitu, sudah izin sama Kevin belum?"


"Udah ma, ya udah aku pamit ya" jawab Angeline menampilkan senyum manis nya meskipun dalam hati ia merasa dongkol kenapa mertuanya ia banyak sekali bertanya.


lalu setelah di mobil ia pun chat Kevin meminta izin kepadanya.


Flashback off


"pintar sekali kekasih ku ini" Ucap jhon memuji Angeline lalu ia pun mengecup bibir nya.


...…...


Keesokan hari nya, Anin sudah bersiap untuk pulang. semua perlengkapan nya telah selesai dibereskan dan Keenan pun sudah tampak anteng di gendongan nya.


Lalu tak lama kemudian datang seorang perawat memberinya berkas yang harus tangani dan juga memberi tahukan biaya kelahirannya.


"Nona Anindya, anda belum membayar biaya administrasi dan kelahiran nya. Total semuanya berjumlah 6,5 juta, itu termasuk biaya lahiran, perawatan, kamar, obat dan juga pemeriksaan. silahkan sebelum pulang anda melunasinya hari ini, Terimakasih" lalu perawat itu pun keluar.


sementara itu, Anin yang awalnya bahagia perlahan ia mulai merasa bingung dan sedih, uang yang ia punya hanya sekitar 2 jutaan. lalu bagaimana dengan biaya sisanya ?


"Ya Allah darimana aku harus mendapatkan uang hari ini ?"


Dan tanpa Anin ketahui bi sari sedari tadi mendengarkan apa yang di ucapkan perawat, lantas ia pun menghampiri Anin yang tampak menyedihkan dan ia berkata akan membantu Anin untuk melunasi biaya rumah sakit. meskipun sempat menolak, tetapi Akhirnya anin menerimanya dan berjanji akan menggantinya. Ia pun sangat sangat berterimakasih karena bi sari begitu banyak membantu nya.


...…...


Setelah semua selesai, akhirnya Anin pun bisa pulang. Ia pulang bersama bi sari dan pak Jamal.


Selama di perjalanan, Keenan tertidur dengan tenang nya sesekali mata kecil nya mengerjap ngerjap membuat Anin merasa sangat gemas dengan sang anak.


hingga tanpa terasa mereka pun telah sampai di kediaman Adiwijaya, dan ketika telah memasuki rumah, bukan sambutan hangat lah yang ia dapatkan.


"Kau dan anakmu Selamat ?" tanya seseorang dengan kagetnya.


...…...


Welcome home Anin & Keenan🤗😍


jangan lupa like dan vote ya kakak kakak

__ADS_1


__ADS_2