Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 101


__ADS_3

"Apa operasi nya telah berjalan lancar Vin ?" Tanya rehan


"Operasi nya lancar, tetapi sayang anak itu tidak dapat kita selamat kan" ucap Kevin sambil terduduk lesu di kursi nya.


"Apa ? bagaimana bisa ? bukan nya setelah operasi dia baik - baik saja ? tetapi mengapa bisa sampai seperti ini ?"


"gue gak tahu re, Mungkin ini udah takdir nya anak itu kali" ucap Kevin lirih.


Iya, Kevin merasa begitu lemas kala mendengar kabar bahwa salah satu pasien yang di tangani dalam operasi, tiba - Tiba saja meninggal dunia. padahal sebelumnya dia yakin bahwa anak itu akan sembuh.


Perasaan nya menjadi begitu tak menentu sekarang, karena bagaimanapun dirinya yang seorang dokter pasti lah menginginkan kesembuhan bagi setiap pasien nya, tetapi semua kembali lagi Dirinya bukanlah Tuhan yang mampu mengendalikan takdir manusia.


Dokter adalah manusia, dia cuman perantara dan objek yang bisa membantu bukan yang menjadi pengendali. Jadi kesembuhan seseorang tidak bergantung dari sehebat apapun obat atau dokter yang menangani. Tetapi semua itu, bergantung dari takdir tuhan.


"Ya udahlah gimana mau dikata, udah jalan nya kali Vin harus begini" ucap rehan menenangkan.


"Iya re, padahal gue udah berusaha semaksimal mungkin" ucap kevin


.........


Sementara itu, saat ini Di perusahaan Adiwijaya, Terlihat Milan beserta para petinggi perusahaan dan pemegang saham tengah melakukan meeting penting untuk membahas keberlangsungan perusahaan.


"Bagaimana ini tuan Milan ? saham milik kami semakin hari semakin menurun, apa solusi yang anda miliki ? kami tidak mau mengalami kerugian" ucap salah satu pemilik saham

__ADS_1


"Semua nya harap tenang, sekarang saya tengah menyelidiki kasus ini. dan saya pastikan saham kita akan kembali naik" Ucap Milan berusaha menenangkan.


"Baiklah tuan Milan, kami akan tunggu waktu nya. dan kami berharap itu secepatnya, kami memberikan kepercayaan sepenuhnya pada anda"


Mendengar hal itu, Milan pun tersenyum lega. setidaknya kepercayaan pemegang saham masih ia genggam


"Pasti, saya akan berusaha semaksimal mungkin" kata Milan


Dan mungkin setelah ini, ia akan mencari siapa dalang tersembunyi yang membuat kekacauan di perusahaan nya. Adakah yang bisa menebak siapa dia ?


.........


Saat ini, Usia kandungan Anin telah menginjak 9 bulan dan tentunya tinggal beberapa waktu lagi ia akan segera menyambut kelahiran buah hati nya dan Kevin. Perasaan deg degan dan takut tengah dia rasakan, ya meskipun Anin juga sudah pernah melahirkan Keenan sebelum nya, tetapi tetap saja ia merasa takut.


"Eh, nggak apa - apa kok mah" ucap Anin tersenyum


"Yakin ? mamah cuman gak mau aja kamu banyak fikiran di tengah - tengah persiapan kelahiran Anin, dan kalaupun ada, lebih baik kamu ceritakan saja biar lebih tenang" ucap Bu Aulia.


Mendengar hal itu Anin pun terdiam. Sepertinya ia memang harus menceritakan sesuatu yang tengah di pendam nya saat ini.


"Mah, Apa tidak apa - apa jika saat melahirkan nanti Anin ingin mas Kevin ikut hadir menemani di sana ?" ucap Anin tiba - tiba


"Benarkah itu ? kamu serius Anin ? bukan nya dia jahat sama kamu" tanya Bu Aulia tidak percaya, karena apa ? perlakuan Kevin yang membuat Anin menderita membuatnya seolah enggan Kevin ikut andil dalam kelahiran Anin.

__ADS_1


"Iya mah, tetapi aku harap mamah tidak salah faham dulu dengan keinginan aku. Semua ini Aku lakukan demi calon bayiku. Dulu saat Keenan lahir, dia tidak sempat melihat ayah kandung nya bahkan semenjak masih dalam kandungan karena Dimas, karena saat itu justru sudah pergi meninggalkan kami akibat tabrakan mobil, bahkan keenan pun saat lahir di adzanin oleh bapak.


Sementara itu, bayi ini masih ada ayah nya. meskipun dulu mas Kevin tidak mengakui dia tetapi tetap saja statusnya sebagai ayah kandung tidak dapat di ubah.


Dan aku mau anak ini nanti nya di adzani oleh mas Kevin, sejahat apapun dia dulu, dia masih berhak untuk bertemu dan bersapa dengan anak nya, dan aku sendiri tidak mau memisah kan hubungan sakral antara ayah dan anak" ucap Anin menjelaskan


Mendengar hal itu, Bu Aulia pun terdiam seperti tengah memikirkan sesuatu.


"Huft,, mamah mengerti dengan apa yang kamu maksud Anin. Dan setelah mendengar penjelasan dari kamu, sekarang mamah sadar bahwa sejahat apapun Kevin, dia tetap ayah kandung bayimu. Dan mamah setuju saja bila dia akan ikut hadir di acara lahiran kamu nanti " ucap Bu Aulia yang membuat Anin seketika menyunggingkan senyum nya.


"Benarkah mah ? Alhamdulillah terimakasih mah, Anin juga akan bilang ini sama mas Devan. Terimakasih ya sekali lagi atas pengertiannya" ucap Anin sambil mengelus perut buncit nya.


"Iya sayang sama - sama"


.........


Assalamualaikum readers, maaf sebelumnya Author baru up sekarang.


Jika ada yang bilang, author sudah mah up nya lama Eh sekali up cuman sedikit. Author sungguh minta maaf dan maklumi author ya.


kesibukan dan keterbatasan Author membuat nya seperti ini.


Dan author berjanji akan berusaha up dan menghadirkan kisah yang indah buat readers.

__ADS_1


dukung terus karya author ya🤗


__ADS_2