Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 99


__ADS_3

Keesokan hari nya, tepat seperti rencana yang dikatakan oleh Devan. Akhirnya sekarang ia sudah berada di rumah Anin, dengan ditemani oleh Bu Aulia dan Tuan Artha, Hari ini Devan secara resmi ingin melamar Anin untuk menjadi pendamping hidup nya.


"Mohon maaf sebelumnya nya Tuan dan Nyonya, apakah ada hal perlu dibicarakan dengan saya ?" tanya bapak Anin dengan sopan


"Iya pak, maksud kedatangan kami kesini kami ingin melamar Anindya secara resmi untuk menjadi istri dari Devan anak saya." ucap tuan Artha


"Benar pak, saya ingin melamar Anin. Saya begitu menyayangi dan mencintai nya dengan tulus. Saya mohon maaf juga bila lamaran ini terkesan mendadak dan Anin nya sendiri juga tidak ikut dikarenakan tadi Keenan sempat rewel dan Anin pun sedang tidak enak badan


Saya juga minta maaf jika acara lamaran ini tidak di gelar secara meriah" kata devan menjelaskan


"Baiklah nak Devan, tidak apa - apa bapak memakluminya. karena Anin juga tadi sempat menelfon bapak" ucap bapak Anin


Akhirnya kedua calon besan tersebut pun mengobrol mulai dari kehidupan Anin sejak Kecil yang sudah ditinggal oleh ibu nya meninggal dunia, kehidupan yang pas - Pasan dan jauh dari kata mewah, serta mengenai kisah Anin yang harus mengandung di luar nikah karena jebakan dan menikah dengan Kevin.


"Kasihan sekali Anin, hidupnya dari Kecil sudah menderita" ucap Bu Aulia dengan mata berkaca-kaca


"Itulah Bu, tetapi Anin anak yang pandai menutupi apa yang dia rasa. sehingga bila dilihat sekilas ia seperti anak pada umumnya yang begitu ceria seolah tidak ada beban" kata bapak Anin


"Iya pak, saya juga merasakan hal itu" jawab Devan


Setelah itu, keheningan perlahan menyelimuti keduanya. Hingga tak lama kemudian tuan Artha kembali membuka suara.


"Jadi bagaimana pak, apakah lamaran kami diterima ?"


"Saya terserah Anin saja pak, apapun pilihan nya saya yakin itu yang terbaik. dan kalau saya pribadi saya sangat setuju bila Anin bersama dengan nak Devan, saya percaya kepadamu nak." kata bapak Anin


Mendengar hal itu, semua orang yang ada di sana pun tersenyum lega.

__ADS_1


"Terimakasih pak atas restunya" ucap Devan dengan senyum yang lebar


"Sama - sama nak, Tolong bahagiakan Anin ya cintai dan sayangi dia dengan sepenuh hati, sudah cukup semua kesedihan dan penderitaan yang dia alami. Sekarang waktu nya dia untuk hidup bahagia.


Namun jika suatu saat nanti nak Devan sudah bosan dan tak mencintai nya lagi. Tolong kembalikan Anin kepada bapak dengan baik, jangan lagi sakiti hati nya.


Apalagi segala sesuatu yang dimulai dengan baik harus berakhir dengan baik juga." Ucap bapak Anin sambil menepuk bahu Devan


Semua orang di sana pun begitu terharu mendengar pesan dari Bapak untuk Anin. Sungguh terlihat begitu besar cinta nya untuk sang anak.


"Baik pak, saya akan melakukan yang terbaik untuk Anin. Untuk itu saya minta doa nya ya pak" pinta Devan, lantas ia pun mengecup punggung tangan bapak Anin.


"Selalu nak, kalian akan selalu bapak doakan"


Melihat hal itu, Bu Aulia pun tanpa sengaja menjatuhkan air mata nya. Sementara itu, tuan Artha memeluk bahu sang istri untuk menenangkan nya.


.........


kepalanya menengadah ke atas, mata hitam nan tajam nya tertutup rapat seolah-olah dia tengah meresapi semilir Angin sejuk yang kini tengah menyelimuti hati nya yang terasa panas.


Iya panas, namun lebih tepatnya cemburu, marah dan kecewa. Sungguh saat ini dia sedang berada di sebuah jurang penyesalan yang sedikit lagi akan menenggelamkan dirinya. Tetapi sayang, dia tidak dapat meminta kembali tali cinta yang sempat di buang nya.


Arghhhh


Pria tampan itu pun berteriak sambil mengacak rambut nya.


"Aaniinnnn" teriaknya lagi.

__ADS_1


Adakah yang bisa menebak siapa pria tampan itu ? Iya dia adalah Kevin Adiwijaya


Pertemuan nya dengan devan untuk membahas tentang Anin justru membuat nya semakin yakin akan jarak di antara dia dan Anin. Namun, bukan Kevin Adiwijaya nama nya jika menyerah begitu saja.


"Lihat saja nanti, aku akan kembali membawa mu berada di samping ku. Aku bersumpah tidak akan pernah membiarkan mu jatuh ke pelukan pria lain, Inilah ucapan seorang Kevin" ucap nya sambil mengepalkan tangan.


.........


Sementara itu, tidak jauh berbeda dengan keadaan Kevin. Angeline sang calon mantan istri pun saat ini sama - sama sedang berada dalam fase terendah, namun beda nya Angeline sedang berada dalam kemelut kemarahan.


"Arggh sialan kamu Kevin, ucapan mu untuk menyingkirkan ku ternyata kamu tepati" ucap Angeline kala ia membaca surat perceraian dari pengadilan.


Iya, beberapa saat yang lalu seorang kurir diutus oleh Kevin untuk mengantar surat pengadilan kepada Angeline. Di dalam nya sudah tertera bahwa mulai dari hari ini, Angeline dan Kevin sudah sah bukan lagi sepasang suami istri.


Jika ada yang bertanya, kapan Angeline dan kevin melakukan sidang perceraian ?


jawaban nya adalah Tidak Ada, Kevin yang memang sudah tidak ingin ada hubungan lagi dengan Angeline lebih memilih mempercepat proses perceraian nya, semua bukti kejahatan Angeline dan pelumas yang dimiliki Kevin membuat proses perceraian itu berlangsung dengan cepat dan mudah.


"Lihat saja kevin, kau mencampakkan ku seperti sampah yang tak berguna. nantikan saja balas dendam ku untuk kehancuran mu yang sebenarnya, tunggu lah sayang" kata Angeline dengan mata tajam nya dan tangan yang mengepal kuat.


.........


Assalamualaikum readers, maaf sebelumnya Author baru up sekarang.


Jika ada yang bilang, author sudah mah up nya lama Eh sekali up cuman sedikit. Author sungguh minta maaf dan maklumi author ya.


kesibukan dan keterbatasan Author membuat nya seperti ini.

__ADS_1


Dan author berjanji akan berusaha up dan menghadirkan kisah yang indah buat readers.


dukung terus karya author ya🤗


__ADS_2