Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 65


__ADS_3

"Ckckck" Ucap rehan sambil menggelengkan kepalanya menatap ke arah Kevin


"Kenapa Lo re, natap gue kaya gitu banget" kata Kevin heran


Mendengar hal itu rehan lantas menghela nafas perlahan.


"Yang ada Lo tuh yang kenapa, gue perhatiin dari kemaren kemaren kayaknya tuh muka sumpek kaya orang lagi kebingungan"


"Emang re, Gue lagi bingung banget Lo tau kan Tuan Arta Narendra ?" tanya Kevin


"Hemm Arta Narendra ya.. Oh dia bukannya partner kita yang dari Naren'sCorp kan ?"


"Iya tuh Lo tau, Dia mau ngadain pesta sekaligus membahas kerja sama kita di Lombok"


"Ya terus ?"


"Yang buat gue bingung, nanti di pesta itu harus membawa pasangan. Sedangkan Angeline gak bisa ikut karena dia kerjaan di Singapur" ucap Kevin lirih


"Tumben banget tuh cewek nolak ajakan Lo," kata rehan mencurigai sesuatu


"Dan yang lebih parah nya Angeline malah nyuruh gue buat bawa si Anin"


Mendengar hal itu, Rehan pun melotot


"Apa ? ya masalahnya dimana lagian dia juga istri Lo Vin sekali kali gak papa lah Lo ajak dia kasian tau"


"Iya gue gak Sudi lah bawa tuh cewek Gak level tau gak lo"


"Lah ngapain pake gak Sudi segala, sekarang bukan waktunya level levelan. yang penting citra Lo dan perusahaan terlihat baik di depan tuan Arta, Inget Lo lagi kerja sama Vin" ucap rehan terlihat memanasi Kevin yang tengah mengerut dahi nya perlahan.


"Ngomong ngomong kapan acaranya ?" ucap nya lagi


"hari Sabtu" jawab Kevin


"Sabtu ? lah berarti besok Lo harus udah pergi dong"


"Iya"


..........


"Mah pah"


"Iya Dev ada apa ?" kata tuan Artha


Iya, Saat ini di Mansion mewah kediaman Narendra tengah dilakukan sarapan pagi sebagai rutinitas harian, lagipula saat sarapan ini mereka akan bercengkrama untuk saling mendekatkan antara keluarga.

__ADS_1


"Apa gak kejauhan acaranya di Lombok ? kenapa gak di Jakarta saja pah ?" Ucap Devan merasa keberatan


"Nggak Dev, papah sudah memikirkan nya secara matang, Selain untuk meninjau hotel kita yang ada di sana, para pebisnis juga bisa sekalian liburan dan jangan lupa kan proyek pembangunan rumah sakit dan pusat perbelanjaan yang harus kita tinjau langsung" jelas tuan Artha panjang lebar


"Heem baiklah, Dev faham."


"Lagian apa yang perlu di khawatirkan Dev, Dafin juga kan libur sekolah" ucap Aulia


Mendengar nama Dafin sontak saja Devan merasa terkejut sekaligus lupa dengan keberadaan putra semata wayangnya nya itu.


"Astaga, dafin kemana mah kok tidak ikut sarapan ?" tanya depan sambil memperhatikan sekeliling rumah.


"Dafin sudah berangkat tadi pagi pagi sekali katanya dia ada ekskul tambahan pagi makannya berangkat duluan, tenang saja mamah udah nyiapin bekal kok buat dia" ucap Aulia.


mendengar hal itu Devan pun menghela nafas lega


"hah syukurlah terimakasih ya mah sudah membantu mengurus dafin"


"Iya nak sama - sama, apa sih yang nggak buat cucu mamah"


... ......


Sementara itu, perkembangan hubungan antara Willi dan Valerie pun berjalan dengan cukup baik, Bahkan Willi pun gencar melakukan pendekatan kepada mangsa baru nya ini.


Iya bisa di bilang harus cukup sabar sih dalam Mendekati gadis muda, ya cukup berbeda dengan para Tante Tante sedikit dikedip manja saja mereka sudah masuk ke sarang.


"Eh gengs, liat deh tuh cowok keren banget mana gaya nya cool lagi" Ucap salah satu teman Valerie.


"Mana - mana ? oh dia, bener juga ucapan Lo"


Mendengar teman - teman nya seperti memuji seseorang lantas Valerie yang tengah memandang handphone pun mengalihkan perhatian nya kepada objek yang dituju.


Melihat hal itu Valerie pun sontak terkejut dan menghentikan langkahnya.


"Astaga Willi ?" teriak Valerie


"Lo kenal dia val ?" tanya teman nya


"Iya gue kenal banget, pasti dia mau jemput gue. gue duluan ya gais bye bye"


Lalu Valerie pun berjalan menghampiri Willi yang saat ini tengah tersenyum manis menunggu kedatangan nya.


"Willi, Udah lama ? kamu kok nggak ngabarin sih kalau mau kesini" ucap Valerie


"Hehe maaf ya, aku kan mau buat kejutan sama kamu, ya udah yuk kita pergi" ucap Willi lantas ia pun segera membuka pintu penumpang dan mempersilahkan Valerie masuk laksana sang pangeran kepada sang putri.

__ADS_1


"Ih Willi aku jadi Malu deh," Ucap Valerie dengan wajah yang memerah.


"apa sih yang nggak buat kamu" goda Willi


Lantas Valerie pun menghela nafas menetralkan kerja jantung nya yang suka berlebihan bila di dekat seorang Willi raharja.


"Gila, meledak ledak nih jantung gue lagian Willi romantis banget deh bikin gue baper tau" kata Valerie dalam hati nya.


.........


Pada malam hari nya, Anin yang tengah berbaring miring di atas kasur nya sambil memeluk Keenan dikagetkan dengan suara pintu yang terbuka dengan keras.


Brukk


Mendengar hal itu Anin pun lantas bangun ingin mengecek siapa yang malam malam begini mengunjungi kamar nya.


Namun sebelum itu, Nampaklah Kevin di sana menatapnya dingin dan tidak sampai di situ Kevin pun melangkahkan kaki nya menghampiri Anin yang tengah menatap nya heran.


"Mas Kevin ? ada apa mas ?" tanya Anin


"Cepat bereskan pakaian mu, besok pagi jam 6 kau harus sudah bersiap untuk pergi bersamaku" ucap Kevin to the point


"Pergi ? kemana mas ?"


"Gak usah banyak tanya, kerjakan saja yang aku suruh"


mendengar hal itu, Anin pun lantas mengangguk kan kepalanya, tetapi tak lama kemudian ingatan nya pun tertuju kepada keennan.


"Tetapi mas, boleh kan aku bawa Keenan ? kasihan dia kalau di tinggalkan lagian aku juga tidak mempunyai stok asi dan kasihan bi sari kalau harus di titip kan mengurus Keenan" jelas Anin memohon kepada Kevin.


Kevin pun nampak berfikir, kenapa ia sampai lupa akan keberadaan bayi itu. kalau ia tidak jadi membawa Anin, maka citra perusahaan dan dirinya akan di pertaruhkan.


"Huft baiklah bawa saja" jawab Kevin lantas ia pun segera berbalik dan pergi meninggalkan kamar Anin.


Melihat hal itu, Anin pun lantas bergegas mengambil tas dan mulai menyiapkan perlengkapan untuk nya dan Keenan.


"Hemm, mas Kevin mau membawa ku kemana ya ? aku penasaran sekali" Ucap Anin.


beberapa saat kemudian Anin pun telah selesai menyiapkan perlengkapan nya dan ia pun kembali mengecek nya satu persatu takut ada yang ketinggalan apalagi perlengkapan Keenan.


"Eh tapi tunggu dulu, kita akan pergi nya berapa lama ya apakah perlengkapan ini akan cukup ataukah tidak ? Ah sudahlah segini saja, Kalau masalah pakaian nanti setelah di pakai aku langsung cuci saja" ucap Anin.


Lantas setelah semuanya beres, ia Pun melangkahkan kaki nya ke atas kasur dan mulai memejamkan mata, takut nya ia besok kesiangan dan bisa bisa ia akan kena marah dari Kevin.


.........

__ADS_1


Wah rekor baru nih, akhirnya Kevin mau mengajak Anin pergi,


like nya mana readers ?


__ADS_2