Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 76


__ADS_3

Flashback on :


Di salah satu Internasional school yang berada di Jakarta, di situlah pertama kali nya Dani bertemu dengan Kevin. Iya, mereka teman satu angkatan begitu pula dengan rehan. Dan sejak dari bangku sekolah pun Kevin sudah menjadi idola banyak orang.


Wajah tampan nan rupawan, Otak yang cerdas serta statusnya yang merupakan anak dari pengusaha sekaligus konglomerat ternama membuatnya begitu di sanjung. Namun ada pula orang - orang yang Iri akan kesempurnaan hidup Kevin salah satunya adalah Dani.


Dari dulu ia selalu ingin mengalahkan Kevin seperti dalam hal pembelajaran dan sebagainya namun tetap saja Kevin yang berada di posisi pertama dan ia yang berada di urutan ke 2.


Setelah lulus sekolah, ia pun memutuskan untuk menjadi seorang dokter karena menurutnya pasti ia akan bisa mengalahkan Kevin yang difikirnya akan menjadi seorang pengusaha.


Tetapi sayang, Ternyata oh ternyata kevin pun malah menjadi seorang dokter hebat dan terkenal dan lagi - lagi ia pun kalah, apalagi ternyata rumah sakit tempat nya bekerja adalah milik orang tua Kevin. Jadi karena alasan itulah ia membantu rencana jahat Angeline dan Jhon.


"Waktu dan roda itu berputar, sekarang kau ada di atas dan sebentar lagi kau akan jatuh tergelincir ke bawah" kata Dani dengan senyum licik nya.


Flashback off


"Kau Dengar itu honey ? tidak salah bukan kalau kita mengajak Dani sebagai partner ?" tanya Jhon


"Iya itu keputusan yang tepat, oh iya Dani selamat bergabung bersama kita" kata Angeline


"Sama - sama dan dengan tujuan ini aku pasti akan membantu" jawab Dani


.........


"Kamu ? kamu Anindya kan ?"


"Bu Aulia ?" kata Anin tersenyum


Dan tanpa basa - basi Aulia pun dengan segera memeluk Anin dan Keenan, entah kenapa ia begitu terharu sekaligus senang karena bisa bertemu kembali dengan Anin.


"Ya Allah kamu apa kabar nak, maafin ibu ya yang tadi hampir menabrak dan melukaimu. Ngomong - ngomong kamu mau kemana berjalan sendirian sambil bawa tas besar kaya gini ?" tanya Bu Aulia menatap Anin heran


"Anin mau cari rumah kontrakan Bu,"


"Rumah kontrakan ? Loh, memangnya Suami mu kemana ?"


"kami sudah berpisah dan dia juga mengusir ku dari rumahnya" jawab Anin lirih


mendengar hal itu, Aulia merasa sangat iba sekaligus senang, entah kenapa mendengar Anin sudah lajang kembali ia merasa hatinya begitu lega.


"Ya Allah kasihan sekali kamu, ya udah mendingan sekarang kamu ikut ke rumah ibu ya. kita tinggal di sana aja, dan jangan ada penolakan" kata Bu Aulia tegas


Anin yang sebenarnya ingin menolak pun menjadi tidak enak, apalagi ketika Bu Aulia yang langsung menggendong Keenan paksa dari pangkuannya Dan membawa masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


.........


Saat ini, Anin tengah berada di dalam kamar yang berada di kediaman Narendra untuk beristirahat setelah lukanya di obati oleh dokter yang di panggil Bu Aulia. Anin juga merasa begitu terharu sekaligus bahagia, karena disini orang - orang nya begitu ramah dan baik meskipun ia hanya orang asing bagi mereka.


Tok tok tok


"Anin, turun yuk nak kita makan malam bersama" kata Bu Aulia


"Eh ibu, baik Bu Anin segera turun kebetulan Keenan juga sudah tidur" Ucap Anin, lantas mereka berdua pun segera turun ke rumah makan


Terlihat di sana tuan Artha dan dafin tengah duduk di kursi makan sambil mengobrol, dan ditengah - tengah percakapan itu dafin tanpa sengaja menatap kehadiran wanita Di samping sang nenek.


Melihat itu, Dafin pun dengan segera turun dari kursi nya berlari menghampiri Anin dan memeluk nya erat, Anin pun merasa kaget ketika merasakan ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya.


"Peri cantik, dafin kangen. akhirnya dafin bisa ketemu lagi sama peri" kata Dafin


"Da dafin ? kamu kok bi bisa tau kalo aku peri itu, padahal kan waktu itu aku pakai topeng" kata Anin yang langsung duduk berjongkok mensejajarkan wajahnya dengan dafin dan ia pun lantas memeluk dafin erat.


"Dafin tau dan hafal meskipun waktu itu peri pakai topeng, apalagi mata dan bibir nya sangat Dafin Kenal"


"Ya Allah pinter sekali ya kamu, dafin apa kabar sayang ?" tanya Anin mengelus pipi gembul dafin


"Alhamdulillah dafin baik, kalau ibu peri bagaimana ?"


Dan tanpa disadari, dialog mereka ternyata ikut diperhatikan oleh beberapa orang pelayan, tuan Artha dan Bu Aulia.


Pikiran aneh, heran sekaligus terkejut pun bersarang di kepala tuan Artha dan para pelayan, karena ini baru pertama kalinya melihat dafin begitu dekat dan menyayangi seorang wanita asing, padahal jika ada teman Devan yang perempuan ataupun wanita yang dikenalkan oleh Aulia semuanya pasti ia tolak. Namun berbeda dengan Anin, dafin terlihat begitu akrab.


Sementara itu, Bu Aulia tersenyum senang melihat kedekatan antara Anin dan dafin. tetapi ia pun juga merasa heran kenapa dafin bisa mengenal Anin juga memanggilnya dengan sebutan peri cantik, ah sepertinya ia harus mencari tau tentang hal itu.


.........


"Sepi ya bi gak ada non Anin" kata salah seorang pelayan di kediaman Adiwijaya


"Iya, biasanya jam segini den Keenan lagi nangis karena baru bangun tidur" timpal Bi sari sedih sambil lanjut mengupas wortel


"heemm bibi benar, sayang sekali ya tuan Kevin malah lebih memilih berpisah dengan non Anin, padahal menurut saya mereka itu cocok sekali loh"


"Iya tapi mau bagaimana lagi, kalaupun tetap bertahan kasihan non Anin yang selalu tersakiti dan menderita" kata bi sari yang disetujui oleh pelayan tersebut.


"Iya kasihan"


.........

__ADS_1


Brumm.


Suara mobil yang terparkir rapih di garasi mengantarkan langkah Devan dari perjalanan Bisnis di luar kota. dan tepat jam 12 malam ini ia baru saja sampai di rumah.


Devan pun lantas membuka pintu utama dengan kunci serep yang dimilikinya. dan ia pun masuk ke dalam rumah setelah Kembali mengunci pintu nya terlebih dahulu.


"Uhuk uhuk, astaga tenggorokan ku serak sekali padahal tadi sudah minum obat, ah ya sudahlah aku ambil minum dulu saja" kata Devan yang langsung berbelok pergi menuju ke dapur.


Namun belum juga sampai, Devan seketika berhenti ketika melihat seorang wanita berambut panjang memakai gaun tidur berwarna biru muda yang menampakkan bentuk tubuh nya yang indah dan tengah membelakangi nya.


Terlihat wanita itu juga tengah mengisi Air minum dan Dengan perlahan Devan pun berjalan menghampiri wanita itu dengan penasaran.


"Siapa kamu ?" tanya Devan yang membuat wanita itu kaget dan seketika berbalik.


"Tu tuan" kata Anin terbata sambil menunduk.


"Kau siapa ? tunjukkan wajahmu" pinta Devan.


Dan dengan ragu - ragu Anin pun mengangkat wajahnya.


Deggg


Entah kenapa hati Devan berdetak begitu kencang, sejenak ia terpesona melihat kecantikan wajah Anin.


"Se sejak kapan kamu berada di sini, apa kau pelayan baru ?" kata Devan berusaha menetralkan perasaannya.


"Saya baru sampai sore tadi, dan Bu Aulia yang mengajak saya ke sini" kata Anin.


Mendengar hal itu, devan pun mengernyitkan dahinya heran mendengar Anin memanggil sang mamah dengan sebutan ibu. padahal yang ia tahu Aulia tidak mau dipanggil ibu oleh siapapun.


"Oh begitu, siapa nama mu ?"


"Anindya tuan, panggil saja Anin"


"Anindya ? bukan kah itu nama wanita yang mamah ceritakan waktu itu ? jadi dia orang nya." batin devan menatap Anin lekat


"Kalau begitu, saya permisi tuan." kata Anin yang langsung pergi dengan tergesa meninggalkan Devan yang masih diam dalam posisinya.


"Hmmm. baiklah"


.........


Readers Ini gimana ya, setiap hari yang baca Alhamdulillah bertambah tetapi kok yang like, komen sama vote nya masih segitu segitu aja ☹️

__ADS_1


jadi gak semangat buat up 😢


__ADS_2