
Saat ini, Anin dan bayi nya telah selesai di bersihkan dan sang bayi tengah berada dalam pelukan hangat Anin. Sesekali Anin mengelus - ngelus kepalanya hingga tak terasa air mata menetes di pipi tanpa bisa di cegah.
"Sayang, mamah begitu bersyukur saat ini kamu terlahir dengan sempurna ke muka bumi ini. Kamu menjadi malaikat mamah setelah Abang Keenan, sehat selalu ya nak kamu harus menjadi anak yang kuat" ucap Anin
Sungguh ia begitu sedih akan nasib sang putri, dimana semenjak dia di dalam kandungan berbagai macam kebencian dan penolakan sudah di terima.
"Aku gak mau anak dari rahim kamu"
"Cih, gak Sudi punya cucu dari cewek kampung dan miskin"
"Gugurkan dia, Hanya Angeline lah yang pantas menjadi ibu dari anak - anak ku"
Iya, di saat orang lain begitu bahagia akan kehadiran buah hati, justru Anin malah mendapatkan penolakan dan hinaan. Rasa benci, amarah, perlakuan tidak mengenakan selalu ia terima hampir setiap hari. Namun begitu, ia menerima semua nya dengan lapang dada.
Dan sekarang, akhirnya Anin telah sedikit demi sedikit meraih kebahagiaan yang dulu selalu ia pinta dalam setiap untaian doa nya kepada sang pencipta, Dan maha benar Allah dengan segala janji nya.
Dan di tengah - tengah lamunan nya itu, suara pintu yang terbuka diiringi dengan kedatangan tuan Artha, Bu Aulia dan Devan membuat Anin seketika menyunggingkan senyum nya.
"Pah, mah, mas Devan" ucap Anin
"Sayang, Selamat ya akhirnya putri kita lahir ?" ucap Devan sambil mencium kening Anin
"Iya mas Alhamdulillah, aku sungguh sangat bersyukur memiliki kamu, mamah, papah dan dafin yang sangat peduli dan menyayangi aku. Dan jika tidak ada kalian, entah seperti apa aku nanti nya" ucap Anin
"Kamu gak usah berterimakasih seperti itu nak, kami sangat menyayangi dan menganggap kamu seperti anak kandung kami sendiri. jadi jangan merasa tidak enak seperti itu ya" ucap tuan Artha.
"Benar Anin, kami semua sayang padamu. kehadiran kamu dan Keenan membawa kebahagiaan baru bagi kami" timpal Bu Aulia.
Mendengar hal itu, Anin pun tersenyum dengan Mata berkaca-kaca. Sungguh ia begitu terharu atas penerimaan baik ini.
"Oh iya semuanya, sesuai keinginan aku dulu. bolehkan kalau orang yang pertama mengadzani anak ini adalah mantan suami ku ?" ucap Anin kembali mengingatkan janji nya.
"Boleh sayang boleh, lagi pula ayah kandung nya lah yang lebih berhak untuk itu dan kami semua akan mendukung apa yang kamu mau" ucap Devan
"Terimakasih ya mas" jawab Anin sambil menggenggam tangan Devan dengan erat.
Sementara itu, Bu Aulia yang belum mengetahui siapa sosok ayah kandung dari bayi Anin dengan segera menatap devan untuk mencari jawaban.
"Nanti aku jelaskan kepada mamah" jawab Devan seolah mengerti arti tatapan sang ibu.
.........
"Saudara Kevin, ada yang ingin menjenguk mu" Ucap sang polisi sambil membuka gembok sel Kevin.
__ADS_1
"Siapa pak ?" tanya Kevin heran
"Saya tidak tahu, silahkan keluar"
Lantas setelah itu, dengan penuh rasa penasaran Kevin pun lantas berjalan menuju ruang tunggu dengan pertanyaan yang menggema di kepala nya. Siapa yang datang menjenguk nya kali ini, tidak mungkin orang tua dan adik nya kan ? karena mereka baru saja kemarin datang ke sini.
Akhirnya setelah beberapa saat, Kevin pun sampai di ruang tunggu, di sana ia melihat seorang perempuan muda dengan rambut di gerai indah tengah memangku seorang bayi di dampingi dengan seorang pria berjas di samping nya.
"Maaf, anda mencari saya ?" tanya Kevin
Sementara itu, kedua orang yang tengah berdiri tersebut seketika berbalik. Dan hal itu pun membuat Kevin kaget bukan main.
"A-Anin, tu-tuan Devan ? kalian kemari ?"
"Mas Kevin ? mas masih ingat sama aku kan ?" ucap Anin memandang Kevin lekat
"Iya Anin, aku tidak pernah melupakan kamu. dan ya, ada perlu apa kamu kesini ?" tanya Kevin to the point dengan deg - degan karena akhirnya setelah beberapa waktu ia kembali menatap wanita yang berhasil masuk ke dalam Hatinya walau pun terlambat ia sadari.
"Mas, aku kesini membawa anak kita mas. Aku sudah melahirkan nya hari kemarin" ucap Anin
"A-anak kita ? maksud kamu kandungan yang dulu pernah aku coba singkirkan sekarang dia telah lahir ?" ucap Kevin.
"Iya mas, ini anak kita sudah lahir. dia perempuan mas, sangat cantik. mata dan bibir nya begitu mirip sama kamu mas" ucap Anin Yang entah kenapa membuat mata Kevin memanas.
Ini mas, kamu gendong dia"
lantas setelah itu, Anin pun menyerah bayi nya kedalam pangkuan Kevin yang diterimanya dengan gemetar.
"I-ini anak ku ? anak yang tidak pernah aku akui, yang selalu aku tolak, yang tidak pernah aku rawat semasa dalam kandungan dan anak yang hampir saja aku hilangkan." ucap Kevin terbata sambil memperhatikan bayi yang berada di pangkuan nya itu
Sungguh saat ini ia begitu takjub akan bayi yang ada dalam pangkuan nya, ia begitu mungil dan cantik layaknya malaikat.
"Apa mungkin ini adalah arti mimpi ku kemarin ?" gumam Kevin.
"Anin, tuan Devan, boleh aku adzani dia sekarang ?"
"Tentu tuan Kevin silahkan" jawab Devan.
Lantas setelah itu, Dengan penuh rasa haru akhirnya Kevin pun melantukan adzan di telinga anak nya hingga tak terasa air mata mengalir deras di pipi nya tanpa bisa ia cegah.
Tak jauh berbeda, Anin pun ikut serta menangis bagaimana untuk pertama kali nya ia melihat dan mendengar Kevin memeluk buah hati mereka dan memanggil dengan sebutan anak ku.
Dan setelah semua nya selesai, mereka semua pun akhirnya terlibat dalam sebuah obrolan mulai dari proses kelahiran Anin hingga awal mula bagaimana Kevin bisa masuk ke dalam penjara.
__ADS_1
"Seperti nya, ada seseorang yang ingin menjatuhkan keluarga tuan Kevin" ucap devan tiba - tiba setelah mendengar cerita Kevin.
"Saya pun berfikir seperti itu tuan Devan, tetapi keadaan saya dan orang tua yang seperti ini membuat kami agak sulit untuk mencari tahu dalang di balik semua ini."
"Ehm, tuan kevin kalau saya boleh minta izin. bolehkah saya ikut mencari tahu siapa pelakunya ? saya ingin membantu anda keluar dari permasalahan ini dan tujuan saya melakukan nya adalah demi Anin dan Putri nya" ucap devan.
Mendengar hal itu, Anin dan Kevin pun terperangah mereka sungguh kaget mendengar ucapan Devan.
"Anda serius tuan ?"
"Kamu beneran mas ?"
"Iya saya bersungguh-sungguh" ucap Devan
"Saya sungguh berterimakasih atas bantuan anda, tetapi saya tidak enak jika harus merepotkan Anda, apalagi perlakuan buruk saya kepada Anin di masa lalu sungguh tidak bisa di maafkan" ucap Kevin menunduk
"Tuan kevin, semua manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan. Seburuk apapun dia, pasti ada sisi baik nya. dan kita juga tidak boleh selalu mengungkit keburukan yang dilakukan, semua manusia pasti bisa berubah" ucap Devan.
"Dan ya, apakah ada orang yang mungkin anda rekomendasikan untuk bisa membantu saya ?" tanya Devan
"Ada, dia adalah sekretaris sekaligus sahabat karib saya. Namanya rehan, dan Anin juga tau siapa dia" jawab Kevin yang disetujui oleh rehan
"Baiklah kalau begitu, saya akan menghubungi dia"
"Terimakasih tuan Devan, Anin, saya tidak tahu harus membalas kalian dengan apa" ucap Kevin.
"Tidak perlu seperti itu tuan, saya ikhlas menolong anda" jawab Devan.
Lantas setelah itu, keheningan pun terjadi di antara mereka. hingga beberapa kemudian Kevin pun kembali membuka suara.
"Anin" panggil Kevin.
"iya mas ?"
"Aku minta izin apa boleh aku memberikan dia nama ? itupun kalau kamu dan tuan devan membolehkan"
Mendengar hal itu, Anin dan Devan pun saling menatap satu sama lain.
"Boleh mas, kamu boleh memberikan dia nama mas karena dia adalah anak kamu. dan ya, siapa nama nya ?" tanya Anin
"Tiara, aku memberinya nama Tiara"
.........
__ADS_1
Readers, dukung terus karya author ya karena sebentar lagi kisah bukan inginku akan segera tamat so, tingkat kan dukungan kalian ya♥️♥️