Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 60


__ADS_3

Tinn tin tinn


Suara klakson mobil yang terdengar nyaring mengagetkan Anin kini tengah duduk di halte sendirian sambil menunggu Angkot.


Iya, rencananya pada hari ini Anin ingin memeriksakan kandungan nya ke rumah sakit, karena memang sedari awal mengetahui kalau ia kembali mengandung Anin belum pernah memeriksanya.


Dan hari ini, mumpung pekerjaan rumah sudah beres semua dan Keenan di titipkan kepada Bi sari Akhirnya ia pun bisa pergi. Sudah satu jam lamanya ia duduk di sana menunggu Angkutan namun semuanya penuh dan kalau pun ada itu bukan ke arah yang ia tuju.


Hingga sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti di depan nya membuat Anin terheran, dan tampaklah dari sana Rehan membuka kaca jendela mobil untuk menyapanya.


"Anin, kamu mau kemana ?" Tanya rehan penasaran


"Eh kak rehan aku kira siapa, Anin mau ke rumah sakit Kak buat cek kandungan tapi dari tadi belum juga ada angkutan"


"Oh gitu, ya udah kamu bareng aja sama aku ntar aku anterin" tawar rehan kepada Anin.


"Apa tidak akan merepotkan kakak ?" tanya Anin merasa tidak enak


"Tidak, santai aja. ayo cepat masuk keburu macet"


"Baiklah kak" ucap Anin, lantas ia pun segera masuk ke dalam mobil dan duduk di samping rehan.


.........


Sementara itu, saat ini di kediaman Adiwijaya mamah kevin tengah duduk santai di sofa sambil membaca majalah fashion kesukaan nya sambil sesekali mengunyah buah buahan yang sudah potong.


Dan karena merasa kehausan, lantas ia pun memanggil Bi sari untuk minta minum.


"Bi sari, bi bawain Air putih ke sini" Teriak mamah Kevin yang disahuti Bi sari dari dapur.


"Baik nyonya sebentar" jawab Bi sari dari sana.


beberapa menit kemudian, bi sari pun sampai dan segera menaruh segelas air putih ke hadapan mamah Kevin. Namun sebelum itu, ia terlebih dahulu menyela BI sari dengan perkataan nya.


"Loh, tunggu dulu, anak siapa dia bi kok di bawa bawa ke sini ?" tanya mamah Kevin heran melihat Bi sari menggendong bayi


"Ehm, anu nyonya ini anak nya non Anin" jawab Bi sari menunduk.

__ADS_1


"Apa ? Anak Si Anin yang haram itu ?" ucap mamah Kevin yang membuat hati bi sari berdesir mendengar Keenan yang dipanggil anak haram.


"Maaf nyonya jika saya lancang membawa nya kehadapan nyonya, karena saya kasihan kalau harus meninggalkan nya sendirian di kamar apalagi non Anin nya sedang pergi"


"Huhh pergi kemana dia ? berasa jadi nyonya ya main pergi saja dan membiarkan anak haram nya disini. Sudah bibi bawa dia dari sini, gak sudi saya harus melihat anak ini" Ucap mamah Kevin mengusir kehadiran Keenan di sana.


Dan tanpa membantah, Bi sari pun permisi segera pergi dari sana. Dalam derap langkah nya bi sari sesekali memandang Keenan yang saat ini juga tengah menatap wajah bi sari dengan mata lentik nya.


"Kasihan kamu den, sekecil ini harus sudah menerima hinaan dan cacian. Bibi berdoa semoga besar nanti den Keenan mampu menjadi orang besar dan mengangkat derajat non Anin Aamiinn" Ucap bi sari sambil mengelus kepala Keenan.


.........


Saat ini, Mobil mewah yang dikendarai Rehan dan Anin telah sampai di pelataran Adiwijaya hospital, yang mana hal ini membuat Anin kaget mengapa ia di bawa ke rumah sakit yang terkenal Elite ini ?


"Loh kak rehan kok kita kesini, kan Anin mau periksa kandungan kak ?" tanya Anin penasaran


"Iya kita emang akan periksa kandungan, tapi kamu periksanya di rumah sakit ini ya" Ucap rehan


"Tapi kak, ini rumah sakit elite. pasti biayanya mahal dan Anin tidak punya uang sebanyak itu. Mendingan kita ke rumah sakit biasa saja kak bekas Keenan kemarin di sana biayanya lebih murah" pinta Anin memelas.


Sementara itu, Keenan yang mendengar perkataan Anin yang begitu polos merasa sangat lucu sekaligus iba.


"iya sih kak, tapi kan tidak ada orang yang tau kalau Anin istri nya Mas Kevin dan mereka pun tidak akan percaya jika Aku bicara yang sebenarnya" Ucap Anin yang membuat rehan seketika bungkam.


"****,, kok gue bisa lupa ya" batin rehan


Lalu rehan pun sejenak berfikir langkah apa yang harus di Ambilnya. Hingga tiba tiba sebuah ide bersarang di kepalanya.


"Ah atau gini aja, aku akan bilang dan menitipkan ke pihak rumah sakit kalau kamu saudara ku dari jauh dan untuk urusan ke depan nya kamu serahin aja sama aku" Ucap rehan meyakinkan Anin.


Dan setelah beberapa saat berfikir dengan matang, Akhirnya Anin pun menyetujui usulan dari rehan.


"Baiklah kak, kalau begitu terimakasih ya dan maaf Anin udah ngerepotin kakak"


"Sudahlah nin, kamu gak usah gak enak gitu. lagian kan ini juga buat calon ponakan Aku hehehe"


.........

__ADS_1


"Terlihat ya nona, di sana sudah ada kantung bayi. dan menurut perkiraan usianya telah memasuki 7 Minggu" Ucap sang dokter yang membuat Anin tersenyum lebar melihat calon Anak ke 2 nya itu.


sementara itu, secara diam - diam rehan yang ikut masuk ke dalam ruangan memotret layar Yang menampilkan USG tersebut melalui ponsel nya. Lantas ia pun segera mengirim foto tersebut ke nomor Kevin.


"Sebelumnya, apakah nona Anindya pernah mengandung ?" tanya dokter.


"Iya dok, saya pernah mengandung dan baru melahirkan sekitar 5 bulan yang lalu. dan ini merupakan kehamilan saya yang ke 2" Jelas Anin


"Baiklah, dan kalau saya boleh tau usia nona sekarang berapa ?"


"2 Minggu lagi 19 tahun dok" Ucap Anin yang membuat Dokter tersebut menghela nafas pelan.


"Ehm begini nona, Kandungan nona sejauh ini kuat dan semuanya sehat. dan mengingat usia nona yang bahkan belum masuk 19 tahun telah 2 kali mengandung sebenarnya itu berbahaya bagi keselamatan ibu dan anak yang ada dalam kandungan


Tetapi saya sarankan, agar nona lebih banyak beristirahat, makan yang cukup dan bergizi, jangan bekerja berat dan yang paling penting jangan stres. Dan untuk pak rehan saya juga meminta anda untuk ikut mengawasi saudaranya."


"Baik dokter, terimakasih" Ucap rehan dan Anin serempak.


Lantas pemeriksaan tersebut pun di tutup dengan pemberian jadwal kontrol dan Resep vitamin serta penguat kandungan untuk Anin.


.........


Sementara itu, di dalam ruangan pribadinya. Kevin yang baru saja menyelesaikan operasi tengah duduk santai di atas kursi sambil sesekali memijat kening nya.


Di tengah kegiatan nya itu, sebuah pesan terdengar masuk melalui ponsel nya, lantas ia pun segera mengambil dan mengecek isi pesan tersebut. Lalu terlihat lah disana Pesan dari Rehan, dan karena penasaran ia pun segera membukanya.


From rehan :


...____________...


| |


| Picture |


| ___________


..."Lo gak mau nyapa calon Anak Lo ?"...

__ADS_1


..........


Readers like mana Atuh😢


__ADS_2