Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 75


__ADS_3

Kilauan cahaya mentari di cakrawala telah berpamitan hingga tampaklah sekarang kehadiran Sang gulita malam beserta gugusan bintang yang berjaga di semesta. para insan manusia telah duduk berdekap di rumah nya masing - masing, mengistirahatkan tubuh atas kegiatan agenda harian.


Namun semuanya berbanding terbalik dengan Anin, Hari sudah mulai gelap tetapi ia bingung akan melangkahkan kaki kemana. Apakah pulang ke rumah nya ? sepertinya itu Tidak mungkin.


Keadaan nya yang begitu menyedihkan saat ini ditambah kondisi kesehatan sang bapak yang begitu mengkhawatirkan, Menyurutkan langkah Anin untuk pulang. Biarlah untuk sementara waktu bapak nya tidak mengetahui keadaan dia yang sebenarnya.


"Maafkan mamah ya sayang, dari tadi kita berjalan terus kamu pasti capek ya. tunggu sebentar lagi, kita pasti akan mendapatkan tempat untuk beristirahat" kata Anin mengelus pipi Keenan.


Lantas setelah itu, Anin pun kembali berjalan hingga akhirnya ia menemukan sebuah mushola. Dan kebetulan sekali Anin belum sholat Maghrib dan isya jadi ia sekalian saja sholat disini.


"Ya Allah, Ternyata inilah jawaban atas doa - doa ku padamu dulu. Bantu hamba supaya menjadi orang yang kuat dan mampu melewati semua jalan takdir dari mu ya Rabb. Berikanlah kebahagian pada ku dan anak - anak ku Aamiin" pinta Anin pada doa nya.


Dan karena hari sangat malam, maka Anin pun memutuskan untuk beristirahat di mushola ini Dan esok pagi ia akan mencari rumah kontrakan yang bisa ditempati nya.


.........


Entah kenapa malam hari ini sorot mata tajam bak elang itu terlihat begitu sendu, tak ada pancaran gairah di dalamnya. Seolah - olah hanya ada kekosongan yang ada dalam pandangan nya.


"Apa yang terjadi padaku ? kenapa aku seperti ini ? bukankah ini adalah keinginan ku sejak dulu untuk berpisah dari Anin tetapi mengapa aku merasa ada sebuah kehampaan atas kepergian nya" Kata Kevin memandang lurus ke arah langit dari jendela kamarnya.


Iya, Sejak Anin meninggalkan rumah ini. Kevin langsung pergi ke kamarnya dan tidak keluar hingga saat ini, Bahkan ia pun melewatkan makan malam nya.


"Ah sudahlah apa yang aku pikirkan, lebih baik sekarang aku ke rumah sakit untuk melihat keadaan Angeline" ucap Kevin.


Lantas setelah itu, ia pun berganti pakaian nya dan segera pergi ke rumah sakit mengendari mobil nya sendiri.


.........


Keesokan pagi nya, kegiatan sarapan di kediaman Adiwijaya hanya terisi dengan 3 personel. karena Kevin yang sejak semalam pergi masih belum kembali pulang dan sepertinya ia langsung bekerja.


"Mah, Kok tumben ya aku gak liat Si Anin. padahal kan biasanya kan dia lagi masak atau nggak cuci piring" tanya Valerie heran.


"Dia udah pergi" jawab Anita singkat.


"Pergi ? pergi kemana mah ?"


"Ya gak tau, orang kemaren dia udah di cerain kok sama Kevin"


Mendengar perkataan sang mamah, mata Valerie melotot seketika

__ADS_1


"Apa ? mamah seriusan ? gak lagi bercanda kan ?" kata Valerie


"Nggak val, tanya aja papah kamu"


"Iya gitu pah ?"


"Iya val, sudahlah jangan membahas masalah ini lagi" kata Milan sambil menyuapkan makanan ke mulut nya.


"Wahh, bagus dong kalau gitu. akhirnya tuh benalu minggat juga dari sini" kata Valerie tersenyum bahagia.


Entah ada alasan apa, Valerie terlihat begitu sangat membenci Anin dan kebenciannya itu tanpa ada penyebab pasti. Hemm biarlah saat ini ia bersenang - senang karena suatu saat karma tuhan akan tunai padanya.


.........


Di tengah lalu lalang kendaraan, Anin berjalan di trotoar sambil sesekali bertanya kepada warga di sekitar mengenai rumah yang di sewakan, Setelah mendapat alamat yang dituju dengan banyak harap Anin pun segera melangkahkan kakinya ke sana.


Namun tiba - tiba saat Sedang menyebrang, terlihat ada sebuah mobil mewah yang menabraknya, untung saja dengan sigap sang sopir segera mengerem. tetapi tetap saja Anin terjatuh ke aspal, dan untungnya Keenan dan bayi dalam kandungan nya tidak apa - apa.


"Awwws sakitt" kata Anin ketika melihat sikut nya berdarah


Tak lama kemudian, Turunlah dari mobil tersebut seorang wanita paruh baya dengan gaya sosialita nya berjalan menghampiri Anin dengan tatapan was - was


"Saya tidak apa - apa Nyonya ?" jawab Anin mendongak, Hingga Tak lama kemudian Bola mata nya melotot melihat sosok yang berada di depan nya.


"Kamu ?"


.........


Sementara itu, di sebuah ruang perawatan Terdengar bunyi percakapan diiringi tawa menggelegar memenuhi lingkup ruang tersebut. Terlihat di sana seorang pria dan wanita tengah duduk berhadapan dengan posisi saling berpelukan.


"Hahaha, akhirnya rencana kita berhasil honey" kata Angeline


"Kamu benar honey kita selamat, dan yang lebih untungnya lagi karena rencana ini Madu mu itu akhirnya bisa kita singkirkan" kata jhon


Iya, mereka adalah Jhon dan Angeline.


"Ternyata gampang sekali ya kita membodohi Kevin dan keluarganya atas kehamilan palsu ku ini,"


"Iya dan kita harus terus memanfaatkan kebodohan mereka itu" kata Jhon dengan tawa jahatnya.

__ADS_1


Flashback on :


"Kenapa kau tidak memanfaatkan otak cerdas mu itu honey ?" bisik Jhon


"Maksud mu ?" tanya Angeline penasaran.


"Jika madu mu hamil, maka kau juga harus bisa hamil"


"Hamil ? tapi itu akan memakan waktu yang lama honey apalagi saat ini aku masih memasang alat kontrasepsi" tanya Angeline dengan wajah penuh kecemasan.


"Hmm, bagaimana kalau kamu pura - pura hamil saja."


"Pura - pura hamil ? itu ide yang bagus sih tapi apa gak bakalan ketahuan sama mereka honey, aku takut"


Mendengar hal itu Jhon pun menghela nafas panjang.


"Tidak akan honey, Mereka akan bahagia dan percaya padamu. Namun harus kau ingat jangan sampai mereka memeriksa kan perutmu. Dan untuk membuat rencana kita berhasil aku mempunyai dokter yang bisa bekerja sama dengan kita, jadi serahkan saja semuanya padaku" kata Jhon dengan tatapan licik nya.


"Baiklah honey, aku percaya padamu dan aku akan mulai drama ini setelah pulang ke Jakarta. Terima kasih atas bantuan mu honey aku semakin mencintai mu" kata Angeline sambil mencium bibir jhon


Flashback off


Di tengah - tengah perbincangan itu, datanglah dokter Dani menghampiri keduanya.


"Bagaimana sobat, drama kita berhasil kan sudah layak jadi aktor film belum ?" kata dokter Dani sambil memeluk Jhon


"Yeah, aku tak menyangka selain menjadi dokter kau pun berbakat menjadi tukang lakon hahaha" ucap Jhon


"Iya dan aku sangat berterimakasih karena dengan kehadiran kalian aku bisa membalas rasa benci ku kepada Kevin Adiwijaya. Dan ini baru permulaan bagiku untuk membuat dia masuk ke dalam jurang kehancuran" kata Dokter Dani dengan tatapan mata tajam seolah-olah ingin menguliti mangsa.


"Tetapi dokter Dani, apa yang membuat kau begitu membenci Kevin ? padahal yang aku lihat selama ini dia baik padamu" tanya Angeline heran.


"Jadi Dulu....."


.........


Holla holla readers, mana like nya nih biar author makin semangat up nya.


Oh iya mau tau visuaal nya Jhon dan dokter Dani gak ?

__ADS_1


__ADS_2