
Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat 3 bulan telah berlalu semenjak kejadian terbongkarnya Anin sebagai istri pertama dari Kevin. Namun bagi Anin, waktu itu terasa amat lambat entahlah mungkin rasa pedih dan penderitaan lah yang menjadi faktornya.
Bagaimana tidak ? Semakin hari hinaan bahkan perlakuan tidak mengenakkan yang ia terima malah semakin bertambah. Sepertinya rasa kemanusiaan di dalam diri anggota keluarga Adiwijaya kepada Anin begitu sangat tipis.
Angeline sang madu pun bahkan ikut menyakiti dan memperlakukan Anin lebih parah daripada seorang pembantu, Hingga ia tak segan untuk menampar dan menjambak bila Anin sedikit melakukan hal yang kurang sesuai dengan keinginan nya.
Anin hanya berusaha sabar dan menerima semuanya, karena ini bukan lah waktu yang tepat baginya melawan ketidakadilan mereka semua.
Sekarang kandungan Anin telah berusia 9 bulan dan tidak lama lagi ia akan segera menyambut sang malaikat mungil dalam kehidupan nya yang telah lama ia nantikan.
...…...
Seperti pada pagi hari ini, Anin telah bersiap dengan memakai dress di bawah lutut berwarna Putih yang begitu kontras menampilkan tonjolan di perutnya, sebuah riasan sederhana dan rambut yang diikat rapih membuatnya begitu menawan.
"Loh non Anin sudah rapih begini mau kemana ?" Tanya bi Sari kepada Anin.
"Eh bi, Anin mau berangkat ke pasar bi. mau beli perlengkapan buat adek bayi mumpung hari ini kerjaan anin selesai lebih cepat. lagi pula Anin belum punya sehelai pun baju bayi bi, takutnya anin nanti keburu lahiran"
"Owalah begitu, mau bibi antar non ?"
"Ah nggak usah bi gak papa, bibi di rumah saja takutnya nanti nyonya membutuhkan sesuatu. oh iya bibi mau nitip apa gitu sama Anin biar sekalian di belikan ?" tolak Anin halus
"Nggak non, bibi gak ada keperluan apa apa"
"Ya sudah kalau begitu, Anin pergi dulu ya bi"
"Iya non, hati hati di jalan ya" balas bi sari menatap punggung Anin yang semakin menjauh
...…...
"Kevin nya ada ?" Tanya Angeline kepada perawat yang berjaga di depan ruangan Kevin.
"Maaf nyonya dokter Kevin sedang ada operasi"
"Oh ya udah" Ucap Angeline angkuh Dan tanpa permisi ia pun langsung masuk ke dalam ruang Kevin.
__ADS_1
Kedua perawat tersebut hanya diam membiarkan tanpa mencegah, karena mereka dan seluruh tenaga di rumah sakit ini sudah mengetahui mengenai Angeline.
Namun mereka sangat tidak menyukai perangai Angeline yang begitu sombong dan selalu merendahkan, tetapi mereka juga tidak berani untuk mengucapkan langsung di hadapan Kevin ataupun rehan karena pekerjaan lah yang menjadi taruhannya.
...…...
Saat ini Anin telah sampai di salah satu pasar. Ia pun lantas bergegas masuk menuju salat satu toko yang menjual perlengkapan bayi.
Sebenarnya ia sangat ingin membeli nya di baby shop, tetapi keuangan nya yang sangat terbatas ditambah ia harus menabung untuk biaya lahiran membuatnya harus menghemat uang.
"Permisi Bu,"
"Iya neng, ada yang bisa di bantu ?" tanya si penjual
"iya Bu, saya mau membeli baju, popok, sama celana bayi berapa ya harganya ?"
"Kalau baju sama celana selusin nya 80 ribu neng"
"bisa kurang gak Bu ?"
"baik Bu, saya ambil masing masing satu lusin ya. warna nya yang netral saja Bu, yang biru atau kuning juga boleh" jelas Anin, karena ia belum tau jenis kelamin calon anak nya nanti.
Setelah itu, ia pun bergegas mencari perlengkapan lainnya dan selesai didapatkan Anin pun lantas segera kembali pulang.
...…...
"gue ada berapa jadwal operasi lagi re ?" tanya Kevin kepada rehan.
Saat ini mereka berdua sedang berjalan keluar dari ruang operasi.
"Ehm, masih ada 2 lagi Vin, tenang aja ada waktu 2 jam kok buat istirahat dulu"
"Oh gitu ya udah gue istirahat dulu" Ucap Kevin melangkah masuk ke dalam ruangan nya.
Ceklek
__ADS_1
Suara pintu terbuka, langkah kaki jenjang Kevin mulai melambat ketika ia melihat sang istri tercinta sedang bermain handphone di sofa.
"Sayang, kamu disini ? kok tidak kabarin aku dulu sih" ucap Kevin duduk di sebelah Angeline.
"aku sengaja bikin kejutan sama kamu honey" jawab Angeline manja.
"Oh iya kamu ada perlu apa kesini ?"
"jadi gini honey, kamu kan tau semenjak kita nikah udah 3 bulan aku gak kerja. ehm kamu izinin aku buat kerja lagi ya honey please ?"
Mendengar hal itu Kevin pun merasa kaget.
"Apa kerja ? buat apa sayang, apa uang yang aku berikan gak cukup sehingga kamu mau kerja hemm ?"
"Bukan begitu honey, Aku bosan kalo harus terus terusan diem di rumah"
"Kan kamu bisa pergi belanja, jalan jalan sama teman kamu, Arisan atau lakuin kegiatan lain" ucap Kevin membujuk
"Nggak honey, aku tetep mau kerja. itu udah jadi passion sekaligus impian aku, kan kamu pernah janji gak akan halangin aku buat kejar impian" tagih Angeline
Mendengar hal itu Kevin menghela nafas berat, sekarang ia merasa sungguh menyesal pernah mengatakan hal itu. Ia sungguh merasa bimbang sekarang, sebenarnya ia sangat berkeinginan jika Angeline fokus saja untuk menjadi istri yang baik dan ia akan memberikan semua fasilitas kepadanya.
"kalau kamu gak ngasih izin, aku bakalan pergi dari rumah selama sebulan dan kamu jangan pernah sekalipun cari aku" Ancam Angeline yang semakin membuat Kevin dilema.
"Ehm baiklah, aku akan kasih kamu izin, tapi kamu juga harus tau batasan dan ingat status kamu yang sekarang sudah menjadi seorang istri" ucap Kevin akhirnya luluh.
"Hah benarkah ? terimakasih honey aku mencintaimu" kata Angeline senang lantas ia segera memeluk Kevin erat.
"Yes, akhirnya berhasil. Kevin ngasih aku izin, ah gak sabarnya aku kangen ketemu kamu jhon" batin Angeline
Iya sebenarnya alasan Angeline ingin kembali bekerja menjadi model adalah ia ingin hidup bebas kembali tanpa harus berdiam diri di rumah terus menerus layaknya burung dalam sangkar.
Setidaknya ketika ia bekerja, Kevin dan kedua orangtuanya tidak akan selalu mengawasi semua gerak - gerik dan tingkah laku nya. apalagi sampai mereka curiga terhadap dirinya dan Jhon sang kekasih simpanan.
...…...
__ADS_1
gimana nih readers, ? setuju gak kalau Angeline kerja lagi ? bantu jawab ya hehe😅