Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 96


__ADS_3

Kebahagiaan


Satu kata yang menjadi bagian penting dari kehidupan. Semua orang baik yang tua atau muda, kaya atau miskin maupun yang kurus ataupun gemuk mereka semua selalu mencari yang nama nya kebahagiaan.


Sesempurna apapun kehidupan yang kita miliki, tidak akan pernah lengkap jika tidak diikuti dengan kebahagiaan. Harta yang berlimpah, pangkat kedudukan yang tinggi, Status sosial atas, wajah yang rupawan. Semua hal itu tidak menjadi jaminan jika kita akan memiliki kebahagiaan.


Ada sebuah kata - kata yang menceritakan bahwasanya Di balik sebuah penderitaan dan kesusahan yang dirasakan Akan ada kebahagiaan yang menanti di depan. Dan sepertinya kata - kata ini sesuai dengan kehidupan seorang Anindya Sahara.


Iya, setelah melewati berbagai macam penderitaan dan kesedihan yang didapatkan. Sekarang Anindya justru sedang mulai meniti Kebahagiaan yang sebentar lagi akan dia panen dengan maksimal.


Seperti pada saat ini, Akhirnya setelah kurang lebih 5 bulan tidak bertemu dengan sang bapak. Tepat hari ini ia kembali pulang ke rumah yang telah membesarkan nya bersama sang Calon suami baru yaitu Devan Narendra.


Kehadiran Anin ke rumah membuat bapak nya begitu terkejut sekaligus bahagia, namun beliau juga merasa heran melihat kedatangan sang anak dengan pria Asing di sampingnya yang begitu tampan.


"Siapa pria yang bersama kamu ini Anin ?" tanya bapak Anin sambil melirik Devan


"Dia mas Devan pak, dan sudah 5 bulan ini Anin tinggal bersama dengan mas Devan dan keluarga nya." ucap Anin to the point' setelah mereka selesai menyalurkan rasa rindu.


"Apa maksud mu Anin ? bukan kan kamu selama ini tinggal dengan suami mu. lantas kenapa bisa kamu tinggal dengan nak Devan ? apa rumah tangga kamu baik - baik saja ?"


"Rumah tangga Anin tidak baik pak, Semua tidak seperti yang bapak lihat dan bayangkan. Anin sungguh minta maaf akan kebohongan yang selama ini telah Anin lakukan"


"maksud mu apa Anin ? bapak sungguh tidak mengerti dengan semua yang terjadi. Kebohongan apa yang di maksud Bisa kamu jelaskan ?" tanya bapak Anin dengan penasaran.


Lantas setelah itu, Dengan segenap kekuatan yang dimiliki Anin pun kembali membuka lembaran usang yang telah dia tamatkan untuk kembali diceritakan kepada sang bapak.


Dengan pandangan berkaca-kaca Anin pun mengungkapkan semuanya mulai dari dia yang tidak pernah dianggap menjadi seorang istri, selalu dihina, direndahkan bahkan di berikan siksaan fisik Hingga dimana dia harus hidup dengan status sebagai istri tua alias dimadu, juga sampai dia difitnah telah membunuh calon bayi madu nya sehingga diusir dan diceraikan dalam keadaan hamil.

__ADS_1


Tak lupa pula, Anin menceritakan Soal pertemuan nya dengan Bu Aulia ibunda Devan dan tinggal bersama di sana.


"Ya Allah nak, bapak tidak menyangka jika selama ini kamu hidup dalam penderitaan, mengapa kamu tidak pernah menceritakan semua hal ini pada bapak nak ? kenapa ? bapak merasa sudah gagal menjadi ayah sekaligus pelindung untuk mu" ucap bapak Anin dengan mata berkaca-kaca


Melihat hal itu, Anin pun lantas bangkit dan memeluk tubuh sang bapak dengar erat hingga tak terasa air mata pun ikut turun di kedua pipi nya.


"Maafkan Anin pak, Anin tidak bermaksud untuk menyembunyikan semua nya. Anin hanya tidak ingin bapak kefikiran dan membuat penyakit bapak semakin parah. lagipula jika Anin menceritakan semua nya, Anin takut mas Kevin akan menghentikan bantuan nya untuk mengobati bapak" ucap Anin


"Bapak tidak butuh semua itu Anin, yang bapak mau hanya kebahagiaan kamu saja nak" ucap bapak Anin.


Sementara itu, Devan yang kini tengah memeluk Keenan pun turut terharu menyaksikan pertemuan antara bapak dan Anak ini. ia pun lantas bangkit dan mengelus punggung Anin perlahan untuk menyalurkan kekuatan.


.........


Sementara itu, Di Adiwijaya hospital tepatnya di ruangan kerja milik direktur rumah sakit yaitu Kevin Adiwijaya terlihat suasana begitu sunyi, Dan hanya terdengar bunyi ballpoint yang terus di pukul - pukul perlahan pada permukaan meja.


Di samping itu pula, rehan sang sahabat sekaligus asisten kevin yang sedari tadi juga ada di sana, begitu merasa heran melihat sang sahabat yang terus saja melamun dan terdiam seolah tak ada gairah.


"Gak ada" jawab Kevin singkat


"Yakin ? Lo lagi kefikiran sama tuh Mak lampir Angeline ? oh atau jangan - jangan Lo nyesel udah usir dan cerain dia ?"


"Gak" jawab Kevin singkat lagi yang membuat rehan menghela nafas frustasi.


"Ah Lo mah dari tadi nggak nggak terus. kenapa sih cerita Ama gue biar beban Lo sedikit berkurang bro" pinta rehan


Sementara itu, Kevin masih saja tetap terdiam dalam kebisuannya hingga selang beberapa menit dia pun mulai membuka suara.

__ADS_1


"Aninya re" ucap Kevin


"Anindya ? maksud Lo Anin ? memangnya kenapa dia ?" tanya rehan


"Dia calon istri Devan Narendra" ucap Kevin singkat yang membuat Rehan terbatuk - batuk seketika karena ia sedang minum.


Uhukk uhukk uhukk.


"Apa Lo bilang ? Anin akan nikah sama Devan Narendra ? Duda kaya nan tampan pewaris tunggal Narend's Corp itu ? kata siapa Lo ?" tanya rehan


"Gue sendiri yang lihat Dan tahu itu saat pesta Minggu kemarin. Anin datang dengan Devan sambil bergandengan tangan. Bahkan di situ Devan pun memperkenalkan Anin di sana sebagai calon istrinya"


"Wah bagus dong kalau gitu, Akhirnya setelah terlepas dari Lo Anin dapat pengganti yang jauh lebih baik dan pastinya dia menghargai dan mencintai nya sepenuh hati" sindir Rehan yang membuat Kevin seketika menatap nya tajam.


"Apa Lo natap gue kaya gitu hah ? nyesel kan Lo sekarang ? lagian sih Lo hobi banget usir sama cerain istri. Kalau Angeline sih gue setuju, tapi kalau Anin gue bener - bener menyesalkan semua itu. karena gak akan ada wanita baik seperti Anin vin" ucap rehan serius.


Mendengar hal itu, Kevin pun terdiam


"Dan yang gue heran, untuk apa Lo melamunkan Anin yang sekarang udah dapat pengganti ? bukankan selama ini Lo gak mencintai dia, Lo gak mungkin cemburu kan lihat Anin sama Devan Narendra ?" Tanya rehan


Namun lagi - lagi, Kevin hanya terdiam. Seolah - olah enggan untuk berucap.


"Oke kalau Lo gak mau jawab. Tapi gue minta lo jangan pernah nyesal Vin karena Lo jugalah yang membuat semuanya jadi kaya gini." ucap rehan sebelum akhirnya dia pun melangkah pergi keluar meninggalkan Kevin sendiri.


Sementara itu Kevin yang menatap kepergian rehan hanya bisa menghela nafas panjang.


"Jika aku katakan aku mulai menyesal sekarang, Maukah Anin kembali lagi bersama ku ?" ucap Kevin dalam hati nya

__ADS_1


.........


Jangan lupa like komen & vote nya ya,♥️


__ADS_2