
Brakk
Suara pintu apartemen yang terbuka kencang diiringi langkah kaki jenjang milik wanita cantik dan suara gesekan roda koper yang begitu nyaring membuat sesosok pria tampan yang tengah duduk manis di sofa sambil menikmati sebotol soda itu kaget.
"Honey ? kamu kesini ? kok tidak bilang aku sih, kan aku bisa jemput kamu. Oh atau jangan - jangan kamu mau buat kejutan ya" cecar pria itu dengan berbagai pertanyaan
Sementara itu, sebelum menjawab si wanita terlebih dahulu memutar bola mata nya malas mendengar ucapan sang kekasih yang malah membuat hati nya semakin memburuk.
"Astaga Jhon, bisa tidak kamu pelan - pelan sedikit bicaraku. Pusing aku dengernya" ucap wanita itu
"Owh baiklah Angeline sayang, aku minta maaf. Lantas apakah yang membuat mu datang ke sini sampai bawa koper besar segala lagi, apa kita akan ada kerjaaan di luar kota ?" tanya nya
Iya, Kedua orang itu adalah Angeline dan jhon
"Kevin mengusir dan menceraikanku" kata Angeline tegas
Mendengar hal itu, Jhon pun kaget seketika dan membolakan mata nya
"Apa ? kamu diusir dan di ceraikan si Kevin ? bagaimana bisa honey ?" tanya Jhon
"Semua kejahatan kita sudah terbongkar Jhon dan dia juga telah mengetahui hubungan kita" ucap Angeline.
Lantas setelah itu, Angeline pun menceritakan semua rincian kejadian mulai dari dia yang tiba - tiba dihampiri kevin ke kamar, di lempar amplop berisi bukti semua kejahatan nya hingga pada bagian puncak dia diusir, dihina dan diceraikan oleh Kevin.
"Astaga, kok dia bisa tahu semua nya sih. Apa jangan - jangan selama ini Kevin memata - matai kita ?" tebak jhon
"Seperti nya tidak honey, karena selama ini aku tahu kalau Kevin tidak pernah mencari tahu tentang kehidupan ku. Dia cuek dan polos, Tetapi aku yakin kalau ada seseorang yang telah memberi tahu Kevin tentang semua ini, Dan aku mencurigai satu orang" kata Angeline dengan pandangan tajam dan tangan yang terkepal.
.........
__ADS_1
Sementara itu, Saat ini terlihat seorang pria tampan tengah berbaring di atas sebuah kasur tipis yang di bawah nya berbalut tumpukan kardus. Sesekali terlihat dia memejamkan mata nya meresapi Aroma dan kenangan yang terhubung dengan seorang wanita yang telah dia buang.
"Mas kamu sudah pulang ? mau aku buatkan kopi teh atau apa gitu"
"Lihat deh mas, perut aku udah agak buncit ya"
"Mas aku boleh minta peluk gak ? entah kenapa aku ingin sekali kamu pelik"
Dan seperti itulah kira - kira beberapa adegan yang sedang berputar di dalam ingatan pria tampan ini, hingga tak terasa matanya memerah dan berkaca - kaca kala ia mengungkapkan satu nama Wanita yaitu.
"Anindya"
iya, pria itu adalah Kevin. Di tengah-tengah kekacauan dalam hatinya saat ini, Entah kenapa langkah kaki membawa nya ke dalam Kamar alias gudang yang dulu di tempati oleh Anin.
"Dimana kamu sekarang Anin ? Aku begitu Menyesal telah berbuat tidak baik kepada mu, Aku mohon kembalilah" ucap kevin lirih sambil memandang foto pernikahan nya dulu dengan Anin yang ternyata masih tersimpan rapat di galery ponsel nya.
.........
"papah juga sama mah, tapi apa boleh buat ini semua sudah terjadi dan papa sangat mendukung keputusan Kevin yang mengusir dan menceraikannya" ucap Milan
"Iya pah, tapi kita juga harus tetap waspada karena mamah yakin dia pasti tidak akan tinggal diam atas semua yang terjadi"
"Tenang saja, papah sudah menyiapkan semua dan memperketat keamanan kita" ucap Milan tegas yang di Angguki oleh Anita
.........
Sementara itu di kediaman Narendra, Saat ini terlihat di sana mereka tengah melakukan makan malam bersama. Sesekali terdengar obrolan di antara mereka.
"Dev, lusa nanti tuan Tyo mengadakan pesta pernikahan putrinya apakah kamu akan datang ?" tanya tuan Artha
__ADS_1
"Iya pah aku akan datang lagipula mempelai pria nya adalah teman sekolah ku dulu dan aku juga sudah menerima undangan dari nya" jawab Devan sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya
"Baguslah kalau begitu"
"Oh iya sayang nanti kamu ikut aku ke pesta sana ya" Ajak Devan kepada Anin.
Sementara itu Anin yang tengah khusyuk Makan pun seketika mengalihkan pandangannya ke arah devan.
"Aku mas ? apa tidak apa-apa aku ikut, gak akan malu?" ucap Anin merasa Rendah
"Astaga sayang kamu ini, ya gak papa lah jadi justru Aku sengaja ingin memperkenalkan kamu biar orang - orang pada tahu." kata Devan tersenyum
"Iya Anin kamu ikut saja gak usah malu-malu, Biar nanti mamah yang siapkan Semua nya dan Keenan akan tetap ada yang menjaga Oke" ucap bu Aulia
Mendengar hal itu, Anin pun terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu. Hingga tak lama kemudian kepalanya pun mengangguk.
"Iya aku ikut sama kamu mas" kata Anin yang seketika membuat semua orang tersenyum
"Ah syukurlah terimakasih kasih sayang" ucap Devan
"Sama - sama mas" jawab Anin tersenyum
.........
Readers maaf ya,
author bukan nya lelet up, atau kalau pun up eh malah sedikit atau bagaimana.
author juga gak mau up cepat tetapi ceritanya kurang Sreg dan author tuh pengen ngasih cerita yang terbaik buat readers tercinta.
__ADS_1
jadi mohon di maafkan plus di maklumi ya readers.. love you all 😘