Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 47


__ADS_3

Malam hari merupakan waktu dimana manusia mulai beranjak untuk mengistirahatkan tubuhnya setelah selama seharian menjalani semua aktivitasnya.


Begitupun dengan anggota keluarga Adiwijaya, setelah melakukan makan malam satu persatu dari mereka mulai memasuki kamar masing - masing.


Sementara itu, Valerie lebih memilih untuk ke ruang keluarga dan menonton Drakor kesukaan nya, ya meskipun di kamar nya ada televisi tetapi ia lebih senang menonton di ruang keluarga karena tv nya lebih besar.


sedangkan Kevin dan Angeline serta kedua orang tuanya lebih memilih pergi ke kamar.


...…...


Di kamar utama, terlihat mamah Kevin sedang duduk bersandar di kepala ranjang sambil membaca majalah fashion yang baru di beli nya tadi pagi sambil menunggu papah Kevin yang sedang mengganti pakaian.


Setelah selesai, papah Kevin pun duduk di samping istrinya sambil membuka handphone mengecek email masuk yang belum sempat ia periksa di kantor.


Di tengah kekhusyuan mereka, Suara tangisan bayi membuat Tuan Adiwijaya merasa terganggu.


"Suara tangis bayi dari mana ini mah ?" Tanya papah Kevin kepada sang istri.


"Itu suara anak si Anin" jawab nya cuek.


"Anin ? remaja hamil yang dinikahi Kevin itu ?"


"Iya pah, memangnya siapa lagi"


"Ternyata dia sudah melahirkan"


"hemm 5 hari yang lalu"


"Kok papah baru tau ya"


"Memangnya kenapa kalo papah baru tau sih, lagian mamah juga gak peduli tuh sama dia" jawab mamah Kevin sambil menutup majalah nya dan mulai membaringkan tubuh nya.


"Ya gak papa sih," ucap papah kevin.


Lalu beliau pun segera menyelesaikan pekerjaan nya. Setelah selesai, ia membaringkan tubuh di samping sang istri dan mulai memejamkan matanya.


...…...


"Aduh keenan kok kamu nangis terus sih, maafin mamah ya nak, cup cup cup" kata Anin menimang nimang keenan supaya tangis nya segera berhenti.


Tak lama kemudian pintu kamar nya terbuka dan nampaklah bi sari yang melangkah menghampirinya nya.

__ADS_1


"Loh non, den Keenan kenapa kok menangis terus ?" tanya bi sari


"Ini bi, Asi Anin tidak keluar padahal dari kemarin ada kok. Dan entah kenapa malam ini ketika Keenan menyusu malah tidak keluar" jawab Anin resah


"Oh begitu, kok bisa ya. Coba non pijit pijit *********** siapa tau keluar" saran bi sari.


Lalu Anin pun segera memindahkan Keenan ke pangkuan bi sari dan ia pun mulai memijit payudara nya.


"Tetep gak keluar bi, aduh bagaimana ini" kata Anin berkaca kaca, sungguh ibu muda ini nampak putus asa.


"Apa non tidak membeli susu formula buat bayi ?" tanya bi sari.


"Nggak bi, Uang Anin gak cukup kalau harus membeli susu formula."


Bi Sari yang melihat hal itu pun, merasa sangat iba. lantas ia segera merogoh sesuatu dari saku rok nya dan mengeluarkan uang berwarna merah sebanyak 2 lembar.


"ini non, kebetulan bibi semalam baru di kasih gaji sama nyonya. Ini uang buat non beli susu formula, kasian den Keenan kalau harus menangis terus, ayo non ambil jangan di tolak" ucap bi sari memaksa.


Dan tanpa di duga, Anin malah memeluk Bi sari erat hingga tanpa sadar air mata nya menetes.


"Ya Allah bi, sudah berapa banyak kebaikan yang bibi beri sama Anin. bibi sangat baik, dan hanya bibi lah satu - satunya orang yang peduli sama Anin dan Keenan di rumah ini." Ucap Anin.


"Sudah non jangan nangis, bibi sudah anggap non Anin seperti anak kandung bibi sendiri. sudah sekarang non Lebih baik segera pergi, mumpung belum terlalu malam takutnya nanti toko nya tutup. biar bibi yang menjaga den Keenan" kata bi sari mengelus rambut Anin.


"Terimakasih banyak ya bi, Anin pergi dulu. titip Keenan ya. maaf sudah banyak merepotkan bibi" kata Anin lantas ia pun segera pergi.


...…...


Dari kejauhan, Anin melihat Minimarket nya sudah tutup, terlihat dari pegawai mini market tersebut Yang sedang mendorong rolling door. Dan tanpa aba - aba Anin pun langsung berlari sambil berteriak.


"Kak, jangan tutup dulu kak, kak tunggu" teriak Anin.


sementara itu, sang pegawai merasa keheranan melihat seorang gadis remaja yang berlari lari ke arahnya.


"Ada apa ya dek ?" tanya nya keheranan.


"Kak, saya Mohon buka lagi ya pintunya. saya harus membeli susu" kata Anin terbata sambil mengatur nafasnya jangan lupakan juga keringat yang mengucur deras di kening nya.


"Mohon maaf dek, kami sudah tutup. paling besok saja adek kesini lagi" tolak nya.


"Saya mohon kak, anak saya di rumah menangis terus, apalagi dia masih bayi. tolong saya kak, saya tidak mau terjadi apa apa dengan nya" kata Anin memohon dengan mata yang berkaca - kaca.

__ADS_1


pegawai laki laki tersebut memandang Anin dengan tatapan lekat dan menelisik, gadis remaja yang diprediksi nya masih SMA ini sudah memiliki Anak ? berbagai fikiran pun berkecamuk di kepalanya. Tetapi sudahlah, untuk apa dia memikirkan orang lain.


Namun melihat mata nya yang menyorot sebuah kejujuran, dan keadaan nya yang terlihat menyedihkan apalagi malam - malam begini pergi sendiri dan berlari - lari demi susu sang anak, membuatnya merasa sangat iba.


"Hemm baiklah dek, saya akan buka kembali untuk adek" ucap pelayan tersebut yang membuat Anin seketika menyunggingkan senyumnya.


"Terimakasih banyak ya kak"


"Sama - sama dek"


...…...


Sementara itu, Kevin yang baru saja menghabiskan malam panas nya bersama Angeline pun merasa sangat kehausan. lantas ia segera memakai celana pendek nya dan membiarkan tubuh bagian atas nya terekspos dan segera pergi ke dapur.


Ketika sedang fokus minum, Kevin di kagetkan dengan pintu belakang yang terbuka hingga nampaklah Anin dengan satu kantung keresek putih berisi susu formula bayi.


ia pulang lewat pintu belakang karena selain Pintu depan sudah di kunci, kamarnya yang terletak di samping dapur pun akan lebih mempercepat waktunya.


Anin yang melihat Kevin berada di dapur pun seketika terkejut sudah seminggu ini ia tidak bertatapan muka dengan nya, apalagi ini pertama kalinya Anin melihat Kevin tanpa memakai baju atasan.


"Ehm se - selamat malam mas Kevin" ucap Anin terbata.


Namun, sebelum menjawab Kevin terlebih dahulu melihat ke arah jam yang saat ini menunjukkan pukul 11 tepat.


"Darimana kau malam - malam begini ? apakah baru bertemu dengan pelanggan mu ?" tanya Kevin sinis.


Mendengar Kevin bertanya hal tersebut pun, membuat Anin merasa terkejut, apa katanya pelanggan ? apakah Kevin berfikir bahwa ia habis menjual dirinya ?.


"Astaghfirullah, kamu fitnah mas. ini lihat Aku baru membeli susu formula buat Keenan karena dari tadi Asi ku tidak keluar." jawab Anin sambil menunjukan apa yang ada di tangan nya.


"Cih, memang nya aku peduli? itu memang derita yang harus di rasakan anak haram mu"


"kamu kok tega sekali mas sama aku dan bayi ku ? tidak bisakah sedikit saja kamu mengasihani kami ?" kata Anin.


"Mengasihi mu ? cih itu hanya ada mimpi mu saja Anin" kata Kevin membentak sambil mencengkram tangan Anin dengan keras hingga membuatnya kesakitan.


lalu setelah itu, kevin menghempas tangan Anin kencang hingga membuatnya membentur tembok dan Kevin pun segera meninggalkan Anin yang saat ini sedang terisak.


"Aku harus bagaimana lagi menyikapi kamu dan keluargamu mas ? kalian sungguh tidak punya hati" Ucap Anin menangis sambil berjalan menuju kamar nya.


Sementara itu, seseorang diam - diam mengintip apa yang terjadi antara Anin dan Kevin hingga membuatnya tersenyum senang.

__ADS_1


...…...


Percayalah, kebahagiaan pasti datang padamu Anin. Semangat 🤗


__ADS_2