Bukan Inginku

Bukan Inginku
eva?


__ADS_3

waktu sudah menujukkan pukul 8 malam..tapi riyan pun belum sampai di rumah....


winda pun mulai resah menunggu kedatangan riyan suaminya itu...berkali kali dia mencoba menghubungi riyan..tapi hp nya mati...


"kemana sih kamu riyan??kenapa belum pulang juga???kenapa hp mu gak aktif...aku takut kamu kenapa napa...ucap winda mondar mandir di kamarnya...


tak lama terdengar suara ifan yang lagi menyalakan mobilnya..winda pun berlari mendekati ifan....


winda..."bang..mau kemana?,aku ikut ya...


Ifan..."boleh..emang loe mau kemana dek...abang mau kerumah temen abang..."


Winda."aku pingin nyusulin riyan bang..aku kawatir. .tumben dia sampai jam segini belum pulang..udah gitu hp nya kagak bisa di hubungin"


ifan..."Baiklah..ayo masuk"...


mobil yang dikendarai ifan pun sudah sampai di depan kantor riyan...winda langsung turun dan meminta ifan untuk pergi meninggalkannya..


"pulang aja bang...gue nanti pulang sama riyan..."ucap winda yakin kalo riyan masih ada di dalam kantor karna mobil milik riyan masih terparkir rapi disana..


"loe serius dex mau abang tinggal...loe gak papakan??abang kawatir...ucap ifan


"gak papa bang..tinggal aja..tu mobil milik riyan masih ada..pasti dia masih ada di dalam.."jawab winda..


"yaudah..abang tinggal ya..ntr kalo ada apa apa tlp abang y...abang cabut dulu..."ucap ifan


"sip boz...mkash ya bang.."saut winda yang langsung menuju ke tempat satpam itu...

__ADS_1


winda berjalan menuju ke pos satpam dan menanyakan keberadaan suaminya dan satpam pun menjelaskan bahwa memang benar ada beberapa karyawan yang lembur dan belum pulang termasuk Riyan suami winda...


setelah mendengarkan jawaban dari satpam ..winda pun langsung bergegas dan menuju lift dan ke arah ruangan riyan...


tak berselang lama bel lift pun berbunyi..dan pintu lift terbuka...winda keluar dan langsung menuju ke arah ruangan riyan...


"aku kangen banget sama kamu ...aku juga yakin..kamu pasti kangen kan sama aku...aku yakin..kamu gak bakalan bisa lupain aku dengan mudah riyan..setelah semua yang kita lalui bersama...ucap eva sambil memeluk riyan dari belakang..sedangkan posisi riyan saat ini yang berdiri membelakangi eva...


winda yang mendengar suara perempuan dari ruangan suaminya itu pun langsung membuka pintu yang tidak tertutup dengan rapat itu..


Winda....."Riyan..."


riyan kaget mendengar suara yang tidak asing itu....riyan langsung berbalik menghadap kearah pintu dan melihat siapa yang datang..


sedangkan eva yang menyadari kedatangan winda langsung memeluk riyan dengan erat...seperti memang sengaja membuat semuanya berantakan dan ingin membuat winda lebih salah paham lagi..


sambil melepaskan tangan eva yang melingkar di perut riyan...


eva hanya tersenyum simpul melihat winda yang saat ini menatapnya datar tanpa ekspresi..


winda..."iya..kenapa??apa kedatanganku menganggu kegiatan kalian ??...


riyan..."tidak wind..tidak sama sekali...aku baru akan pulang...tapi...


eva langsung memotong ucapan riyan...


eva..."tapi riyan masih asyik bermesraan denganku...iya kan sayang"...

__ADS_1


winda..."hmmm...dasar tidak tau diri...laki laki yang kau ganggu itu adalah suamiku..."


eva..."dia memang suami mu..tapi hatinya masih milik ku...buktinya..dia lebih memilih sibuk lembur disini bersamaku dari pada harus menemani malam malammu yang menjenuhkan itu..."


Riyan..."stop va...kamu tidak berhak berkata seperti itu kepada istriku...winda adalah istriku. .dia satu satunya pemilik hatiku...kamu memang pemilik hatiku. .tapi itu dulu...sebelum kau menghancurkan hati yang pernah ku berikan utuh untukmu...


winda..."loe gak tuli kan va?...apa emang sekarang kuping loe tu jadi tuli ?suami gue barusan ngomong apa?lebih baik loe pergi dhe..daripada gue seret loe keluar dari ruangan kerja suami gue.."


eva..."gue bakalan pergi...tapi nanti gue bakalan balik lagi..loe inget ya wind...riyan belom bisa lupain gue...jadi gue bakalan pastiin bahwa riyan bakalan balik ke gue lagi...ucap lirih eva disamping winda...dan riyan tidak bisa mendengarnya..


winda.."hmmm..jangan ngimpi...tidur loe terlalu lama..dan mimpi loe itu harus segera dibangunkan..kalo terus terusan tidur..bisa bisa loe bakalan tidur selamanya..."


eva yang mendengar ucapan winda itu pun langsung membuang muka dan menuju ke arah pintu...dia keluar dari ruangan riyan dan menutup pintu itu dengan keras...


riyan langsung menghampiri winda setelah eva keluar dari ruangannya...riyan menggengam tangan winda...dan berkata.."maafin aku wind...aku gak bermaksud seperti ini..."...


winda yang mendengar ucapan riyan itu pun langsung melepaskan genggaman tangan riyan...."hmmm...udahlah..mgkin ini plajaran buatku untuk tidak terlalu menghawatirkan dirimu dengan berlebihan.."


winda langsung menuju keluar pintu dan riyanpun menyusul winda..


perjalanan pulang itu terasa sangat asing tanpa ada obrolan sedikit pun dari keduanya...


winda memilih memejamkan matanya dan bersandar di kursi mobil yang sdang riyan kemudikan..bukan tanpa alasan..winda hanya ingin menetralkan amarahnya..dia ingin menghilangkan emosinya yang seakan ingin meledak ledak di hadapan riyan...


sedangkan riyan hanya bisa diam tanpa berani berkata sedikit pun...dia hanya bisa sesekali memperhatikan winda yang memejamkan kedua matanya...


tak lama pun mereka sudah sampai dirumah..winda keluar dari dalam mobil dengan muka datarnya..sedangkan riyan terus membuntuti winda dengan harap harap cemas agar winda tidak terus seperti ini...

__ADS_1


next...


__ADS_2