Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 109


__ADS_3

Di dunia ini, semuanya tidak akan pernah ada yang abadi. Hidup tidak akan selalu sama, pasti ada perubahan di suatu saat nanti entah itu berubah menjadi lebih baik ataukah sebaliknya. Dan ya, terkadang manusia itu lupa bahwa mungkin nanti dia akan terjatuh dari posisi tinggi yang tengah di duduki dan orang yang tadinya ada di bawah kakinya justru sekarang perlahan mulai naik menapaki ke atas.


Benar bukan ?


Iya seperti nya ini tengah terjadi secara nyata bagi hidup seorang Anindya Sahara. setelah dia berjuang bersama sang bayi untuk meraih kebahagiaan dan keadilan, Pada akhirnya semua terbalas tunai, dan ia bisa meraih apa yang diimpikan selama ini.


Dan pada hari ini, merupakan hari yang bersejarah bagi seorang Anindya, dimana akhirnya dia bisa bersanding dengan Devan, sang malaikat yang menjadi penguat nya bagi Vano dan sang putri, Tiara.


Gemerlap lampu kristal dan bunga bunga indah berwarna putih menjadi saksi penyatuan cinta keduanya. suasana haru terasa jelas kala dengan Lantang nya Devan mengucapkan ikrar suci di hadapan bapak Anin.


"Saya terima nikah dan kawinnya Anindya Sahara binti Tyo dengan mas kawin tersebut dibayar tunai"


Tes tes tes


hingga tak terasa air mata menetes dari sudut bapak Anin kala mengingat perjuangan sang putri yang begitu sulit nya hingga dia menemukan Devan sebagai tambatan hati.


Tak lama kemudian setelah itu, pengantin wanita yaitu Anin terlihat berjalan menghampiri area akad dengan kebaya putih yang menjuntai indah di tubuhnya dan sebuah sigger khas Sunda yang membalut indah kepalanya, membuat Anin terlihat begitu cantik dan mempesona, hingga tak ada yang menyangka bahwa dia adalah ibu dari 2 orang anak karena masih terlihat seperti anak gadis.


"Silahkan kepada mempelai untuk saling memasangkan cincin di jari manis" ucap pak penghulu.


lantas mereka berdua pun melakukan apa yang diperintahkan, setelah itu Anin pun mencium tangan Devan dan sebaliknya Devan mencium kening Anin.


Mereka berdua pun lantas saling bertatapan satu sama lain dengan senyum manis yang tak pernah luntur dari bibir keduanya. sungguh pasangan yang berbahagia.


"Halo istriku sayang" ucap Devan


"Hai juga mas suami" balas Anin

__ADS_1


.........


Sementara itu, di samping kebahagiaan yang tengah menyelimuti Anin dan Devan terlihat sesosok pria tengah duduk merenung bersandar di balik dingin nya tembok penjara sambil membaca sebuah kartu undangan berwarna silver dengan ukiran nama "Anin dan Devan"


"Hari ini kau telah resmi menjadi milik orang lain, dan pada hari ini juga aku menyatakan kalah dan sangat menyesal pernah menyia-nyiakan permata indah seperti kamu Anin" ucap pria itu dengan mata berkaca-kaca


Ada yang bisa tebak siapa pria itu ? iya, Dia adalah Kevin Adiwijaya.


3 hari yang lalu, Anin dan Devan berkunjung ke sana bersama Vano dan Tiara untuk menjenguk keadaan kevin, karena seburuk apapun perlakuannya dulu terhadap Anin tetap saja dia adalah ayah kandung Tiara dan itu tidak dapat diganggu gugat.


Flashback on :


"Wah kalian datang ?" ucap Kevin antusias kala melihat kedatangan Anin dan Devan


"Iya mas, sudah lama kami tidak kesini untuk melihat keadaan mu sekaligus ada yang mau kami bicarakan" jawab Anin.


"Benarkah ? siapa mereka sebenarnya ? aku memiliki dugaan yang kuat tapi takutnya malah jadi fitnah"


"Mereka adalah Angeline, Jhon dan rekan kerja mu dokter Dani"


"Tepat sekali, aku memang menduga bahwa merekalah dalang dibalik semua ini." ucap Kevin


"ya, tapi untuk saat ini aku dan rehan masih belum bisa membebaskan mu dari sini. karena meskipun kamu tidak bersalah dan difitnah tetap saja media taunya kamu yang menjadi tersangka, tetapi tenang saja masa hukuman mu dikurangi kok"


"Alhamdulillah terima kasih atas segala kebaikan yang telah kalian lakukan, sungguh aku malu dan menyesal atas segala perlakuan ku dulu" ucap Kevin dengan mata yang berkaca-kaca


"Manusia memang tempat salah, dan seburuk-buruk manusia adalah dia yang tidak mau bertobat dan menyesali kesalahannya" jawab Devan dengan lugas

__ADS_1


Lantas setelah itu, mereka pun mengobrol kembali. dan Kevin pun akhirnya kembali menggendong Tiara sang putri dan mengajak nya berbicara. Anin dan Devan yang melihat hal itu pun merasa terharu.


"Oh iya mas, kami mau menyampaikan ini" ucap Anin sambil menyerahkan sebuah undangan, yang langsung menarik perhatian Kevin.


"Apa ini ? undangan ?" tanya Kevin, lantas ia pun melihat nama yang tercetak di sana. Dan saat itu juga ia merasa kaget, tenggorokan nya seolah olah tercekat.


"Ka-kalian akan me-menikah ?" tanya Kevin terbata.


"Iya mas, aku dan mas Devan akan melangsungkan pernikahan. aku memberi tahu mas Kevin sebagai bentuk penghormatan akan status mas sebagai ayah kandung Tiara, yang mana sebentar lagi akan bertambah dengan kehadiran mas Devan" ucap Anin menjelaskan


"Iya Anin aku faham, maaf aku tidak bisa hadir di acara bahagia kalian. semoga semua lancar ya"


"Ammiin" ucap Anin dan devan bersamaan.


Flashback Off


"Semoga kebahagiaan menyelimuti kamu Anindya, maafkan aku yang tidak pernah bisa menjadi suami yang baik untukmu dan ayah yang baik untuk anak kita. Terimakasih kau pernah menjadi teman hidup ku walau hanya sebentar, dan aku yakin Devan akan membawa kebahagiaan dan kebaikan untuk hidup mu. ingatlah selalu bahwa sampai detik ini, kau masih menempati ruang di dalam hati ku meskipun terlambat aku sadari" Ucap Kevin


.........


Assalamualaikum readers, Segitu dulu ya kelanjutan kisahnya. maafkan author yang setelah sekian lama baru kembali up.


Jangan bosan untuk terus dukung karya author yaa.


Terimakasih atas segala perhatian dan dukungan readers terhadap Ayumi dan Brian


♥️🥰

__ADS_1


__ADS_2