Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 89


__ADS_3

Saat ini, Sebuah mobil hitam mengkilap bermerk terkenal tengah dikendarai oleh seorang istri dari pengusaha ternama di negara ini, dia adalah Anita.


Iya, Rencananya hari ini Anita akan pergi ke sebuah restoran terkenal untuk berkumpul bersama teman - teman sosialita nya. Dan kali ini Anita lebih memilih untuk mengendarai mobil sendiri dibandingkan dengan menggunakan seorang sopir. Entahlah apa alasan nya, tetapi seperti nya ia menginginkan sebuah kebebasan saat ini.


"Huh, sudah lama sekali rasanya aku pergi keluar rumah dengan mengendarai mobil sendiri, biasanya aku selalu memakai sopir" kata Anita lengkap dengan kacamata hitam yang bertengger manis di wajahnya.


Namun di tengah-tengah itu, Ada sesuatu ganjal yang dia rasakan. Kala ia ingin mengerem, tiba - tiba rem tersebut tidak berfungsi dengan baik.


"Astaga, apa yang terjadi ? ke-kenapa rem ini susah di tekan. jangan - jangan rem ini blong" Kata Anita dengan perasaan penuh ketakutan.


Ia pun terus berusaha untuk mengerem dan menghentikan mobil nya.


Tetapi sayang, Anita tidak fokus pada jalanan di depan nya sehingga ia tidak melihat sebuah truk besar yang melintas.


Lalu tak lama kemudian, sebuah tabrakan pun tidak dapat di elakkan lagi.


Brukkk


"Arghhhhh"


.........


Di salah satu lobi rumah sakit di Jakarta, Terlihat beberapa orang tengah duduk menunggu dengan raut wajah penuh kecemasan dan ketakutan. Sesekali pandangan mereka tertuju kepada ruangan di depan nya sambil terus merapalkan doa.


"Ya Tuhan tolong selamatkan ibu ku" kata Valerie dalam hati nya.


Iya, seseorang yang berada di dalam sana adalah Anita. Setelah mendapatkan informasi dari seseorang akhirnya Kevin, Angeline, Milan dan Valerie pun dengan segera pergi ke rumah sakit.


Flashback On :


dreet drett drett

__ADS_1


Bunyi ponsel Milan terdengar bergetar dari atas meja kerjanya, terlihat di sana panggilan dari sang istri yang membuat nya mengernyitkan kening heran.


"Hallo" ucap Milan sebagai pembuka percakapan.


"Hallo, selamat siang dengan keluarga dari saudara Anita"


"iya, saya suami nya. Ini siapa ? kenapa ponsel istri saya ada di tangan anda"


"Saya petugas kepolisian ingin memberi tahu bahwa pemilik ponsel ini yang diketahui bernama Anita, baru saja mengalami kecelakaan dan kami sedang dalam perjalanan untuk membawa nya ke rumah sakit"


Mendengar hal itu, Milan seketika membeku. Ia begitu terkejut sekaligus tidak percaya akan apa yang terjadi kepada istrinya.


"Di ru-rumah sakit mana ?"


"Kami akan membawa nya ke rumah sakit healthy Medika" jawab sang polisi


"Baiklah Terimakasih atas informasi nya, saya akan segera kesana" kata Milan.


"Sama sama pak"


Flashback off


30 menit pun berlalu, akhirnya dokter pun keluar dari dalam ruangan diiringi dengan 2 orang perawat di belakang nya. Melihat hal itu, sontak saja Kevin dan yang lain nya langsung berdiri dan berjalan menghampiri sang dokter.


"Bagaimana keadaan mamah saya dok ?" tanya Kevin cemas


"Iya dok, mamah saya gak papa kan ?" timpa Valerie


Dan sebelum menjawab, terlihat dokter itu pun menghela nafas perlahan.


"Begini, kondisi pasien......"

__ADS_1


.........


Sementara itu, Saat ini Anin tengah berdiri di balkon rumah kediaman Narendra. terlihat ia memejamkan kedua matanya sambil menghirup dalam - dalam udara di sore hari ini.


Dan di tengah-tengah kegiatannya itu, sebuah tangan kekar nan lembut memeluknya dari belakang sana. Dan tanpa bertanya Anin pun sudah mengetahui siapakah gerangan sosok itu.


"Mas, kamu sudah pulang ?" tanya Anin sambil melirik sekilas pria yang tengah bersandar di pundak nya itu.


"Iya sayang, oh iya kamu sedang apa disini Hem"


"Aku sedang menikmati suasana keindahan sore hari mas, terlihat begitu tenang dan damai apalagi sinar mentari yang mulai surut menambah pesona cakrawala luas di atas sana" ucap Anin


"Kamu benar sayang komponen alam ini sangat indah. Tetapi meskipun begitu, bagiku hanya kamu lah yang paling indah dan aku begitu sangat mengagumi mu" kata Devan dengan penuh perasaan yang membuat jantung Anin berdegup kencang.


"Ehm mas, sebelumnya aku minta maaf karena mengalihkan pembicaraan kita. apakah dulu mamah nya dafin juga seperti ku ? maksudnya dia menjadi sosok yang paling kamu cinta ?" tanya Anin tiba - tiba


Mendengar hal itu, Devan pun menghela nafas panjang.


"Kisah ku dulu tidak seperti itu sayang, di saat orang - orang menganggap kami seperti keluarga dan pasangan yang sempurna padahal kenyataannya tidak seperti itu" ucap Devan


"Maksud mas ?" tanya Anin heran.


"Jadi dulu itu....."


.........


Hola hola hola.


Readers, maaf ya author gantung lagi ceritanya. Author tuh pengen banget ngasih kejutan buat kalian di bab berikut.


Tapi gak bisa di pungkiri sih kalian juga sangat pandai menebak. Dan author akui itu hehe🤭

__ADS_1


Dan ya, jangan lupa like komen & vote nya ya. 🥰


Soalnya author lihat 3 bab kebelakang like nya sedikit sekali, jadi sedih deh😭


__ADS_2