
Keesokan paginya, Anin Kembali terbangun kesiangan yaitu pukul 7 pagi, Buru - buru ia segera bangkit untuk melaksanakan sholat subuh yang terlewat. Terdengar Suara rintihan dari nya karena seluruh tubuhnya terasa sakit apalagi di bagian pipi dan kepala.
Setelah melaksanakan kewajiban nya Anin menatap sekeliling kamar hotel, Di sana ia tidak menemukan keberadaan Kevin dan setelah beberapa saat akhirnya ia teringat kalau hari ini Kevin ada kerjaan untuk meninjau proyek kerjasama nya bersama Tuan Artha.
Di tengah lamunan nya, Perut Anin berbunyi merasa sangat kelaparan karena dari semalam di pesta ia belum makan apapun. Lantas Anin pun segera mengendong Keenan dan segera turun ke resto untuk sarapan.
.........
Sementara itu, Pagi hari ini Aulia akan meninjau keadaan hotel milik nya. Setelah dari Rooftop ia bersama GM hotel dan beberapa bodyguard melakukan peninjauan ke bagian resto & kitchen sekalian untuk melakukan sarapan pagi.
"Bagaimana chef, apa semua nya berjalan lancar ? para supplier bahan makanan tidak ada yang bermasalah kan ?" tanya Aulia kepada Kepala chef.
"Tidak nyonya, semuanya aman"
"Hemm baguslah kalau begitu, kalau ada apa - apa segera hubungi saya" kata Aulia
Lantas setelah itu, ia pun melangkah ke area resto. Nampak disana beberapa pengunjung hotel tengah melakukan sarapan pagi. Hingga pandangan nya tertuju ada seorang wanita muda yang tengah menenangkan bayi nya yang menangis.
"Aduh dek, kamu kenapa sayang. mamah kasih Susu juga gak mau." kata Anin menimang - Nimang Keenan berharap agar bayi itu cepat tenang karena Anin juga merasa tidak telah menganggu kenyamanan para pengunjung hotel yang lain.
Dan di tengah kepanikan nya itu, seorang Wanita cantik nan modis berumur 50 tahunan lebih itu menghampiri Anin.
"Bisa saya bantu untuk menenangkan bayi nya dek ?" Pinta Aulia
"Ehm, maaf ibu ta tapi" kata Anin
"Sudah jangan banyak tapi, sini sini" kata Aulia sambil merebut Keenan dari gendongan Anin.
"Cup cup cup sayang, jangan menangis ya kasian mamah kamu" kata Aulia mengusap ngusap kepala keenan.
Dan sungguh ajaib, Keenan langsung terdiam seketika dan ia justru tengah berbalik menatap Aulia dengan mata bulatnya sambil tersenyum.
"Eh kamu senyum, lucu nyaa" ucap Aulia lantas ia pun mencium pipi Keenan gemas.
Entah kenapa, ia seperti telah jatuh hati melihat bayi itu untuk pertama kali nya.
"Ah aku jadi teringat dengan Dafin waktu bayi. Dan aku juga jadi merindukan sosok seorang bayi di rumah, hmm kayaknya aku harus maksa Devan buat nikah lagi" batin Aulia.
Melihat sang majikan yang tiba - tiba menggendong seorang bayi tak dikenal membuat para anak buahnya melongo.
"Terimakasih banyak nyonya, kalau bukan karena anda pasti sekarang anak saya masih menangis" kata Anin tersenyum ramah.
"Tidak apa - apa, saya senang kok melakukannya lagian namanya juga bayi sudah biasa kalau menangis seperti tadi" jawab Aulia menyerahkan Keenan Kembali ke gendongan Anin.
__ADS_1
Namun sekilas ia melihat perut Anin yang menonjol di balik dress yang di kenakannya.
"Ehm maaf, apakah kamu sedang mengandung kembali ? saya melihat perutmu seperti ibu hamil"
"Iya nyonya, saat ini saya sedang mengandung anak ke dua." jawab Anin
"Owalah selamat ya nak, Semoga lancar kehamilan dan persalinan nya nanti. Oh iya nama kamu siapa ?"
"Nama saya Anindya nyonya Dan bisa di panggil Anin. Salam kenal nyonya" kata Anin lantas ia pun mencium tangan Aulia sebagian bentuk perkenalan
Melihat hal itu, hati Aulia seketika menghangat sekaligus kagum melihat kesopanan dan tutur bahasa Anin yang sangat baik.
"Saya Aulia, salam kenal ya Anin" kata Aulia ramah.
Lantas Anin dan Aulia pun terlibat sebuah obrolan santai sambil sarapan, bahkan walau ini kali pertama bertemu tetapi mereka sudah terlihat sangat akrab. Anin begitu senang akan sosok Aulia yang mengingatkan nya akan sang ibu yang telah tiada.
Begitupun dengan Aulia yang begitu menyukai Anin, wanita muda berusia 19 tahun sekaligus calon ibu dari 2 anak itu begitu menarik perhatiannya.
"Baiklah Anin, saya harus pergi. Kapan kapan kalau saya sudah di Jakarta kita harus bertemu kembali ya. Jaga kesehatan kamu dan bayi nya oke" kata Aulia mengelus perut Anin dan mencium kening Keenan.
"Baik Bu, sampai ketemu nanti. Ibu juga jaga kesehatan ya jangan cape - cape" kata Anin yang memang tadi Aulia menyuruhnya untuk memanggil ibu.
"Siap Anin, dahh saya duluan. Assalamualaikum" Pamit Aulia
Lantas Aulia pun segera bangkit dan berjalan meninggalkan area hotel, di tengah - tengah langkah nya ia kembali berbalik untuk melihat Anin sekilas.
"Andai saja Anin belum menikah, Akan aku jodohkan dia dengan Devan" kata Aulia dalam hatinya
.........
Sore harinya, Kevin dan Anin pun akhirnya kembali ke Jakarta. Dan tepat pukul 5 sore ini mereka telah tiba di kediaman Adiwijaya.
Baru saja melangkah memasuki ruang tamu, Mereka di kagetkan dengan para Anggota keluarga yang sedang duduk berkumpul menunggu di ruang tamu. Tak lupa ada bi sari dan beberapa pelayan di sana.
"Loh mah, ada apa ini tumben rame - rame" tanya Kevin menatap sekeliling nya.
Namun belum juga menjawab, Anita melangkahkan kaki nya menghampiri Anin dan Kevin.
Plakk Plakk
Sebuah tamparan ia darat kan di pipi Anin dan Kevin.
"kenapa mamah tiba - tiba menamparku ?" tanya Kevin heran
__ADS_1
"Kamu yang apa apaan, bisa - bisanya kamu menghamili Dia" tunjuk Anita kepada Anin.
Degg
Kevin seketika membeku, darimana mamah nya tau kalau Anin hamil ?
"Dan kamu wanita kampungan, sudah berhasil ya kamu menjerat anak saya hah ?" kata Anita kepada Anin.
"Mah mah Kevin bisa jelasin ini semua. Dan Angeline sayang aku bisa jelasin sama kamu" Ucap Kevin kala melihat Angeline menangis.
Iya, siang hari tadi Angeline baru saja sampai dari Singapura.
"Kamu jahat mas, tega ya kamu duain aku" kata Angeline.
"Nggak sayang itu gak bener. Aku bisa jelasin"
"Jelasin apa hah ?" kata Angeline membentak.
Lantas tanpa menunggu lama lagi Kevin pun menjelaskan semua kejadian nya mulai dari ia mabuk saat datang ke pesta rekan bisnis nya, pulang di antar rehan ke rumah yang kebetulan Anin lah yang membuka pintunya, Hingga ia yang tanpa sadar telah menyentuh Anin hingga membuatnya Hamil seperti sekarang.
"Aku sama sekali gak tertarik sama dia sayang apalagi punya anak darinya. hanya kamu lah yang pantas jadi ibu dari anak anak aku"
"Hiks hiks tapi tetap saja kamu udah khianati aku mah" kata Angeline. Sungguh Aktingnya begitu bagus.
"Kau dengar itu ? Karena mu Kevin dan Angeline jadi bertengkar. Dan ingat sampai kapan pun saya gak akan pernah Sudi untuk mengakui anak yang kau kandung sebagai bagian dari keluarga Adiwijaya" kata Anita tegas yang membuat Anin meneteskan Air matanya.
Sungguh ia tidak bersalah dalam hal ini.
Bi Sari dan beberapa pelayan yang menyaksikan hal ini merasa sangat kasihan sekaligus iba kepada Anin. Sementara itu Valerie tersenyum sinis menatap Anin, Sungguh ia sangat benci kepadanya. Dan Milan Adiwijaya hanya bisa duduk dia melihat serpihan drama dalam keluarganya.
"Haha rasain Lo Anin, wanita kampungan dan ***** kayak Lo gak pantes jadi keluarga Adiwijaya" batin Valerie.
Brukkk
Di tengah - tengah kekacauan itu, Tiba - tiba terdengar suara orang terjatuh pingsan.
"Angeline " panggil semua orang.
.........
Tenang readers, jangan terburu - buru sebentar lagi Anin bakalan pergi kok.
Harap sabar, karena menurut author. sesuatu yang terburu - buru itu tidak baik
__ADS_1
Terus dukung karya author ya. 😘