
Pagi hari ini merupakan hari dimana kesembuhan dafin telah berlangsung total, dan ia sudah bisa pulang kembali ke rumah. Namun disaat orang lain senang akan kesembuhan nya justru dafin malah terlihat muram. Apakah yang terjadi pada bocah mungil triplekan Devan itu ?
"Dafin sayang, kamu kok cemberut gitu sih nak ? kenapa hem cerita sama nenek" kata Aulia menatap dafin heran.
"Peri cantik kemana sih nek kok gak ikut jemput dafin di sini terus papah malah kerja lagi"
Mendengar hal itu, Aulia pun tersenyum. sepertinya ia faham apa yang tengah terjadi pada cucu nya itu.
"Dafin sayang, papah kerja kan juga buat kamu nak buat biaya kamu sekolah, dan yang bayar pengobatan kamu juga kan Papah terus peri cantik kasihan kalau harus jemput kamu karena di rumah Dede Keenan tidak ada yang menjaga dan kalau di bawa kesini kasihan takutnya ketularan penyakit.
dafin sayang kan sama Dede Keenan ? jadi sekarang dafin tidak boleh cemberut seperti itu, karena tidak semua hal harus sesuai sama apa yang kamu inginkan. faham sayang ?" kata Aulia menjelaskan.
Setelah mendengar hal itu dafin pun terdiam beberapa saat hingga akhirnya dia mengangguk faham.
"Iya nenek, dafin tau. maafin dafin yaa" kata dafin
"Iya sayang sama - sama" jawab Aulia sambil mengelus kepala sang cucu.
.........
Sementara itu, saat ini keluarga Adiwijaya tengah bergurat sedih, kecewa sekaligus marah entahlah mereka merasa tengah tertimpa batu besar yang begitu menggores luka kala mendengar bahwa sang putri bungsu satu - satunya saat ini tengah hamil.
"Astaga pah, aku tidak menyangka kalau putri yang selama ini selalu aku banggakan ternyata hamil di luar nikah, mau ditaruh dimana muka mamah pah" kata Anita histeris
"Entahlah mah, papah juga malu apalagi jika sampai tercium media maka hal ini akan ikut mempengaruhi kinerja perusahaan" kata Mike bingung sambil mengerut dahi nya.
"Ya terus gimana dong pah ? mana kita gak tau lagi siapa yang udah ngelakuinnya" Kata Anita
Sementara itu, mendengar sang adik yang tengah hamil Kevin pun lantas masuk ke dalam ruang rawat Valerie dengan diikuti oleh Angeline di belakang nya dan memang kebetulan saat ini Valerie telah sadar.
"Katakan pada kakak, siapa laki - laki brengsek yang telah melakukan hal ini kepadamu Valerie" tanya Kevin to the point dengan tatapan tajam
Valerie yang ditanya hal itu hanya diam dan menunduk, mulutnya seolah terkunci dan tak bisa bergerak. hanya lelehan air mata yang mengalir lah yang menjadi jawaban dari nya.
"Cepat jawab Valerie, jangan kau tutup tutupi atau jika tidak kakak sendiri yang akan mencari dan menghabisi dia" ancam Kevin yang seketika membuat Valerie kaget.
"Kau masih tidak mau menjawab ? baik, jika sampai hitungan ke tiga kau tidak menjelaskannya maka kakak yang akan mencarinya Satu... dua...ti"
"Jangan kak percuma, dia tidak menginginkan bayi ini" kata Valerie histeris
"Siapa dia val ? brengsek sekali dia tidak mau peduli dan bertanggung jawab atas perbuatannya, dan apakah karena hal ini juga kau berniat untuk mengakhiri hidupmu ?" kata Kevin sambil mengepalkan tangan nya, mata nya melotot tajam dan wajah yang terlihat memerah menahan amarah.
Valerie pun mengangguk sebagai jawaban.
"Sekali lagi cepat katakan siapa dia ?" teriak Kevin kembali hingga memenuhi seluruh ruangan Sampai - sampai hal itu membuat Angeline dan Valerie begitu shock dan ketakutan.
__ADS_1
"Gila, serem banget Kevin kalo lagi marah gini, duh jadi merinding" batin Angeline
"Cepat katakan Valerie" bentak Kevin
"Iya kak, di dia Willi" kata Valerie
.........
Akhirnya setelah 30 menit mengarungi jalan raya rombongan dafin, bu Aulia dan tuan Artha pun telah sampai di mansion Narendra.
mereka pun segera turun dari mobil dan mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
Ceklek, pintu rumah pun terbuka. Namun tak hanya sampai di situ, sebuah pita berwarna warni dan juga balon terlihat jatuh bertaburan dari atas sana. Sebuah tulisan ucapan selamat pun terpajang rapih tepat di depan sana.
...~Welcome home Dafin 🥳...
...~Keep healthy handsome boy♥️...
Melihat hal itu, dafin pun tersenyum bahagia apalagi kala ia melihat ke arah depan di sebelah kiri tulisan.
Di sana nampaklah Devan yang tengah menggendong Keenan dan memeluk pinggang Anin dari samping tengah tersenyum ke arah mereka. Melihat hal itu, tuan Artha dan Bu Aulia pun tersenyum merekah dengan penuh tanda tanya.
"Apakah papah dan mamah telah melewatkan sesuatu Devan ?" tanya tuan Artha
"Iya nak, apa yang tidak kami ketahui ? ceritakanlah sayang" pinta Aulia
"Hemm okay mah, pah sebenarnya Devan dan Anin..."
Flashback On :
"So, Would you be my wife and my future Anindya ?" kata Devan
Mendengar hal itu hati Anin berdebar, tubuhnya bergetar entahlah apa yang ia rasakan saat ini.
"Ehm kak, apakah Aku harus menjawab nya sekarang ?" kata Anin sambil menatap Devan
"Kau tau Anin, aku tidak sesabar itu untuk menunggu jawaban mu apalagi saat ini keputusan mu bukan hanya untuk memenuhi permintaan ku tapi juga untuk Dafin. So, aku minta kamu menjawab nya sekarang" kata Devan
"Baiklah kak, sebelumya aku juga minta maaf sama kakak bila mungkin selama 3 bulan ini aku dan keenan sudah banyak merepotkan kakak. Dan untuk jawabannya aku... hmmm"
"Aku apa ?" tanya Devan penasaran
"Aku mau jadi istri kak Devan, tetapi apakah kak Devan tidak malu calon istri kakak seorang janda muda dengan 2 anak ?" kata Anin memberanikan diri untuk menatap mata tajam Nan jernih itu.
Mendengar hal itu, Devan pun langsung menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kau tau Anin di dunia ini tidak ada satu makhluk pun yang sempurna, kau dan aku pun sama. Aku tidak pernah memandang orang dari masa lalu dan status nya. dan aku mencintaimu kamu tulus Anin, percaya itu" kata Devan
"Baiklah kak, maaf ya aku sempat meragukan kakak" kata Anin dengan mata yang berkaca-kaca
"Iya sayang, gak papa" kata Devan yang tanpa sadar memanggil Anin dengan sebutan sayang dan hal itu langsung membuat Anin malu seketika
"Eh kamu kenapa Anin malu ya, gak papa lah mulai sekarang kamu harus terbiasa. oh iya jadi sekarang kita fix kan jadi sepasang kekasih ?" tanya Devan
"Iya kak" ucap Anin malu - malu
"Yes, Alhamdulillah. makasih ya, oh iya aku boleh elus perut kamu gak ?"
"Iya kak boleh"
lantas setelah itu, Devan pun menunduk dan mulai mengelus perut buncit Anin.
"Hallo sayang, kamu pasti kenal om Devan kan. oh iya om ini calon papah kamu yang baru jadi nanti kamu panggil saya papah ya, sehat sehat di sana" kata Devan yang membuat Anin menyunggingkan senyum nya.
Flashback Off
"Yes akhirnya peri cantik bakalan jadi mamah ku, oh iya boleh kan kalau Dafin panggil nya sekarang mamah" kata dafin begitu antusias setelah mendengar cerita Devan tadi
"Hehhe iya sayang boleh" jawab Anin sambil mengelus kepala dafin
Melihat hal itu Devan, tuan Artha dan Bu Aulia pun tersenyum senang.
"Oh iya jadi kapan kalian akan meresmikan hubungan ke jenjang pernikahan ?" tanya Bu Aulia
"Ehm sepertinya setelah Anin melahirkan saja mah" jawab Devan
"Iya Bu, lagi pula sekarang saya belum memberitahu bapak saya dan surat resmi dari pengadilan juga belum di dapat" kata Anin
"Oh begitu, ya sudah mamah doakan supaya kalian langgeng, bahagia selamanya dan semuanya lancar ya. Duh mamah senang banget deh akhirnya Anin jadi menantu mamah, ya kan pah" kata Bu Aulia dengan senyum merekah di bibir nya.
"Iya, tenang saja Anin semuanya akan baik - baik saja. lagipula kamu lahirannya tinggal 2 bulan lagi kan, ya anggaplah itu sebagai waktu untuk mempersiapkan pernikahan kalian ya" kata tuan Artha.
"Iya pah makasih ya" kata Devan
"Iya sama - sama"
.........
Readers maaf ya,
author bukan nya lelet up, atau kalau pun up eh malah sedikit atau bagaimana.
__ADS_1
author juga gak mau up cepat tetapi ceritanya kurang Sreg dan author tuh pengen ngasih cerita yang terbaik buat readers tercinta.
jadi mohon di maafkan plus di maklumi ya readers.. love you all 😘