Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 61


__ADS_3

"Hallo papah. Ini aku anak mu, Kok papah tidak menyapa aku sih" Ucap seorang anak kecil yang wajahnya terlihat samar.


"Oh iya Aku mau bilang kalau Aku sayang banget sama papah Kevin dan mamah Anin, Jangan sakiti kami ya pah. I Love You Muachh" Ucap nya lagi, lantas Anak itu pun pergi berlari bermain meninggalkan seorang pria tampan yang tengah memandang nya kaget sekaligus penasaran, Siapakah gerangan Anak kecil itu ?


Lantas si pria itu pun memanggil anak kecil tersebut untuk kembali.


"Hey tunggu, kamu siapa ? hey kemari" teriak si pria sambil berusaha mengejar anak tersebut.


Arghhh


Kevin yang tengah tidur pulas pun terbangun secara tiba - tiba, lantas ia segera mengambil air minum di meja untuk menghilangkan dahaga nya, setelah itu ia pun menetralkan kembali nafasnya sambil melirik ke samping, ke arah Angeline sang istri yang tengah tertidur pulas.


"Sial mimpi apa itu, Terus siapa anak kecil yang memanggilku tadi ?" ucap Kevin menyugar rambut nya kasar.


Lalu tak lama kemudian, pandangannya mengarah ke ponsel yang ada di atas laci, lalu ia pun segera mengambilnya. dan Klik, kunci ponsel yang terbuka langsung menampilkan kembali foto USG Anin.


Kevin kembali menatap foto itu lekat.


"Apa karena foto USG ini aku jadi mimpi itu, dan A anak kecil itu di dia A anak ini ?" Ucap Kevin menyentuh foto yang ada di layar nya.


.........


keesokan pagi nya setelah sarapan, Satu persatu Anggota keluarga Adiwijaya telah kembali pergi menjalani rutinitas nya masing - masing. Namun, berbeda dengan Kevin yang akan berangkat ke ruang sakit agak siang karena ia harus menyelesaikan terlebih dahulu file dari kantor.


Sementara itu di dapur,


Anin yang sedang Membereskan piring bekas sarapan tiba tiba merasa sangat mual. lantas ia pun berlari menuju wastafel untuk mengeluarkan isi perutnya itu.


Huekk huekk huekk


Dan tanpa Anin sadari, Sedari tadi ada seseorang yang melihat nya tengah muntah muntah dan dimana Ego dalam diri orang tersebut kini terbagi menjadi 2 yaitu, membiarkan Anin tetap muntah ataukah membantu mengobatinya ?


Tak lama kemudian, ia pun menghela nafas berat dan mulai melangkahkan kaki nya menghampiri anin.


Sementara itu, Anin yang tengah muntah pun kaget ketika merasakan sebuah tangan dingin menyentuh tengkuknya dan sesekali memijatnya. Lantas ia pun buru buru menyelesaikan nya, dan segera membersihkan mulutnya.


Dan ketika berbalik, matanya melotot karena kaget melihat orang yang tadi membantunya adalah Kevin sang suami.


"Mas Kevin, ?" tanya Anin


"Sudah selesai ?" Tanya Kevin dingin kepada Anin yang langsung dianggukinya.

__ADS_1


lalu tanpa basa - basi Kevin pun langsung berbalik pergi meninggalkan Anin yang tengah menatapnya intens.


"Terimakasih mas Kevin," Teriak Anin melihat Punggung tegap itu perlahan pergi.


"Apa kamu merasakan nya nak ? ternyata papah mu masih memiliki setitik kepeduliannya untuk kita" Ucap Anin tersenyum sambil mengelus perut nya.


.........


Klik.....


Suara sandi pintu Apartemen yang terbuka, perlahan dimasuki sepasang kaki jenjang dengan kedua manik mata nya menatap sekeliling untuk mencari objek yang tengah si tuju.


Ia pun lantas terlihat memasuki sebuah kamar lalu perlahan ia berjalan dan membuka seluruh tirai hingga cahaya matahari menerobos masuk ke dalam dan membangunkan sesosok pria tampan yang tengah tertidur pulas.


"Untuk apa kau kesini ?" tanya pria tersebut dingin lalu perlahan ia pun berbalik membelakangi


Lantas si wanita itu pun naik ke atas ranjang dan memeluk punggung Tegap sang kekasih hati sambil mencium tengkuk nya.


"Maafin aku jhon sayang, baru sempat hari ini menemui kamu. Jangan ngambek gitu dong honey" Ucap Angeline merayu


Iya, mereka adalah Angeline dan Jhon.


"honey kok kamu diem aja sih, aku udah niat banget pagi pagi gini temui kamu, lah kamu nya malah cuek. Aku minta maaf dong honey please maafin aku"


Mendapati Jhon yang juga tidak kunjung memaafkannya, Angeline pun lantas mendapatkan sebuah ide.


Ia turun dari ranjang, dan mulai melepas pakaian nya satu persatu hingga kini tubuhnya telah polos baik bayi baru lahir.


Dan tanpa aba - Aba ia kembali naik ke atas kasur, membalikkan Jhon hingga menatap ke arah nya dan Angeline pun langsung duduk di atas tubuh Jhon sambil sesekali menggerakkan pinggul nya.


Melihat hal itu, Jhon pun terbelalak kaget melihat Aksi nakal sang kekasih.


"Gimana honey ? kamu mau maafin aku kan ?" tanya Angeline sambil mengeringkan mata nya.


Jhon yang sudah tidak tahan dengan hasratnya pun langsung membalikkan posisinya dan mengukung Angeline.


"Kamu nakal sekali honey, baiklah aku akan memaafkan mu" ucap jhon yang langsung menyerang Angeline.


Lalu tak lama kemudian terdengar lah suara ******* pada pagi hari ini, dalam apartemen tersebut.


.........

__ADS_1


Sementara itu, Bapak Anin dan Yudi terlihat hari ini tengah berjalan memasuki kediaman Adiwijaya. Mereka lantas bertanya-tanya melihat keadaan rumah yang sepi karena hampir seluruh penghuninya sedang pergi ke luar.


Dan tak lama kemudian, mereka akhirnya bertemu dengan bi Sari dan mempersilahkan nya untuk masuk.


"Rumah nya bagus banget ya pak" ucap Yudi memandang kagum desain interior mansion ini.


"Iya yud, kamu benar" Balas bapak Anin.


Lalu tak lama kemudian, munculah Anin bersamaan dengan keenan yang berada dalam gendongan nya.


"Ya Allah bapak, Anin kangen banget sama bapak" Ucap Anin memeluk erat tubuh sang bapak.


"Hehehe iya nak, bapak juga kangen sama kamu dan sama cucu bapak yang tampan ini" kata bapak Anin menciumi Keenan yang kini telah beralih pada gendongan nya.


"Kamu kok gak hubungin aku sih yud kalau mau kesini" tanya Anin cemberut


"Maaf nin, kami kan mau ngasih kamu kejutan " Ucap Yudi.


Lalu mereka bertiga pun kembali larut dalam obrolan nya, hingga bi sari datang membawa minuman dan cemilan untuk di suguhkan.


"Terimakasih banyak ya bi, maaf merepotkan" Ucap Anin tersenyum.


"Gak papa non santai saja, baik silahkan dinikmati ya pak, kalau begitu saya permisi ke belakang" Pamit Bi sari.


Sementara itu, Anin membiarkan terlebih dahulu bapaknya dan Yudi untuk menikmati hidangan sebelum ia memberitahukan sebuah berita.


"Ehm pak, Sebenernya Anin mau kasih tau sesuatu"


"Sesuatu apa nak ?"


"Se sebenarnya Anin sedang hamil lagi pak" Ucap Anin yang membuat Bapak dan Yudi kaget.


"Apa ? jadi sekarang kamu tengah mengandung anak nya nak Kevin ? wah Alhamdulillah selamat ya nak, Jaga Amanah Allah ini dengan sebaik baik nya" Kata bapak sambil mengelus perut rata Anin.


"Berapa usia nya nak ?"


"Sudah 7 Minggu pak" ucap Anin.


"Alhamdulillah nak, Tidak terasa ya ternyata kamu sudah besar dan bapak yang semakin tua ini akan menjadi seorang kakek dari 2 orang cucu" Ucap bapak Anin yang lantas membuat mereka bertiga pun tertawa.


Sungguh ini lah bentuk kebersamaan sederhana yang penuh dengan kebahagiaan.

__ADS_1


.........


Ciee mas Kevin, Author mau juga dong di pijit Tengkuk nya 😋


__ADS_2