Bukan Inginku

Bukan Inginku
Episode 69


__ADS_3

Gemerlap lampu kristal menghiasi setiap sudut ballroom hotel. Bunga - bunga nan indah dan lilin - lilin menghiasi setiap meja yang disediakan untuk para tamu undangan.


Alunan musik melodi terdengar mengiringi kedatangan para tamu. Satu persatu tamu berpakaian jas dan gaun mewah mulai berdatangan memasuki Area pesta nan megah ini. Tak terkecuali dengan Kevin dan Anin.


"Kau genggamlah tangan ku, Panggil aku dengan sebutan sayang. Ku harus bersikap mesra jangan sampai membuat orang - orang di pesta curiga dengan kita" ucap Kevin tegas.


"Baik mas" jawab Anin yang langsung melingkarkan tangan nya ke tangan Kevin


Deg deg deg


Bunyi ritme jantung ke dua nya berdetak begitu kencang. Anin merasa gemetar karena ini pertama kali nya ia bersentuhan langsung dengan Kevin dan menggenggam tangan nya.


Sementara itu, Entah kenapa Kevin pun merasakan ada sebuah getaran aneh di dalam dirinya. Entahlah perasaan apa ini, Namun dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk menghilangkan nya.


Baru beberapa langkah mereka memasuki area pesta, Tiba - tiba saja seorang Anak kecil berlari dan menabrak nya.


"Awww sakit" ucap Anak laki - laki tersebut


Anin yang melihat hal itu pun lantas menghampiri Anak tersebut dan membantunya bangkit.


"Sebentar mas aku bantu dulu anak itu" pinta Anin


"Aku tunggu kau di kursi sana" ucap Kevin kepada Anin yang diangguki nya.


.........


Sementara itu, di sebuah ruangan presidential suite room seorang pria tampan nan gagah itu terlihat begitu mempesona sekali malam ini dengan balutan jas hitam yang menunjukkan tubuh atletis nya. saat ini ia terlihat tengah bercermin merapihkan penampilan nya.


Ceklek, tiba tiba pintu kamar nya terbuka


"Devan" Panggil Aulia


"Iya mah, Ada apa ?"


"Dafin mana Dev ? dari tadi mamah cari dia kok gak ada"


"Lah bukannya tadi dia bilang pamitnya mau ke kamar mamah ya, kok sampe gak ada gitu" kata depan heran.


"Tapi dia gak ada kok, kemana ya dafin jangan jangan dia tersesat lagi. cepat cari dia Dev" pinta Aulia cemas dengan keberadaan cucu nya.


Mendengar kekhawatiran sang Mamah Dev pun lantas menghela nafas kasar dan ia pun segera mengambil nya ponsel untuk menelfon anak buah agar mencari keberadaan Keenan.


"Sudah, mamah usah khawatir anak Buah ku sekarang sedang mencari keberadaan dafin" ucap Devan menenangkan Aulia.


"Iya Dev, cepatlah mamah sangat khawatir dengan dafin."

__ADS_1


.........


"Kamu tidak apa apa nak ?" tanya Anin kepada anak itu, sambil membantunya bangkit.


Namun bukan nya menjawab, anak itu malah menatap Anin dengan lekat.


" Aku gak papa tetapi apa Kakak ini seorang peri ?" tanya anak itu polos


"Peri ?" jawab Anin Heran.


"Iya, kakak begitu cantik seperti ibu peri tetapi kok memakai topeng sih ? kan semua orang di sini tidak ada yang memakainya" katanya lagi.


Mendengar hal itu Anin pun lantas tertawa.


"Heheh, kamu lucu banget sih nak. kakak pakai topeng karena muka nya lagi merah merah takutnya nanti ada yang ketular, memangnya kamu mau nanti wajah nya jadi merah - merah ?" jawab Anin berjongkok di hadapan Anak itu sambil mengelus - ngelus pelan pipi gembul nya.


"Nggak mau peri, nanti dafin jadi jelek lagi" kata anak itu mengerucut kan bibir nya.


Melihat hal itu Anin pun merasa sangat lucu hingga ia tertawa kembali dan dengan refleks mencium pipi Dafin dan memeluknya. Ah rasa nya ia jadi teringat dengan Keenan, Sedang apa ya bayi gembul itu ?


Iya, Anak laki - laki itu adalah Dafin, putra semata wayangnya Devan Narendra.


"Jadi nama kamu dafin ?" tanya Anin


Namun belum sempat Anin memeluknya, tiba tiba seorang pria bertubuh kekar menghampiri mereka.


"Tuan muda dafin" ucap pria itu


"Ah paman Edo kamu disini ?" tanya dafin.


"Iya, tuan di cari sama nyonya dan tuan Devan Ayo kita pergi"


"Ah begitu ya, baiklah peri cantik Dafin pulang dulu ya nanti kita ketemu lagi dadahh ?" pinta dafin namun sebelum itu ia mencium pipi Anin yang masih berjongkok di hadapannya


"Baiklah sampai jumpa lagi dafin dadahh"


"Dahh Peri cantik" ucap Dafin melambaikan tangannya.


.........


"Ya ampun sayang, kamu dari mana saja sih nak omah khawatir sekali" ucap Aulia memeluk dafin dengan erat


"Tadi dafim tersesat ke pesta omah, dan di sana aku ketemu peri cantik sekali dan dia memeluk Aku erat" kata dafin


"Peri ? maksudmu siapa ?" tanya Aulia heran

__ADS_1


"Ih ada omah dia juga tadi membantu dafin yang jatuh namun untungnya dafin kuat dan gak merasa sakit"


"Hah syukurlah kalau begitu, ya udah yuk kita samperin papah sebentar lagi pestanya dimulai"


"baik omah"


.........


Suara MC terdengar menggelegar, rangkaian acara pembukaan pesta telah mulai di laksanakan. Satu persatu agenda yang tertulis telah selesai. Hingga saat nya ada acara uang yang ditunggu - tunggu yaitu acara puncak


"Hadirin sekalian, Marilah kita sambut Inilah keluarga besar Tuan Artha Narendra" ucap MC


Lampu ruangan seketika padam, hingga sebuah cahaya terlihat menyoroti kedatangan 4 orang yang begitu memukau pada malam hari ini. Dialah Tuan Artha Narendra yang bergandengan tangan dengan sang istri Aulia dan dibelakang nya diikuti dengan Devan sambil menuntun sang putra kecil Dafin.


Sorak sorak para tamu terdengar saling berbisik melihat kehadiran Devan sang duda tampan, bahkan tak sedikit para pengusaha yang membawa anak gadis mereka dengan harapan agar bisa bersanding dengan Devan.


"Jadi, Dafin itu cucu sang pemilik pesta ?" Batin Anin melihat Davin


"Selamat malam semuanya, Saya ucapkan Terimakasih banyak atas kehadiran anda sekalian dalam acara pesta perusahaan sekaligus pengumuman penting bagi kelangsungan hidup perusahaan.


Malam ini, saya Artha Narendra Mengumumkan di hadapan kalian semua, bahwa saya akan menyerahkan perusahaan beserta seluruh Aset - Aset nya kepada putra semata wayang saya Devan Narendra." ucap Artha lantang.


Lantas dengan segera Devan pun ikut naik ke podium, sementara itu Artha terlihat menyerahkan sebuah Sertifikat kepada Devan yang diiringi dengan sebuah pelukan hangat.


"Selamat nak, papah bangga sama kamu jadilah pemimpin yang adil dan berwibawa, majukan perusahaan kita" bisik Artha.


"Baik pah, Pasti depan akan menjaga amanah dari papah" jawab depan.


Lantas setelah itu, Devan pun membuka suara nya.


"Selamat malam semuanya Saya Devan Narendra Akan bersungguh - sungguh menjaga amanat ini. Dan semoga kedepannya kita bisa menjalin kerja sama dengan baik, terimakasih" ucap devan hingga terdengarlah riuhan tepuk tangan untuknya.


Acara pun telah selesai, kini saat nya para tamu undangan menikmati hidangan yang telah tersedia dan juga hiburan dari penyanyi papan atas Indonesia.


Begitupun dengan Kevin dan Anin yang tengah duduk di salah satu meja yang tersedia di sana sambil menikmati hidangan nya. Di saat itu, tiba - tiba saja Anin merasa tidak nyaman seperti ada yang masuk ke dalam sepatu nya dikenakannya.


Lantas Anin pun berdiri dan berjalan ke belakang kursi untuk memperbaiki sepatunya, namun tiba - tiba tanpa sengaja ada seseorang yang menabrak nya dari belakang.


Dan..........


Apakah yang terjadi ?


..........


Readers, tunggu kelanjutannya nya ya 😘😘

__ADS_1


__ADS_2