Cantiknya selir MAFIA

Cantiknya selir MAFIA
KEDATANGAN MARGARETA


__ADS_3

Metting hari ini menyebalkan, Alvaro tidak fokus sama sekali. Pikirannya selalu ke Alexa yang semakin benci padanya. Gara-gara dia membunuh Mika, Alexa hampir membunuhnya.


Kejadiannya tadi pagi, dia baru datang dari bandara menjemput Farida, Alvaro langsung meninggalkan mamanya dan menemui Alexa di kamarnya.


Alexa sedang membaca buku, ketika Alvaro datang sambil membawa banyak cemilan.


"Kamu tidak nonton Televisi?" tanya Alvaro mendekati Alexa, dia menaruh cemilannya di atas meja.


"Aku lebih senang baca buku." jawab Alexa tanpa menoleh. Dia asyik membaca membuat Alvaro merasa diabaikan. Dia menjadi kesel.


"Jawab yang jujur Alexa, kenapa kau berganti posisi dengan Mika?" pertanyaan Alvaro membuatnya kaget. Alexa menaruh bukunya dan menatap Alvaro dengan mata coklatnya. Dia tidak mengerti dari mana Alvaro tahu cerita itu. Apa Mika yang mengadu?


"Jangan samakan aku dengan pelayan yang lain. Aku masih virgin, aku hanya akan mempersembahkan kegadisanku dengan calon suamiku, bukan manusia brutal seperti kau." ketus ucapan Alexa dia tidak memberi harapan dan celah untuk mendekati dirinya.


"Kau jangan sombong, kau tawanan, cepat atau lambat aku akan membuat dirimu hancur, dan memperkosamu sampai kau lupa matahari pagi.


"Sebelum kau perkosa, aku akan menghancurkan otakmu!!" suara Alexa meninggi, pertanda dia sangat marah. Tangannya secepat kilat meraih pistol yang ada di dalam tas jinjingnya dan menodongkan kepada Alvaro.


"Alexa, apa-apaan ini." ucap Alvaro kaget, ia cepat angkat tangan.


"Aku akan membunuhmu seperti kau membunuh Mika!!" bentak Alexa.


"Letakan pistolnya, aku tidak ada membunuh Mika." terpaksa Alvaro berbohong.


"Jika aku tahu kamu membunuh Mika, aku akan bikin perhitungan dengan dirimu."


"Aku tidak bohong." ucapan Alvaro membuat Alexa menurunkan pistolnya dan meletakan kembali ke dalam tas jinjingnya.


"Itu pistol darimana?"


"Dari Nickolas." jawab Alexa pendek. Alvaro cepat keluar dari kamar Alexa, dia takut Alexa nekat. Itulah kejadian tadi pagi.


Kejadian itu membuat Alvaro memacu mobilnya dengan kencang. Saat ini dia baru pulang dari kantor karena ada metting. Tidak sabar dia menunggu lampu merah. Bayangan Alexa yang marah dan membidikan pistol padanya sungguh mengerikan. Gadis biasa tidak mungkin secepat itu mengambil pistol dan cara memegang pistol juga jago. Siapakah Alexa? bathinnya.


Tidak butuh waktu lama mobil Rubicon itu masuk ke kawasan bukit flintstone. Perasaan Alvaro tidak enak, dadanya sesak mengingat tembak menembak yang terjadi antara gangster Nickolas dan pengawalnya.


Alvaro bersyukur Alexa bisa lolos, tapi aneh, siapa yang membunuh Nickolas bukankah Alexa dan Nickolas satu mobil dan mobil mereka paling akhir. Jadi tidak mungkin mobil mereka bisa di tembak oleh siapapun, kecuali yang menembak Nickolas adalah Alexa.


Sampai di Manssion Alvaro disambut oleh pemandangan yang indah. Para pelayan berjejer membawa buket bunga mawar putih. Ada apa lagi.

__ADS_1


"Selamat datang Tuan...." suara kompak dari pelayannya membuat Alvaro mengangguk samar.


"Ada apa ini?" tanya Alvaro dingin."


"Nona Margareta sudah datang Tuan."


Alvaro melangkah ke ruang tengah, dimana Mamanya dan Margareta duduk berdampingan. Mereka cocok seperti ibu dan anak, sama-sama bawel.


"Selamat datang sayank...." suara Margareta bergema nyaring.


"Kapan datang?" tanya Alvaro acuh, dia duduk disamping Margareta.


"Sudah dari tadi."


"Alvaro, kenalkan Alexa ke Margareta."


"Siapa Alexa Maa?" tanya Margareta mengerjitkan alisnya.


"Kesayangan Alvaro, orangnya baik dan manis. Dari orang biasa."


"Seberapa cantiknya, cantikan mana aku dan dia."


"Cantik itu relatif, tiap wanita punya kelebihan dan kekurangan." jawab Nyonya Farida diplomatis.


"Aku jadi penasaran, suruh pengawal panggil Alexa." kata Margareta menatap Alvaro.


"Nanti kita dinner, aku akan keluarkan Alexa." Alvaro berdiri.


"Alvaro mau kemana apa kau tidak kangen padaku?" Margareta ikut berdiri dan memeluk Alvaro.


"Aku masih banyak kerjaan."


"Kesampingkan kerjaanmu aku baru datang. Kita akan menikah Alvaro, jadi tolong hargai aku."


"Apa yang kau ingini dariku, aku lelah Margareta." ucap Alvaro mengeluarkan black card dari dompetnya.


"Bersenang-senanglah sama Mama."


"Trimakasih sayank, kau tahu saja keinginanku." Margareta mengecup bibir Alvaro.

__ADS_1


"Sayank, aku tunggu nanti malam, kita bikin ranjangmu bergoyang." bisik Margareta genit.


"Berdandan yang cantik, tunggu aku di ranjang." sahut Alvaro ******* bibir Margareta.


Alvaro cepat melepaskan pelukannya dari Margareta. Biasanya setiap hari dia bisa bermain ranjang dengan para pelayan. Semenjak Alexa sering julid dan mengejeknya, Alvaro terpaksa menahan hasrat dan puasa.


Kini Alvaro kedatangan calon istrinya, tidak salah kalau dia melampiaskan gairahnya kepada calon istrinya.


Dia melangkah lebar menuju ke ruang Alexa. Sampai di dalam kamar Alexa tidak ada di tempat tidur. Alvaro celingukan lalu membuka pintu balkon, gadis itu duduk termenung dengan air mata membasahi pipinya.


"Ada apa sayank, apa yang kau pikirkan?" tanya Alvaro ikut duduk disampingnya.


Alexa menghapus air matanya, dia membiarkan pertanyaan Alvaro berlalu Alexa tidak ingin ditemani dia ingin sendiri.


"Aku tidak tega melihat kau menangis, apakah kau ingin bebas, aku ingin melakukan yang berharga untukmu."


"Nikmati hidupmu semasih kau muda. Jika kau menjadi tua tidak akan ada seorangpun disisimu, karena kau tidak berguna lagi." sindir Alexa.


"Apa maksudmu, Aku ingin mendengar sekali saja kata manis dari bibirmu."


"Puisiku sudah hanyut ditelan badai keserakahan dari orang-orang yang aku cintai. Kini aku berjalan diatas ke tidak berdayaan."


"Alexa berkata yang jelas aku tidak mengerti, aku penjahat mana ngerti kata-kata mutiara." pungkas Alvaro menatap wajah sendu itu.


"Aku cuma ingin bertanya, dimana kuburannya Mika?"


Degg! Alvaro berdebar. Alexa sudah tahu Mika tertembak. Tapi kuburan para pengkhianat tidak ada karena tubuh mereka dibuang ke rimba.


"Maaf sayank semua tubuh pelayan yang tertembak di kubur di suatu tempat. Tidak usah dipikirkan masalah Mika, itu membuat aku marah."


"Aku mengerti, orang seperti kau mana punya rasa empaty." kata Alexa kesel. ,


"Alexa mengertilah, aku akan menikah dengan Margareta dia adalah putri dari Tuan Alfredo teman papaku. Sekarang dia berada disini, semoga kau maklum kalau aku akan jarang nongol disini untuk menemanimu."


"Aku tidak peduli, jika kau tidak keluar sekarang aku tendang kau." ancamģ


Gertakan Alexa tidak menyurutkan Alvaro untuk menubruk gadis itu. Tidak peduli Alexa berontak, dia tetap menindih tubuh Alexa. Bibirnya sibuk ******* bibir Alexa, gairahnya meluap membuat Alvaro kesetanan. Tangan kiri Alvaro memegang kedua tangan Alexa di atas kepala gadis itu. Tangan kanannya menyingkap t-shirt Alexa. Dua buah gundukan kenikmatan mengintip dari balik Push Up Bra. Alvaro menelan salivanya.


"Alvaro sadar, kau membuat aku marah otakmu mesum."

__ADS_1


"Kau yang membangunkan gairahku, aku tidak bisa memadamkan. Terima saja nasibmu." kata Alvaro meremas kedua gundukan itu dengan sentuhan yang sudah berpengalaman. Bibirnya tambah liar membuat Alexa yang belum berpengalaman terpancing. Itu cuma sesaat, Alexa cepat sadar, dia bertahan hidup untuk melanjutkan wasiat kakaknya.


*****


__ADS_2