
Pukul 18.35, hari ke lima semenjak Alexa pergi dari kebakaran itu. Hari ini dia ingin keluar makan, sekalian merayakan hari meninggalnya Rishy kakaknya. Lima hari terkurung di basecamp membuat otak dan tenaganya terkuras. Lelah sekali.
"Kau mau kemana say...." tanya Mikhael menatap Alexa. Pria hitam manis itu menatapnya heran. Dia adalah teman baik Alexa yang biasa diajak bercanda.
"Aku jalan, jangan ditunggu. Kalian tidur dan istirahatlah."
"Pakai topeng kalau mau pergi." Dansus ikut komentar.
"Aku cukup pakai slayer." pungkas Alexa beranjak dari tempat duduknya.
"Kau naik apa alexa, aku boleh ikut?"
"Tidak ada yang boleh ikut, kerjakan tugas masing-masing. Kalian membuat aku ribet."
"Jangan mengganggu Alexa, biarkan dia pergi. Tolong kalian doakan semoga dia selamat." ucap Dansus
"Hati-hati di jalan Alexa."
"Bravo...."
Alexa tidak menggubris saat temannya cerewet menggodanya. Dia melangkah dengan mantap. Malam ini dia memakai celana panjang jean dan penutup jaket jubah. Revolver terselip dibalik jubahnya dan pisau lipat berada di saku celananya. Wajah dan kepalanya ditutupi dengan syal. Tidak ada yang akan mengenalnya, apalagi keadaan gelap.
Dia kemudian mencari ATM terdekat untuk mengambil uang tunai. Alexa tidak mau membuat kehebohan dengan membayar tagihan lewat chip.
Cuaca sedikit moist, mungkin mau turun hujan. Alexa memesan Taxi. Hari ini dia mau makan di Sushi Bushi. Restoran kenangan bersama kakak tercinta. Malam ini dia akan merayakan kenangan terakhir saat bersama Rhisy Rigest sepuluh tahun yang lalu.
Turun dari Taxi Alexa melangkah masuk kedalam restoran. Tidak ada perubahan signifikan di Restoran ini. Benda restoran tetap sama. Yang berubah harga menu perporsi. Alexa mencari tempat duduk di pojok kiri dimana sepuluh tahun yang lalu dia duduk bersama kakaknya.
"Malam nona, silahkan memilih menu." seorang waitress menyodorkan daftar menu kepada Alexa.
__ADS_1
"Aku pesan satu paket Dragon Roll." jawab Alexa sembari duduk. Restoran malam ini cukup ramai.
"Trimakasih nona, harap menunggu."
Sembari menunggu hidangan, Alexa mengambil ponsel kakaknya yang dia simpan selama ini. Ponsel jadul itu masih terawat bagus. Dia membuka ponselnya, mencari playlist lagu yang saat kejadian sepuluh tahun yang lalu di putar di restoran ini. Mama, Do You Remember, itu judul lagunya. lagu ini mengingatkan Alexa kepada kakaknya.
Peristiwa itu selalu terbayang di otaknya. Sepuluh tahun yang lalu dia duduk bertiga dengan mamanya dan kakaknya Rishy. Mereka sedang merayakan hari bahagia karena di terimanya Rishy kuliah di STIN. Rishy kelihatan sangat bahagia dan terus menerus tersenyum. Mamanya kelihatan sangat gelisah, sesekali melihat keluar.
"Setelah aku kuliah, diriku menjadi milik negara. Ini hari terakhir aku melihat kalian, terutama kau Alexa." kata Rishy dengan wajah sedih.
"Tubuhmu milik negara, tapi hatimu tetap milik kami. Aku mencintaimu kakak."
"Jangan nakal kalau aku tidak di rumah. Jangan memilih pacar yang tidak bekerja walaupun kaya raya.
"Aku akan pilih pacar ganteng seperti ..."
"Diamlah!! kalian berisik, membahas yang tidak penting." ketus suara mama. Alexa dan kak Rishy terdiam. Mamanya seolah terlihat uring-uringan.
"Kami tidak melakukan hal buruk mama, jangan terlalu menghiraukan candaan kami." ucap Alexa tenang.
"Alexa, kau selalu membantah ucapan mama. Sungguh menyesal melahirkan kau. Aku malu dengan teman-teman sosialita, di bully punya anak tomboy seperti kau." Degg!! dada Alexa terhenyak. Lantai restoran terasa bergoyang. Alexa dan Rishy gemetar mendengar kata-kata mamanya yang keras di antara puluhan tamu restoran.
Air mata bergulir dari sudut mata Alexa, dia menyadari dirinya memang tomboy. Selalu berpenampilan laki-laki, namun perasaan kagum dan suka kepada lawan jenis tetap ada. Dia bukan lesbian.
"Mamaa..kau membuatku kecewa, apa masalahmu sehingga kami menerima getahnya?" ucap Rishy pelan.
"Katakan kepada adik kesayanganmu, mama tidak setuju dengan tingkahnya yang kelakian-lakian. Dia pikir aku tidak malu dengan gayanya itu."
"Alexa tidak membuat keluarga malu, dia dalam masa pertumbuhan dan masih mencari jati diri. Mama harus lebih bijak berkata, jangan ribut disini semua mata memandang kearah kita." Rishy menatap mamanya kurang senang.
__ADS_1
Suasana semakin panas saat terdengar tembakan terus menerus. Anehnya tembakan itu semakin mendekat. Semua pengunjung restoran berhamburan keluar. Rishy dan Alexa ikut berdiri, tapi mamanya melarang anaknya pergi.
"Kalian jangan pengecut, baru mendengar tembakan sudah kabur. Dasar mental tempe." kata mamanya menohok. Wanita itu seolah menunggu sesuatu.
"Tembakan semakin dekat, semua orang sudah berlari dan bersembunyi, tapi kenapa mama tetap berada disini?" tanya Rishy tidak mengerti.
"Karena aku tidak takut. Nyaliku besar jika menghadapi tantangan."
"Mamaa....kami akan pergi."
Alexa menghapus air matanya dan memegang tangan kakaknya untuk diajak berlari. Kedua gadis itu terpaksa berhenti karena mama mereka menampar pipi mereka masing-masing.
"Kalian kurang ajar, dasar anak setan." teriak perempuan setengah baya itu emosi. Dia bukan saja menampar sekali, tapi berkali-kali dan mendorong Alexa sampai jatuh, kepalanya menimpa ujung meja.
Alexa setengah sadar ketika mendengar suara tertawa laki-laki. Suara-suara terdengar ribut dan jeritan Rishy yang membahana. Alexa tidak tahu selanjutnya apa yang terjadi, dia pingsan.
Ntah berapa lama dia pingsan, ketika dia sadar matanya tertuju kepada beberapa orang yang tertembak. Salah satunya adalah tubuh Rishy yang tergeletak tidak bergerak. Alexa berdiri dengan susah payah, kepalanya masih terasa pening.
"Kakakkk...." teriak Alexa memeluk Rishy. Air matanya tumpah melihat Rishy dalam keadaan setengah telanjang sepertinya habis diperkosa. Alexa menyadari bahwa kakaknya tidak akan bertahan hidup.
"A..ale..xa..aku ingin kau menggantikan aku untuk membalaskan perbuatan mama dan temannya......" kata Rishy terbata- bata, setelah itu Rishy menghembuskan nafas terakhir.
Pada saat yang sama papanya juga terbunuh dan perusahan alat beratnya di rampas oleh bajingan itu. Otomatis Alexa seperti yatim piatu, karena mamanya juga hilang ditelan bumi.
Diantara orang jahat pasti ada orang baik, dan orang baik itulah yang melindungi dan membimbing Alexa supaya bisa hidup normal kembali setelah trauma berat yang dia alami.
Dendam juga yang membuatnya menjadi kuat dan penuh perhitungan. Susah payah dia menempa dirinya menjadi yang terbaik diantara yang pintar. Alexa hampir gila mengetahui dari CCTV Restoran, bahwa Rishy di perkosa dulu setelah itu dibunuh. Mereka sangat kejam.
Pada saat yang sama papanya juga terbunuh dan perusahan alat beratnya di rampas oleh bajingan itu. Otomatis Alexa seperti yatim piatu, karena mamanya juga hilang ditelan bumi.
__ADS_1
*****