
Biarpun mulut Alexa protes terhadap aksi brutal Alvaro, tapi tetap saja badan Alexa menggelinjang ketika bibir Alvaro menyentuh gunung kembarnya. You crazy.
"Alvaro cepatlah aku ngantuk."
"Kau tidurlah aku yang akan bekerja." ucap Alvaro menindih tubuh Alexa.
"Kau tahu Alvaro, aku adalah gadis dewasa, walaupun aku Virgin tapi aku dengan teman-teman pernah menonton film dewasa. Sedikit banyak aku tahu tehnik kama sutra."
"Artinya kau ingin melakukan seperti di film itu?" Alvaro berdiri dia membuka seluruh pakaiannya.
"Aku tidak menuntutmu berbuat begitu, setidaknya aku ingin sekali mengeluarkan ******* ..sshhh... atau...hahaha...hohoho..."
"Jadi kau mengejekku karena tidak bisa membuat kau ke puncak nikmat sehingga mulutmu tidak bisa berdesah?"
"Tidaklah Tuan Alvaro yang ganteng, mana berani aku mengejek seorang gangster mafia yang sudah malang melintang dengan pengalaman selangit dalam permesuman." sahut Alexa terkekeh.
"Kurang asem, aku belum memberi kau jurus-jurus andalan masalahnya kau pemula."
"Bagaimana kalau kau membuat diriku sampai menuju puncak?" tantangan Alexa membuat Alvaro bersemangat. Dia membuka laci meja, mau minum obat kuat, tapi dia urungkan. Tidak lucu kalau senjata nya tetap mengaum sampai tiga jam bisa-bisa tulangnya rontok.
Melihat Alvaro bengong tubuh Alexa bergeser dan kedua kakinya cepat menjepit tubuh Alvaro dan menarik badan Alvaro sampai jatuh ke tubuh Alexa. Kemudian dia menggulingkan badan Alvaro. Alexa sekarang memegang kendali.
Belum sempat Alvaro berpikir Alexa sudah menghujami Alvaro ciuman lembut yang merangsang. Kemudian lidah Alexa menjelajahi leher, turun ke dada, tidak lupa lidah Alexa memberi sensasi nikmat ke dada Alvaro. Uuhhh.... Alvaro menegang.
Ketegangan Alvaro sudah seratus derajat, tangannya menekan kepala Alexa supaya turun.... turun.. Alexa mengukur waktu, karena dia ragu dan malu dengan senjata Alvaro yang menjulang. Waduhh...terusin gak ya...
Alexa menutup mata dan melakukan seperti di film, dia ingin bekerja total supaya Alvaro tunduk padanya. Dia sudah terlanjur basah kuyup, mandi sekalian.
"Please Alexa...love you..." pekik Alvaro saat lidah Alexa menari dengan gaya ngemut es cream..
Alvaro seperti cacing kepanasan mengerang tanpa janji, syarafnya menegang pasrah dalam amukan keliaran permainan Alexa. Gadis itu tidak memberi jeda untuk Alvaro untuk mengurai kata-kata.
Alexa biasa olah tubuh setiap hari push up 200 kali sudah biasa, bagaimana Alvaro bisa menandingi Alexa, malah gadis itu mengganyang Alvaro sampai klepek-klepek tanpa daya. Alexa tidak memberi ampun pria itu, akhirnya Alvaro terkapar dalam hitungan 90 menit, 45 detik. UBleehh..
Nafas Alvaro seolah habis tersedot vacuum cleaner, peluh membasahi seluruh tubuhnya. Baru kali ini dia merasakan sensasi klimak yang menggelitik, menembus sampai ke urat syarafnya.
__ADS_1
"Apakah aku harus menggendong kau ke kamar mandi?" tanya Alexa menarik kaki Alvaro.
"Sebetulnya kondisiku kurang fit saat ini, sehingga aku cepat terkapar biasanya aku bisa 3 jam non Stop." kata Alvaro menghapus keringatnya.
"Aku belum coba yang itu, nanti aku ingin coba di ronde berikutnya."
"Alexa, sepertinya aku banyak kesibukan hari ini tidak akan sempat ada ronde selanjutnya, sorry darling."
"Tidak apa-apa sayang, aku sabar menunggu." jawab Alexa menuju kamar mandi.
Alvaro mengumpulkan tenaganya, pelan-pelan dia berdiri, hampir dia tumbang, untung tangannya cepat meraih pinggiran ranjang. Kakinya gemetar, padahal umur masih muda bisa dihempaskan oleh si kuda liar.
Mungkin dia harus rajin konsumsi ginseng atau obat kuat semacam empedu ular cobra. Demi fantasi liar apapun akan dia minum, dari anggur cap orang tua sampai Viagra.
Dia membusungkan dadanya masuk kedalam kamar mandi dan menatap Alexa yang seperti bidadari sorga sedang mandi. Dia pura-pura kuat, seolah tidak terpengaruh dengan perlakuan Alexa di ranjang.
"Kau menikmati mandimu?" tanya Alvaro bergabung.
"Aku menunggumu untuk menyabuni badanku. Seluruh badanku terasa gatal, mungkin pencampuran yang kita lakukan. Itu biasa terjadi kepada seorang gadis yang belum pernah di jamah, sedangkan kau orang yang sudah biasa bermain dengan banyak wanita, jadi terkontaminasi." jelas Alexa membuat wajah Alvaro terasa disiram air panas.
"Kau genius sayang, aku senang kau cepat mengerti." Alexa memberi sabun cair untuk Alvaro supaya pria itu menyabuni punggungnya.
Selesai acara mandi mereka berdua ingin tidur bersama, tapi ketukan pintu mengganggu. Alvaro bangun membuka pintu.
"Tuan sarapan, sudah ditunggu."
"Oke, aku keluar."
"Kita sarapan dulu setelah itu aku mau pergi, ada yang aku mau bicara kan padamu." Alvaro menarik tangan Alexa mengajaknya keluar.
Mereka keluar menuju ruang makan, ternyata ruang makan hampir penuh, ntah siapa yang ikut sarapan. Waktu Alvaro dan Alexa datang mereka serempak menoleh. Mata mereka menatap terpesona.
"Ini Tuan kalian, beri hormat dan sebut nama kalian masing-masing." kata Farida lantang.
"Hormat Tuan, saya pelayan anda yang baru...." Seorang gadis berdiri dengan pakaian sexy dan dandanan menor.
__ADS_1
"Silahkan duduk apa-apaan kalian. Apa maksud mama ini." pandangan Alvaro mengarah ke Farida.
"Mama mencari sepuluh pelayan khusus untukmu semua masih Virgin dan berkualitas tinggi."
Alvaro mengedikan bahunya dan menyeringai. Ada rasa kesal dari raut wajahnya.
"Mama aku tidak butuh pelayan, aku disini untuk sementara waktu, nanti setelah selesai urusan dengan papa aku akan balik ke Perusahan Derek." kata Alvaro berusaha sabar.
Inshira dan Mamanya hanya menjadi penonton, dia sudah takut bicara karena rencana pembunuhan Alexa yang gagal. Hanya Farida yang masih tebal muka dan menatap benci kepada Alexa.
"Papa menghendaki kau menikah dengan golongan kelas atas, seperti dengan wanita ini. Sebagai gangster kamu bisa memilih sepuluh wanita ini atau sebagian. Terserah kamu."
"Papa sudah sadar?" tanya Alvaro kaget.
"Dia sudah sadar, ada operasi di kepala dan pembengkakan di wajah sehingga dia harus memakai perban."
"Benarkah, aku mau ke klinik sekarang."
"Jangan datang sembarangan, karena banyak virus. Biarkan dokter mengawasi, jika sudah sembuh baru kamu akan di panggil."
"Ya Tuhan, trimakasih." kata Alvaro mencakupkan kedua tangannya. Alexa tersenyum sinis, ternyata Farida yang punya otak.
"Mama juga terharu, waktu dia sadar dia menyuruh kamu cepat menikah dengan wanita-wanita pilihan mama ini dan membagi seluruh perusahan menjadi dua. Kamu separuh dan para wanita ini separuh, wanita ini akan menurunkan keturunan darimu."
"Apa lagi yang dibicarakan oleh Papa dan siapa saja yang mendengar ucapan Papa, sebagai saksi."
"Kita bertiga disana dan dokter."
"Kalau sudah boleh menengok kasi tahu aku, masalahnya aku banyak kerjaan."
"Pasti itu, mama berharap kamu mau mengerti dan berbakti kepada orang tua."
"Baiklah maa, aku akan menurut untuk Papa, aku anak tak berguna." kata Alvaro menutup pembicaraan.
Kami semua makan dengan lahap dan tampak Alvaro wajahnya berbinar saat tahu papanya sudah sadar.
__ADS_1
****